Saat ini Etnis Rohingya kembali menjadi sorotan dunia, masih dalam masalah yang sama yaitu terjadinya krisis kemanusiaan dan diskriminasi terhadap minoritas di Negara Myanmar tepatnya Myanmar bagian Rakhine. Konflik ini terjadi akibat adanya diskriminasi kewarganegaraan, dikutip dari laman rappler.com menurut ahli sejarah dan warga setempat kaum rohingya merupakan kaum atau etnis asli Negara bagian Rakhine sejak abad ke-19 ketika Myanmar masih dijajah oleh Inggris. Namun pemerintah Myanmar tidak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara atau kelompok etnis mereka. Hanya sekitar 40.000 yang diakui oleh pemerintah Myanmar dan diberikan hak kewarganegaraan.

Melihat keadaan darurat ini, Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri ambil sikap dengan menggelar Aksi Kemanusiaan Galang Dana Untuk Rohingya dengan tema “ WE CARE ABOUT ROHINGYA ” di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok pada hari Senin (10/09/2017) pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Aksi ini merupakan kegiatan kolaborasi antara LDK Senada, BEM dan DPM STT Terpadu Nurul Fikri yang dikoordinatori oleh Miftah Amarullah mahasiswa SI/2015.

Aksi Galang Dana ini akan dilakukan selama satu pekan di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, dimulai dari hari Senin hingga Sabtu dan Galang Dana di Jalan pada hari Senin di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok dan Rabu di Lampu Merah Juanda-Margonda Depok. Aksi ini diikuti oleh sebagian besar mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri dengan tujuan untuk sedikit membantu meringankan penderitaan saudara di Rohingya dalam bentuk materi.

Tak hanya Galang Dana, dalam Aksi ini Mahasiswa juga melakukan Orasi, Pembacaan Puisi dan ditutup oleh pernyataan sikap dari Ketua LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Dhani Fitriansyah. Dana terkumpul nantinya akan dikirimkan melalui Lembaga Sosial Nasional yaitu PKNU. Semoga konflik ini segera berakhir baik di Rohingya maupun di negara manapun dan donasi kami dapat meringankan dan membantu memenuhi kebutuhan mereka. Silahkan kirimkan donasi terbaikmu ke BNI Syariah 0558429116 an LDK Senada STT NF.

Published in Pojok Mahasiswa
Wednesday, 06 September 2017 07:00

First Time

Untuk pertama kalinya Aku dapat mengunjungi dan menikmati keindahan Kota Malang. Di kota yang terkenal dengan Apel Malangnya ini Aku diberikan kesempatan untuk berjuang membawa nama baik Kampus dalam Lomba MTQMN. MTQMN yaitu kepanjangan dari “Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional” adalah Lomba Tingkat Nasional yang diadakan setiap dua tahun sekali dan dikhususkan untuk seluruh Mahasiswa Jenjang S1 seluruh Indonesia. Lomba ini diadakan oleh KEMENRISTEKDIKTI. Pada tahun ini MTQMN ke 15 dilselenggarakan di Kota Malang yaitu di Universitas Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (Unibraw). MTQMN XV 2017 memiliki Jargon yaitu “Salam Pemuda Qurani.”

Setelah diadakannya Seleksi Calon Kafilah dari pihak Kampus, akhirnya terpilihlah Kafilah MTQMN XV yang mewakili Kampus Nurul Fikri. Kami para Kafilah MTQMN XV Kampus Nurul Fikri pergi ke Kota Malang dengan menggunakan Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk transport Jakarta - Malang dari pihak Kampus sudah menanggungnya. Karna tempat duduk kami saling berdekatan, untuk mengisi keboringan yang ada karna lamanya perjalanan Jakarta - Malang yaitu selama 16 jam, kami bermain tebak-tebakan yang menyebabkan tawa kami pecah dan membuat heboh satu gerbong kereta. Ada penumpang lain yang merasa keberisikan dan ada juga yang memikirkan jawaban dari teka-teki yang kami mainkan.

Setelah 16 jam didalam kereta, akhirnya kami sampai di Stasiun Malang. Saat kaki ini menginjak Kota Malang, Kota yang baru pertama kali Aku injak, Aku mengucapkan Syukur Alhamdulillah karna diberikan keselamatan dan diberikan kesempatan sampai di Kota Malang. Ternyata kami sudah dijemput oleh Panitia MTQMN XV yang juga menjadi LO dari Kampus Nurul Fikri. Para Kafilah MTQMN XV dari seluruh Indonesia diberikan fasilitas menetap di Asrama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Disini semua hal tercukupi, makan diberikan selalu 3 kali sehari plus buah dan puding, transportasi yang mengangkut para Kafilah untuk pergi ke Universitas Brawijaya atau Universitas Malang sangat memadai dan cukup banyak, untuk para Akhwat disediakan mobil dari Asrama Akhwat ke Masjid tempat berkumpul, jadi tidak terlalu capek berjalan jauh, bahkan jika malam hari di Asrama UIN ini dibuka kantin yang menjual snack dan minuman hangat yang cocok untuk ngemil dengan harga murah.

Bukan hanya lomba saja, tapi di MTQMN XV 2017 ini ada berbagai macam acara yang tak kalah seru, yaitu Kajian yang dibawakan oleh ustadz-ustadz luar biasa contohnya Taqy Malik, Syekh Ali Jaber dan lainnya, Parenting dengan pembicara-pembicara yang sangat ahli dibidang Parenting, dan juga Bazzar yang menyediakan banyak barang-barang yang berbau MTQMN dan oleh-oleh khas Malang. Dan juga disediakan sepedah gratis yang dapat digunakan hanya di lingkungan Universitas Brawijaya.

Pada malam harinya setelah kami tiba di Kota Malang diadakanlah pembukaan MTQMN XV 2017. Saat tiba di Panggung Utama kami semua terkagum karna panggung utamanya sangatlah besar dan dekorasi dari panggungnya sangatlah indah. Kafilah dari cabang lomba lain sangatlah terkagum kagum, tapi bagi tim MSQ panggung sebesar ini menambah ke khawatiran kami, karna Lomba MSQ ditampilkan di Panggung Utama.

Serangkaian acara ditampilkan pada Pembukaan MTQMN XV 2017. Penampilan-penampilan yang luar biasa membuat kami kagum sampai bengong melihatnya. Karna waktu sudah cukup malam, kami pun memutuskan untuk pulang ke Asrama UIN, tetapi ada satu hal yang membuat kami ingin kembali ke panggung utama yaitu penampilan dari Opick. Dia menyanyikan sebuah lagu yang membuat kami ragu dan bimbang antara pulang atau kembali ke panggung, tetapi kami memilih pulang. Jika saat ini tidak bisa melihat Opick, saat penutupan nanti kami bisa melihat Fatin Sidqia Lubis.

Pada MTQMN XV 2017 ada 13 cabang lomba, dan cabang lomba yang Aku pilih adalah Musabaqah Syarhil Quran (MSQ). MSQ ini berbentuk sebuah tim yang terdiri dari Pensyahr (pidato), Tilawah, dan Puitisasi, dan aku pada bagian Puitisasi. Sebelum lomba MTQMN ini dimulai, tim MSQ sudah berlatih selama kurang lebih 2 bulan dan kami tim MSQ disuruh memilih 5 tema dari 10 tema yang diberikan oleh panitia dan harus membuat 5 naskah dari 5 tema yang sudah dipilih.

Tim MSQ mendapatkan urutan tampil pada hari Ahad dan masih ada satu hari untuk latihan kembali. Saatnya pun tiba, tema baju tim MSQ kami adalah coklat susu. Aku yang ditugaskan untuk mengambil nomor urut tampil, “Bismillahirrahmanirrahim”, yeay Alhamdulillah nomor urut “035” itu yang artinya nomor urut 2 dari terakhir dan kami bisa berlatih dan mempedalam kembali tema yang akan kami bawakan.

Tibalah waktu tampil kami dengan rasa gugup karna tampil di atas Panggung Utama yang sangatlah besar, tapi kami akan menampilkannya dengan sebaik mungkin. Dan akhirnya Alhamdulillah, semuanya lancar walaupun ada beberapa kesalahan tapi menurut yang lainnya itu sudah sangatlah bagus. Selain MSQ, Tartilil dan Tilawatil dari Kafilah Kampus Nurul Fikri tampil pada hari Ahad.

Ada 122 tim yang mendaftar pada Lomba MSQ, dan yang masuk Final hanyalah 6 tim. Setelah semua peserta MSQ tampil, pengumuman pun tiba, dan Takdir Allah berkata bahwa untuk tahun ini tim MSQ kami belum masuk Final tapi Insya Allah masuk Final pada MTQMN XVI 2019. Aamiin. Walaupun sedih, tapi yang namanya perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, apalagi saingannya Kafilah dari seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, walaupun nilainya beda tipis itu sangatlah berpengaruh. Perlombaan ini Aku jadikan pengalaman dan pembelajaran untuk kedepannya.

Sebelum para Kafilah pulang ke daerahnya masing-masing, Panitia MTQMN XV mengadakan agenda wisata yaitu pergi ke Pantai Balekambang dan Pantai Goa Cina. Dan ini untuk pertama kalinya juga Aku pergi ke pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Aku sangat suka dengan pemandangan di pantai ini, Masya Allah apalagi Pantai Goa Cina yang menyajikan pemandangan ombak yang tinggi dan kencang. Selama di pantai Aku sangat senang bermain basah-basah dan menyeburkan diri ke pantai. Pengalaman dan Kenangan di Kota Malang ini sangatlah indah dan menyenangkan, terlebih lagi Aku menemukan keluarga baru yang mensupport satu sama lain, merasakan senang dan sedihnya bersama-sama selama satu minggu di Kota Apel ini.

Published in Kisah dan Curhat
Thursday, 06 July 2017 03:37

Manfaat Cloud ERP untuk Bisnis UMKM

Berdasarkan laporan aliansi bisnis US-ASEAN tahun 2015, bisnis UMKM tumbuh pesat di negara-negara anggota ASEAN hingga 96%. Saat ini kawasan Asia Tenggara menjadi pasar paling menjanjikan bagi bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan jumlah konsumen yang mencapai 67 juta. Jika ingin memaksimalkan hasil penjualan bisnis Anda, mulailah untuk membuka bisnis di kawasan Asia Tenggara. Namun tahukah Anda, teknologi bisa membuat bisnis berjalan lebih efisien sekaligus mampu mengantarkan bisnis selangkah lebih maju?

Alat manual seperti pembukuan dan spreadsheet tradisional kini sudah mulai ditinggalkan oleh para pelaku bisnis, terutama pelaku UMKM. Seiring berjalannya waktu, pelaku UMKM mulai mengenal dan memanfaatkan tools dengan solusi Enterprise Resource Planning (ERP). ERP merupakan sistem aplikasi di sebuah platform tertentu yang dijalankan dengan data terpusat (client-server). Misalnya melalui perantara sebuah browser. Pelaku UMKM disarankan memanfaatkan sistem cloud dari ERP untuk membangun infrastruktur dan menjaga layanan agar tetap berjalan dengan baik. Sistem cloud ERP juga menawarkan kemudahan untuk meng-upgrade modul ataupun jumlah user.

Kini pelaku UMKM tidak perlu merasa khawatir bisnis mereka mengalami kemandekan karena sistem ERP tidak berjalan atau down. Sebab, pelaku UMKM bisa menerapkan sistem pay as you use. Investasi jadi lebih efisien karena tidak ada penurunan nilai pada aset (pelaku UMKM membeli servis bukan aset). Faktanya, solusi cloud ERP memiliki manfaat yang nyata dan berfokus pada efisiensi biaya operasional perusahaan. Selain menekan biaya operasional, pelaku bisnis juga mendapatkan fakta lain bila solusi cloud ERP menawarkan sistem keamanan yang lebih baik.

Jika ingin mengetahui peran cloud ERP bagi pelaku UKM, Anda bisa melihat kesuksesan Tokopedia. Sebagai salah satu online marketplace terbesar di Indonesia, Tokopedia juga mengadopsi solusi cloud ERP dari SAP Business One untuk menghasilkan laporan mengenai transaksi online mereka.

Ada tiga alasan yang mendorong pelaku bisnis untuk beralih ke solusi cloud ERP. Pertama, cloud dapat disesuaikan sesuai kebutuhan setiap saat. Hal itu memungkinkan pengguna untuk mengelola dan membuat sistem perusahaan berjalan dengan lebih cepat. Kedua, memungkinkan pelaku UMKM untuk menyesuaikan sumber daya yang dibutuhkan dengan sistem yang digunakan. Ketiga, solusi cloud ERP bisa digunakan sesuai dengan apa yang pelaku UMKM gunakan.

Namun sebelum memanfaatkan solusi cloud ERP, pelaku UMKM diharuskan untuk mengevaluasi kebutuhan bisnisnya dengan lebih cermat. Hal itu dilakukan agar penggunaan solusi cloud ERP bisa dijadikan investasi di bidang teknologi. Sebagai calon pemilik UMKM di Asia Tenggara, Anda perlu memaksimalkan infrastruktur teknologi yang ada untuk menumbuhkan bisnis yang nantinya Anda miliki. Dengan kemudahan yang ditawarkan, implementasi sistem cloud ERP menjadi pilihan yang tepat untuk bisnis UMKM di Indonesia.

Published in Artikel
Thursday, 11 August 2016 02:03

Tenis Meja Dies Natalis STT NF 2016

Gebyar Dies Natalis STT NF telah dimulai pada Senin (8/8) lalu, dengan mempertandingkan perlombaan Tenis Meja yang berlangsung di Kampus A STT NF, Jalan Situ Indah No.116 Kelapa Dua. Pertandingan di gelar sejak pukul 15.00 Wib hingga pukul 21.00 Wib, karena memainkan dua nomor yaitu ganda dan single yang harus diselesaikan dalam satu hari.

Pertandingan dimulai dari nomor tunggal, di babak penyisihan ada 8 pertandingan yang terjadwal di meja panitia. Dari 8 pertandingan babak penyisihan nantinya akan ada 4 pertandingan lagi untuk memperebutkan tiket ke semi final dan final. Di nomor ganda, peserta yang mendaftar lebih sedikit terlihat hanya ada 8 pasangan dan hanya ada 4 pertandingan babak penyisihan, semi final dan final.

Pada nomor Tunggal, pertandingan seru dan menegangkan tersaji di babak 8 besar yang mempertemukan Edo Riansyah (Waket 1) melawan Mulyadi (Waket 2) yang merupakan sama-sama pemain unggulan. Pertandingan berlangsung ketat dengan kejar mengejar point, dan jual beli serangan, namun Edo mampu mengungguli Mulyadi dengan 2 set langsung dengan skor yang sangat tipis edo pun berhak melaju ke partai semi final. Di babak semi final mempertemukan Edo (Waket 1) Vs Anwar (Waket 3), Dian Sofyan (Waket 3) Vs David (Waket 3). Di pertandingan Final berlangsung antara Edo melawan Dian Sofyan dari Waket 3 setelah mereka mengalahkan lawan-lawannya di semi final. Dian Sofyan mengalahkan Edo di final dengan rubber set dan membawanya menjadi kampiun Lomba Tenis Meja Dies Natalis STT NF ke 4.

Di babak penyisihan nomor ganda tersaji 4 pertandingan penyisihan dimana pemenang babak penyisihan akan langsung melaju ke babak semi final. Di babak semi final Bertanding pasangan Dudi-Daseh dari LP3 STT NF melawan Zaki-Edo dari Waket 1, di semi final lainnya mempertemukan pasangan Anwar-Dian dari waket 3 melawan Yuliadi-Andi dari Waket 2. Akhirnya di babak final bertemu pasangan Zaki-Edo melawan Anwar-Dian yang dimenangkan Zaki-Edo dengan 2 set langsung.

Hari ini lomba Dies Natalis akan memainkan pertandingan Futsal yang cukup bergengsi, pertandingan antar Satuan Kerja lingkungan STT NF ini akan di mainkan di lapangan Futsal Sekolah Islam Terpadu Nurul Fikri pada sore hari.(Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Tim Andara Tech yang mewakili STT NF pada ajang GEMASTIK ke-9 di Universitas Indonesia berhasil melalui seleksi tahap pertama dan berhak melaju ke tahap selanjutnya untuk memperebutkan tiket final. Andara Tech berlomba pada kategori Pengembangan Bisnis TIK dengan mengajukan karya, “YUCLEAN: Memberi Solusi Kesejahteraan Masyarakat”. Yuclean merupakan nama aplikasi buatan tim Andara Tech untuk membantu pengelolaan administrasi Bank Sampah.

Pada tahap pertama seluruh tim yang ikut pada kategori ini diwajibkan mengajukan ringkasan proposal (executive summary) agar dinilai tim juri. Selanjutnya, di tahap kedua nanti tim juri meminta tim yang lolos untuk mengajukan proposal Bussines Plan dan video Presentasi penggunaan aplikasi. Dari sekian banyak tim yang mengajukan proposal tahap pertama, dipilih 30 tim yang berhak melaju ke tahap kedua dan salah satunya Andara Tech dari STT NF yang harus bersaing dengan 29 kontestan dari Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Di final nanti akan bertahan 10 tim terpilih untuk memperebutkan gelar juara pada kategori ini.

Batas akhir pengumpulan proposal dan video pada tahap kedua yakni tanggal 22 Agustus 2016. Sedang pengumuman lolos ke final tanggal 5 September 2016 dan final akan dilaksanakan pada 22-24 September 2016 di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Suranto sebagai Team Leader Andara Tech mengaku tak gentar melihat kompetitor yang berasal dari PTN maupun kampus swasta lain yang memiliki nama besar. “Kami tim Andara Tech tidak sedikitpun gentar untuk menghadapi para pesaing dalam kompetisi ini. Dengan keyakinan bahwa karya yang kami buat bisa diterima dan dapat berguna bagi masyarakat. Kami yakin bisa memberikan yang terbaik dalam kompetisi kali ini,” ujar Suranto penuh semangat. “Jika kemungkinan terburuk tim kami tidak lolos ke final, maka proyek ini akan terus berjalan dan kami kembangkan, sehingga nantinya bisa dilepas di pasar aplikasi.”

Muhammad Abdul Karim, salah satu personil tim Andara Tech, mendukung pernyataan Suranto. “Jika melihat deretan tim peserta yang lolos ke tahap kedua, sudah jelas bahwa pesaing kami tidak bisa dianggap remeh. Mereka berasal dari PTN dan PTS yang memiliki nama besar. STT NF merupakan kampus baru, mahasiswanya mampu bersaing dengan mereka dalam event berskala nasional,” ungkat Karim. “Sungguh pengalaman luar biasa bahwa STT NF tidak kalah dengan kampus-kampus ternama lainnya. Tidak salah rasanya, saya memilih kuliah di STT NF.” Semoga Tim Andara Tech dan tim lain bisa berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk kampus tercinta STT NF. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

STT NF sebagai Kampus Teknopreneur memiliki tujuan mencetak Teknopreneur muda di bidang teknologi informasi, sehingga terus melakukan inovasi dan kerjasama dengan para penggiat TI di Indonesia. Pada Jum'at (8/4) lalu, STT NF melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Satria Asia, salah satu pembina bisnis pemula (start up) di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua STT NF Drs. Rusmanto, MM dan Chief Strategy Officer Satria Asia, Putut Susetyo Bagus W.

Kerjasama ini merupakan rangkaian dari program inkubator STT NF untuk melahirkan Teknopreneur muda yang handal di bidang TI. "Melalui kerjasama ini para mahasiswa STT NF akan mendapatkan beberapa pelatihan, coaching, man power, dan pendanaan. Jika memungkinkan akan dilibatkan pada beberapa proyek," ujar Rusmanto. Sehingga, nantinya para mahasiswa memiliki pengalaman untuk menciptakan dan mengembangkan start up.

Satria Asia merupakan sebuah jaringan bisnis yang juga membina divisi start up. Atas dasar tersebut STT NF menilai Satria Asia sangat cocok untuk dijadikan mitra kerjasama dalam program incubator, agar nantinya bisa menghasilkan SDM yang siap menghadapi persaingan global, khususnya dalam hal bisnis kreativitas.

Putut menjelaskan, "Selain bekerja sama dengan STT NF, Satria Asia sebelumnya telah bekerjasama dengan instansi pemerintahan di bawah Kementerian Koperasi dan UKM dengan memberikan Office Space dan Virtual Office. Fasilitas itu bisa digunakan oleh start up yang dibimbing kementrian". Satria Asia membantu startup yang dibina pemerintah dalam hal bisnisnya bukan teknologinya. "Kami membantu dari segi coaching, man power hingga permodalan," lanjut Putut. Soal pengembangan teknologi, STT NF tentu lebih berkompeten. (Hendri Nurdiansyah).

Published in Kegiatan Kampus
Sunday, 17 April 2016 19:10

Perkembangan Teknopreneur di Masa Depan

Saat ini teknologi telah berkembang pesat, terutama di bidang teknologi informasi. Dengan bantuan teknologi informasi banyak pekerjaan kita menjadi lebih efisien. Salah satu contohnya dalam hal berkomunikasi.

Pada tahun 2014 tercatat teknopreneur di Indoneseia masih berjumlah 3,6 juta orang atau 1,56 persen dari total penduduk Indonesia. Sementara itu total entrepreneur di Indonesia mencapai 56.5 juta orang. Faktor yang mempengaruhi perkembangan teknopreneur di Indonesia adalah peran pemerintah dan swasta. Swasta perlu menciptakan startup baru dan pemerintah harus membina dan membantu startup tersebut.

Sebenarnya SDM di Indonesia sangat melimpah, namun masih menjadi kendala adalah instansi pemerintah yang enggan mengeluarkan anggaran untuk memodali SDM membina startup. Gejala itu diamati pemodal asing, sehingga mereka pun mengambil peluang tersebut.

Dalam salah satu pameran edukatif besar yang pernah diadakan Himpunan Mahasiswa Mesin ITB tahun 2014, khususnya dalam seminar tentang riset dan teknologi otomotif untuk Indonesia Mandiri, Kadarsyah Suryadi selaku Wakil Rektor ITB bidang akademik dan kemahasiswaan mengatakan: "Butuh 3R untuk bisa menjadi teknopreneur yang berhasil". Yaitu:

  1. Rasio, mengedepankan dan menekankan hubungan antara intelektualitas, pengalaman, dan keilmuan.
  2. Raga, jasmani dan rohani yang sehat supaya bisa mengembangkan ide-ide kreatif menjadi produk teknologi secara konkret.
  3. Rasa atau jiwa, yaitu semangat wirausaha yang bisa membawa seseorang untuk mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan kreativitas dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi.

Hal yang harus dilakukan Indonesia untuk dapat bersaing di kancah dunia adalah mengedukasi dan memperkenalkan teknologi kepada seluruh masyarakat, serta menciptakan minat ingin tahu kepada seluruh anak bangsa. Itu cara yang tak mudah memperbanyak bibit-bibit teknopreneur Indonesia. Selain itu, pemerintah dan swasta juga harus bekerjasama dalam menangani semua kendala agar negara tercinta ini bisa menjadi pusat peradaban dan teknologi dunia di masa depan. (Choniyu Azwan)

Sumber: www.maxmanroe.com/indonesia-punya-potensi-technopreneur-cerah-di-masa-mendatang.html

Published in Pojok Mahasiswa
Sunday, 17 April 2016 18:56

Cikal Bakal Start Up Mahasiswa STT NF

Sebagai kampus yang mengedepankan teknopreneuer atau wirausaha di bidang teknologi, STT NF memiliki tujuan mencetak mahasiswa-mahasiswa yang unggul dalam beragam keterampilan teknik. Antara lain, kemampuan teknologi informasi untuk menciptakan berbagai aplikasi yang berguna bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa STT NF juga didorong mengerjakan proyek dan membangun perusahaan StartUp sejak di bangku perkuliahan.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STT NF memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk membentuk tim yang akan menjadi cikal bakal perusahaan startup. Setelah beberapa tim terpilih dengan ide-ide yang luar biasa, LPPM tidak akan melepaskan mahasiswa begitu saja. "LPPM akan membimbing dan mendampingi mahasiswa untuk mengerjakan proyek yang ditargetkan,: ujar Zaki Imaduddin selaku Ketua LPPM STT NF.

Minggu pertama bulan Maret merupakan pertemuan pertama semua tim dan LPPM untuk bersama-sama belajar mengembangkan dan mempelajari setiap hal yang akan dikerjakan. Saat ini tim yang sudah memiliki komitmen untuk mewujudkan proyeknya ada lebih dari 4 tim. Semua ide dari setiap tim ini dipercaya mampu membuat perubahan dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Semua tim itu merupakan angkatan pertama dalam program pengembangan startup yang dibina LPPM STT NF. Mereka menamai angkatan ini dengan nama Al-Khawarizmi.

Setiap satu pekan anggota Al-Khawarizmi dijadwalkan berkumpul, dan pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jum'at (11/3) pekan lalu. Pertemuan perdana tidak hanya untuk mengenalkan konsep-konsep saja, LPPM langsung mengajak mahasiswa bereksplorasi dengan menggunakan aplikasi pengembangan Android. Tak hanya itu, mahasiswa juga diajarkan membuat proposal, karena setelah proyek ini selesai setiap tim bisa mengajukan atau mengikutsertakan karyanya ke kompetisi nasional, internasional atau ajang lainnya.

Proyek ini juga bisa dijadikan tugas akhir untuk setiap mahasiswa dalam tim tersebut, sehingga tiap mahasiswa memiliki tugas yang berbeda-beda dalam mengerjakannya seperti bagian Programming, Web Desain dan Jaringan. Semoga semua mimpi mahasiswa STT NF dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi perubahan masyarakat yang lebih baik. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus

STT NF secara resmi telah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk tahun akademik 2016-2017 pada awal Januari lalu. Gelombang pertama pendaftaran telah dibuka. Seperti biasa PMB di STT NF terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dimulai 1 Januari sampai 31 Maret 2016. Bagi pendaftar di gelombang pertama akan mendapatkan potongan biaya sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah). Sedangkan untuk biaya gedung di tahun akademik ini akan ditiadakan, jadi semua mahasiswa baru di STT NF akan dibebaskan dari biaya gedung. Ini kesempatam istimewa bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung dengan Kampus Teknopreneur STT NF.

Pada Sabtu (27/2) lalu para pendaftar di gelombang pertama mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) yang dilaksanakan di Kampus B STT NF, Jalan Raya Lenteng Agung 20, Jakarta Selatan. Peserta TPA adalah mereka yang telah mendaftar berasal dari wilayah Jabodetabek.

TPA bertujuan mengukur potensi apa yang dimiliki camaba, sehingga lebih memudahkan untuk memetakan kemampuan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Selain TPA, ada juga tes wawancara untuk mengetahui kemampuan mahasiswa mengikuti perkuliahan juga kesiapan diri. Dalam tes wawancara juga dijelaskan jurusan yang ada di STT NF, yakni Sistem Informasi dan Teknik Informatika, agar memudahkan calon mahasiswa baru untuk memilih jurusan mana yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Kepala Biro Pemasaran PMB, Manto Wiratmoko, mengatakan: "Jumlah pendaftar melalui jalur online sudah banyak kami terima, namun lokasi pendaftar online yang berada di luar jabodetabek menjadi kendala untuk melakukan TPA dan wawancara. Rencananya di akhir Maret kami akan mengadakan kembali TPA. Untuk peserta di luar jabodetabek akan diadakan tes secara online." Semoga sukses bagi calon mahasiswa yang baru mengikuti tes. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Beberapa tahun terakhir teknologi berkembang pesat. Hampir semua aktivitas manusia modern menggunakan teknologi. Hal itu membuat kebutuhan pasar akan teknologi atau aplikasi-aplikasi yang membantu dan bermanfaat untuk kehidupan semakin meningkat. Para pengembang aplikasi kebanjiran permintaan dan kekurangan sumber daya manusia untuk mengerjakan atau mengemas produk kompetitif.

Tak heran, jika semakin banyak startup yang berdiri. Begitu pula spirit STT NF sebagai Technopreneur Campus yang bertujuan melahirkan Teknopreneur handal untuk mengembangkan atau membuat aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat. STT NF menggelar Forum Presentasi Ide Kreatif Mahasiswa pada Kamis (25/2). Sekitar 14 mahasiswa yang memiliki ide-ide luar biasa berdiskusi dengan tiga Dosen untuk mengembangkan aplikasi android yang membantu menyelesaikan masalah masyarakat.

Untuk tahap awal, ada tiga kelompok mahasiswa mempresentasikan ide-ide yang akan dikembangkan. Mereka memiliki tekad kuat untuk membuat perubahan di masyarakat. Ide yang sudah terpilih selanjutnya akan mulai dikembangkan dan diimplementasikan oleh tim yang akan menjadi cikal bakal startup STT NF.

Mereka yang tampil menawarkan ide kreatif adalah Dede Hamzah dengan aplikasi monitoring perkembangan janin untuk membantu bidan berbasis mobile. Kelompok Anjar Pratama Putra, Irfan Assidiq, dan Prana Yanuar Dana menyajikan rancangan aplikasi Titip.in, yang berguna untuk membantu orang untuk memesan makanan di manapun berada. Sementara tim Chandra Ayu Lestari, Desy Ratnasari, dan Ratih Sptia Giri tampil dengan aplikasi Yo-Gas sebagai penghubung antara penjual dan konsumen gas elpiji. Pemesanan bisa dilakukan secara online, konsumen tidak perlu mendatangi warung/pangkalan jika repot/berhalangan. Dengan aplikasi Yo-Gas dapat diawasi penyebaran gas elpiji sesuai dengan kategori: subsidi dan non-subsidi.

"Kami gembira karena para mahasiswa STT NF bergairah untuk membuat aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mereka mengekspresikan kepedulian melalui karya-karya inovatif. Tugas kami sebagai Dosen membimbing mahasiswa agar aplikasinya dapat dikembangkan," ujar Zaki Imaduddin, Ketua LPPM STT NF.

Selain itu, ide yang sudah dikembangkan akan ikut serta pada kegiatan yang diadakan oleh pemerintah, salah satunya adalah hibah penelitian oleh Kemenristek Dikti. Dalam proses pengembangan para mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari Dosen yang ahli dalam bidangnya. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari perwakilan setiap angkatan di STT NF.

Yuk, kita berikan dukungan dan doa untuk teman-teman yang memiliki niat baik ini. Semoga diberikan kelancaran dan selalu menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus
Page 1 of 2