Wednesday, 20 September 2017 13:27

Berdakwah Melalui Media Informasi

Dakwah secara harfiyah artinya ajakan atau seruan, yaitu ajakan ke jalan Allah SWT. Dakwah berasal dari kata da'a-yad'u-da'wah yang artinya mengajak atau menyeru.
Secara istilah, dakwah bermakna ajakan untuk memahami, mempercayai (mengimani), dan mengamalkan ajaran Islam. Serta mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran (amar ma'ruf nahyi munkar)
"Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka ke (jalan) Rabb-mu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb". [QS. Al Qashshash:87].
Di zaman yang modern ini, dakwah bukan hanya suatu kegiatan yang berada di masjid, mushola, saung dan taklim. Tetapi sudah menggunakan berbagai teknologi canggih yang di kemas kedalam media informasi. Seperti melalui Internet , TV , radio dan sebagainya .
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau di tanya tentang hukum berdakwah menggunakan media informasi, lalu menjawabnya:
Saya memandang wajib menggunakan sarana-sarana informasi dalam berdakwah kepada Allah Azza wa Jalla, karena hal itu termasuk yang dapat menegakkan hujjah. Dan saya memandang bahwa sarana-sarana informasi itu dapat digunakan dalam berdakwah kepada Allah Azza wa Jalla dengan berbagai cara, dengan arti :
Kita dapat membuat rubrik dakwah kepada tauhid, rubrik dakwah kepada aqidah yang berkaitan dengan Asma Allah dan Sifat-Nya. Rubrik dakwah kepada pengikhlasan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla di mana hendaknya seseorang tidak tunduk kepada penguasa atau kepada yang lebih besar dari-Nya dan yang semacamnya, rubrik fiqih seperti masalah ibadah dan mu’amalah. Dengan kala lain, hendaknya dakwah itu luas dan mencakupi banyak hal.
Dalam berdakwah, seharusnya perkara-perkara atau materi-materi ini tidak terlalu berat sehingga terkesan membosankan bagi subjek dari tujuan dakwah. Sebaiknya diisi dengan sesuatu yang menarik, sehingga membuat mereka tertarik, agar pesan dakwah tetap tersampaikan dan mereka dapat mengambil manfaatnya. Namun, dengan syarat rubrik tersebut tidak diganti dengan sesuatu yang dapat menyesatkan atau merusak akhlak.
Jika meninggalkan dan tidak ikut serta penggunaan media informasi tersebut dapat menjadi penyebab ditinggalkannya kemungkaran, maka media tersebut sebaiknya ditinggalkan.
Adapun jika langkah ini tidak bermanfaat, bahkan justru akan semakin memperkeruh keadaan, di mana konten-konten yang terdapat pada media tersebut digunakan untuk menyebarkan keburukan yang lebih besar dan banyak, maka wajibnya memanfaatkan kesempatan ini dan menyebarkan dakwah ke jalan Allah Azza wa Jalla melalui media.
[Disalin dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyah Dhawabith wa Taujihat, edisi Indonesia Panduan Kebangkitan Islam, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerjemah Muhammad Ihsan Zainudin, Penerbit Darul Haq]
Mengutip dari artikel yang ditulis oleh Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc tentang “Adab berdakwah” hal yang perlu di perhatikan, diantaranya :
1. NIAT , karna niat itu lebih penting dari amal sholeh itu sendiri. Yahya bin Abi Katsir berkata, “Pelajarilah tentang niat, karena ia lebih penting dari amal.” (Jami Al Ulum wal Hikam, hal 18). Maka, hendaknya dilakukan dengan ikhlas; ber-mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan niat riya, pamer, ingin dipuji, atau dapat jempol banyak dan lain-lain.
2. Memastikan bahwa pesan, ilmu atau nasehat itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah; terdapat dalil yang mendukungnya dari Al Qur’an, Sunnah dan perkataan para sahabat. Standar ilmiah bisa dirangkum dengan ungkapan: “shahih secara riwayat dan benar secara istinbath“.
3. Menjaga amanah ilmiah. Hendaknya selalu berusaha mencantumkan sumber dari mana ilmu atau faidah itu kita dapatkan. “Orang yang mengaku-ngaku memiliki (al mutasybbi’) dengan sesuatu yang tidak dimilikinya, maka ia seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (HR Bukhari Muslim).
4. Tidak bersinggungan dengan Syubhat hal ini dilakukan agar tidak muncul sebuah perdebatan yang tidak bermanfaat
5. Menjaga akhlak mulia . Hendak lah kita tetap memperhatikan tutur kata yang sopan apa yang kita tuliskan atau apa yang kita sampaikan di media informasi.
6. Mempertimbangan maslahat dan mafsadat serta tepat sasaran
7. Tidak mudah berfatwa karna Fatwa memiliki sebuah kehormatan dan tidak boleh dilakukan oleh orang sembarangan .
-Semoga Bermanfaat-

Editor : Hbb/Uml

Published in Artikel
Wednesday, 20 September 2017 11:38

Kuliah Umum Bersama CIMB Niaga

Pada hari Selasa, 19 September 2017 di Ruang Auditorium STT Terpadu Nurul Fikri diadakan kuliah umum yang berjudul “Design Thinking”. Kuliah umum ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa angkatan 2015-2017. Kuliah umum tersebut berbentuk workshop yang dipandu oleh pembicara dan dibantu oleh beberapa fasilitator yang merupakan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri. Fasilitator hanya mendampingi setiap kelompok untuk mengerjakan worksheet yang dipandu oleh pembicara.  Sebelum masuk ke workshop, terdapat sambutan yang dibawakan oleh Ketua STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Pak Ahadiyat,S.Sos,M.M.  Setelah sambutan, maka dimulai sesi workshop oleh Pembicara. 

Sesi workshop dilakukan selama kurang lebih 3 jam. Pembicara menjelaskan tentang Design Thinking. Desighn thinking merupakan suatu pemikiran yang telah dipakai oleh banyak orang yang telah sukses. Mereka berusaha melawan asumi dari pemikiran yang dibuat oleh mereka sendiri. Misalnya contoh pendiri Teh Botol Sosro sekitar 40 tahun yang lalu Pak Sosrodjojo berpikir bagaimana jika membuat Teh dalam botol lalu dijualnya. Pada saat itu banyak orang menertawakan idenya. Tetapi berdasarkan keyakinannya dan Pak Sosrodjojo telah berhasil mengalahkan asumsi-asumsi yang ada di pikirannya dan lingkungannya, maka ternyata saat ini Teh Botol Sosro sangat digemari oleh banyak kalangan di Indonesia.

Setiap kelompok diberikan beberapa tema untuk nantinya dipilih sebagai tema yang diangkat untuk melakukan brainstorming. Setelah setiap kelompok memilih tema, kemudian mulai melakukan brainstorming dan mengisi lembar kerja yang diberikan oleh pihak CIMB X dengan dipandu oleh fasilitator masing – masing. Di akhir sesi workshop, terdapat pitching (presentasi terkait hasil brainstorming) yang dilakukan oleh ketua masing- masing kelompok. Setelah sesi pitching, pengumuman mahasiswa berprestasi yang diraih oleh Muhammad Syaiful Romadhon SI 2015 dan Muhammad Isfahani Ghiyat TI 2015. Kuliah selesai kurang lebih pukul 12.15 WIB. Dan setelah kuliah umum, mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kembali kuliah dengan mata kuliahnya masing – masing.

Published in Kegiatan Kampus

Setelah sukses menggelar aksi kemanusiaan untuk rohingya Senin (10/09/2017), Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kembali turun untuk menggelar aksi kemanusiaan di Perempatan Juanda Depok Rabu (13/09/2017) pukul 16.00 sampai 18.00 WIB. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang merupakan gabungan antara LDK Senada, BEM dan DPM STT Terpadu Nurul Fikri.

Aksi kedua ini menjadi aksi galang dana ke jalan terakhir dari kegiatan kemanusiaan untuk rohingya yang sudah di rencanakan, meski begitu mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri tetap mengadakan penggalangan dana perkelas sampai hari sabtu kemarin.

Total dana yang terkumpul dalam aksi tersebut adalah Rp. 8.926.000, mendapat tambahan dari infaq LDK Rp. 2.200.000 sehingg total dana yang di salurkan ke Lembaga Sosial Nasional PKPU Rp. 11.126.000 yang diberikan langsung oleh perwakilan mahasiswa yaitu Ketua LDK Senada ke pihak PKPU.

Published in Pojok Mahasiswa

Utilitas Linux praktis ini akan menyimpan segala sesuatu kejadian yang Anda simpan ke clipboard. Item yang dipilih untuk ditonjolkan adalah Manajer Clipboard. Bagi Anda yang tidak mengenal manajer clipboard, ini adalah program kecil yang berjalan di belakang dan menyimpan semua kejadian yang disimpan ke clipboard. Kedengarannya memang sederhana, tapi kemungkinan akan meningkatkan produktivitas dari yang Anda harapkan sebelumnya. Ini juga sangat berguna saat menyalin sesuatu, biasanya akan menyadari sesuatu itu berarti ketika Anda telah kehilangan hal-hal yang memang di butuhkan.

Fitur yang digunakan

Saat memilih manajer clipboard, ada beberapa item yang harus dimiliki dan beberapa item yang bagus untuk dimiliki. Pertama, Anda harus memilih manajer clipboard yang terintegrasi dengan lingkungan desktop, shell, dan toolkit pilihan Anda. Integrasi ini akan menghasilkan pengalaman yang jauh lebih mudah. Anda juga harus memastikan program-program pengecualian, karena Anda tidak ingin kata sandi dan informasi sensitif lainnya tersimpan. Fitur lain yang harus digunakan adalah kemampuan untuk mengendalikan dari command line, scriptablity, adanya shortcut keyboard, dan fungsi pencarian.

Manajer Clipboard yang perlu dipertimbangkan untuk digunakan

Meski bukan daftar yang lengkap, berikut beberapa pilihan Manajer Clipboard yang bisa Anda gunakan, diantaranya :

1. Diodon : Terintegrasi baik dengan Unity dan GNOME, termasuk indikator applet yang bagus
2. CopyQ : Manajer clipboard lanjutan yang menerapkan cross platform
3. GPaste : Berbasis GTK + 3 dan terintegrasi baik dengan GNOME
4. Klipper : Pilihan yang bagus untuk pengguna KDE
5. Clipman : Pilihan ringan bagi mereka yang lebih memilih XFCE
6. Parcellite : Pilihan "fitur dasar yang sederhana" , sederhana bagi mereka yang menyukai kesederhanaan.

- Semoga Bermanfaat -

Published in Artikel
Wednesday, 13 September 2017 07:15

Pengembangan Artikel dan Pengukuran Teknologi

Perkembangan teknologi ini sekarang memiliki banyak kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah memberi dampak yang cukup besar pada kehidupan manusia dalam berbagai Aspek dan Dimensi.

Begitulah halnya dengan teknologi komunikasi yaitu Hardware dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu mengumpulkan, memproses dan bertukar informasi (menurut Rogers, 1986). Keadaan, dimana sebuah teknologi mampu mengubah sesuatu yang belum tentu bisa dijadikan kenyataan. Misalnya, jika orang pertama tidak bisa berbicara dengan orang lain yang berada di tempat yang jauh, maka setelah hadirnya telepon orang bisa bicara tanpa batas waktu dan jarak.

Dari sini, dengan ditemukannya berbagai perangkat sederhana, mulai dari ponsel berbasis analog, dikembangkan sehingga berkembang, kemudian hadirnya beragam perangkat elektronik lainnya. Sampai teknologi ini saling berintegrasi. Teknologi komunikasi yang ada adalah jawaban dari waktu. Hal ini terjadi karena majunya peradaban manusia maka teknologi akan terus mengalami perkembangan untuk menyelaraskan pola perkembangan zaman umat manusia itu sendiri.

1. Gagasan Teknologi Komunikasi dan Teknologi Informasi

Menurut Rogers, Teknologi 1986 adalah Hardware dalam struktur organisasi yang berisi nilai sosial yang memungkinkan individu mengumpulkan, memproses dan bertukar informasi (dalam kutipan dari materi perkuliahan pengembangan teknologi komunikasi, Jamroji s. Sos: hal.1). Dapat dikatakan bahwa teknologi komunikasi adalah penemuan baru dalam aspek kehidupan dimana masing-masing individu dapat menggunakan, mengakses, dan memberikan semua informasi tersebut kepada orang lain secara universal. Sedangkan menurut Ely, 1982 adalah Teknologi Informasi, yaitu termasuk sistem komunikasi seperti siaran langsung satelit, kabel dua arah interaktif, penyiaran pada penyiaran daya bertenaga rendah, komputer (termasuk komputer genggam pribadi dan komputer baru) , dan televisi (termasuk disk video dan tape kaset video), (dikutip dari teknologi komunikasi dalam perspektif Background & development, Zulkarimein Nasution 1989: 5). Antara teknologi komunikasi dengan teknologi informasi itu sendiri sebenarnya terjalin, tetapi tetap ada sisi yang membedakan keduanya.

2. Pengembangan Teknologi Komunikasi

Pada saat ini kebutuhan akan teknologi, informasi dan teknologi telekomunikasi sangat tinggi dari mulai menengah ke bawah dan menengah ke atas. Semua individu sangat membutuhkan teknologi untuk mempercepat pengembangan atau memperbaiki pembangunan individu dan kelompok. Perkembangan teknologi yang saat ini sangat cepat adalah teknologi komunikasi, yang menghadirkan pilihan bentuk teknologi dan kecanggihan.

Perkembangan komunikasi itu sendiri sebenarnya sejalan dengan kehidupan dan eksistensi umat manusia itu sendiri. Ada empat titik penentu utama dalam sejarah komunikasi manusia. Menurut Nordenstreng dan Varis (1973), adalah:
1. Akuisisi (aquisition) bahasa yang bersamaan dengan kelahiran manusia.
2. Perkembangan seni menulis dengan komunikasi berdasarkan pembicaraan.
3. Reproduksi kata-kata tertulis (kata-kata tertulis) dengan menggunakan alat printer, memungkinkan realisasi komunikasi massa.
4. Munculnya komunikasi elektronik, mulai dari Telegraph, telepon, radio, televisi hingga satelit. (dikutip dari teknologi komunikasi dalam perspektif Background & development, Zulkarimein Nasution 1989: 15).

Menurut Alvin Toffler ada tiga peradaban dalam pengembangan teknologi itu sendiri yaitu, Zaman pertanian, Industri dan hari-hari terakhir Era Informasi (dikutip dari teknologi komunikasi dalam perspektif Background & development, Zulkarimein Nasution.1989: hal 2).

Sebelumnya hanya menggaruk bagian belakang, bahwa teknologi komunikasi sebenarnya sudah muncul sejak masa pra-sejarah. Dimana pada saat itu sudah bisa menggunakan bentuk komunikasi. Tapi bentuknya masih sangat sederhana. Misalnya, bentuknya membatasi pergerakan badan alat, seperti bahasa gambar, suara tulang dan sebagainya. Tapi meski begitu, sudah dianggap sebagai bentuk komunikasi yang tepat pada saat itu.

Perkembangan lebih lanjut telah sedikit maju selangkah lebih baik, misalnya dalam bentuk Komunikasi Pictograf yang digunakan oleh orang Sumeria, Hierogliph oleh Mesir Kuno.

Published in Artikel

Saat ini Etnis Rohingya kembali menjadi sorotan dunia, masih dalam masalah yang sama yaitu terjadinya krisis kemanusiaan dan diskriminasi terhadap minoritas di Negara Myanmar tepatnya Myanmar bagian Rakhine. Konflik ini terjadi akibat adanya diskriminasi kewarganegaraan, dikutip dari laman rappler.com menurut ahli sejarah dan warga setempat kaum rohingya merupakan kaum atau etnis asli Negara bagian Rakhine sejak abad ke-19 ketika Myanmar masih dijajah oleh Inggris. Namun pemerintah Myanmar tidak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara atau kelompok etnis mereka. Hanya sekitar 40.000 yang diakui oleh pemerintah Myanmar dan diberikan hak kewarganegaraan.

Melihat keadaan darurat ini, Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri ambil sikap dengan menggelar Aksi Kemanusiaan Galang Dana Untuk Rohingya dengan tema “ WE CARE ABOUT ROHINGYA ” di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok pada hari Senin (10/09/2017) pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Aksi ini merupakan kegiatan kolaborasi antara LDK Senada, BEM dan DPM STT Terpadu Nurul Fikri yang dikoordinatori oleh Miftah Amarullah mahasiswa SI/2015.

Aksi Galang Dana ini akan dilakukan selama satu pekan di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, dimulai dari hari Senin hingga Sabtu dan Galang Dana di Jalan pada hari Senin di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok dan Rabu di Lampu Merah Juanda-Margonda Depok. Aksi ini diikuti oleh sebagian besar mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri dengan tujuan untuk sedikit membantu meringankan penderitaan saudara di Rohingya dalam bentuk materi.

Tak hanya Galang Dana, dalam Aksi ini Mahasiswa juga melakukan Orasi, Pembacaan Puisi dan ditutup oleh pernyataan sikap dari Ketua LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Dhani Fitriansyah. Dana terkumpul nantinya akan dikirimkan melalui Lembaga Sosial Nasional yaitu PKNU. Semoga konflik ini segera berakhir baik di Rohingya maupun di negara manapun dan donasi kami dapat meringankan dan membantu memenuhi kebutuhan mereka. Silahkan kirimkan donasi terbaikmu ke BNI Syariah 0558429116 an LDK Senada STT NF.

Published in Pojok Mahasiswa

Ping berfungsi untuk menguji konektivitas pada sebuah perangkat. Ping adalah sebuah tool yang memungkinkan Anda untuk mencoba apakah perangkat yang Anda gunakan terhubung dengan internet, sebuah komputer atau dengan perangkat jaringan lainnya.

Perintah ini akan mengirim sebuah paket data berukuran kecil ke sebuah alamat IP atau sebuah URL yang spesifik, kemudian jika paket data tersebut diterima, kemudian paket data tersebut akan dikirim kembali ke perangkat semula untuk menandakan bahwa perangkat tersebut terhubung dengan internet atau perangkat lainnya.

Ping juga memungkinkan Anda untuk melakukan uji coba kecepatan dari koneksi internet yang Anda gunakan dengan melakukan ping ke sebuah server spesifik. Anda akan mengetahui berapa kecepatan dari koneksi internet Anda dari seberapa lama paket tersebut akan terkirim dan diterima kembali. Semakin lama paket tersebut terkirim dan diterima kembali, semakin lambat koneksi internet yang Anda gunakan.

Secara default hasil yang dikeluarkan dari perintah ping ini adalah baris-baris teks yang memuat informasi dari hasil proses ping tersebut. Jika Anda merasa bosan dengan hasil keluaran tersebut, Anda bisa menggunakan sebuah tool yang mengeluarkan data hasil proses ping dalam bentuk grafis bernama Gping.

Gping sebuah tool open source yang bisa mencetak hasil keluaran dari perintah ping dalam format grafis di Terminal Linux. Gping bekerja sama seperti ping pada umumnya yang bisa Anda gunakan untuk melakukan ping ke sebuah alamat IP atau URL, namun data hasil dari proses ping tersebut divisualisasikan dalam bentuk grafis, sehingga membuat Anda lebih mudah melihat hasil dari proses ping.

Cara Install Gping di Linux Menggunakan Snap

Gping tersedia dan bisa digunakan untuk berbagai sistem operasi seperti Windows, MacOS, dan Linux. Pada Linux Anda bisa menginstallnya dari Snap package yang sudah tersedia Snap.

Buka Terminal pada Linux Anda dengan menekan kombinasi keyboard CTRL + ALT + T atau buka Terminal melalui menu aplikasi.

Kemudian masukkan perintah berikut pada Terminal untuk mengunduh dan memasang Gping pada perangkat Anda dengan menggunakan Snap :

sudo snap install gping && sudo snap connect gping:network-observe

Tunggu unduhan dan pemasangan Gping hingga selesai dan pastikan berhasil tanpa ada masalah. Jika proses pemasangan selesai, Anda dapat menggunakan Gping untuk menguji konektivitas dengan memasukkan perintah berikut pada Terminal :

gping

Jika Anda hanya memasukkan perintah Gping seperti diatas tanpa memasukkan tujuan proses ping secara spesifik, secara default Gping akan melakukan ping ke alamat Google.

Untuk melakukan ping ke alamat yang spesfik, Anda bisa melakukannya dengan menambahkan alamat IP atau URL yang lebih spesifik seperti berikut :

gping www.nurulfikri.ac.id

Published in Artikel
Tuesday, 05 September 2017 02:51

Unforgottable Moments In Malang City

Malang? Itu adalah sebuah Kota indah yang belum pernah terpikirkan sedikitpun untuk dikunjungi. Karena sebenarnya ada destinasi tempat yang harus Aku kunjungi yang tertera dalam buku resolusiku. Kala itu sedang duduk santai menikmati nada bersahutan yang berasal dari handphone akibat masuknya pesan dari Whatsapp. Ketika Aku buka, sempat tidak percaya waktu membacanya. Karena pesannya adalah terpilihnya Aku sebagai Delegasi Musabaqah Cabang Tartilil Qur’an Kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Sontak gembira dan langsung Aku kabari Ibuku yang sedang memasak di dapur. Reaksi Bersyukur, Positif, Haru, Bangga dan Bahagia pun muncul dari raut wajahnya.

Mulai saat itu, peraturan – peraturan pun mulai dibuat oleh Ibuku sampai jadwal belajar pun diatur oleh Ibuku. Tidak boleh makan ini, tidak boleh minum itu sampai hari perlombaan itu tiba. Yaaa sempet kesel sih karena tidak bisa makan sesuka nafsu dan minum sesuka hati. Tapi Aku yakin itu yang terbaik untukku. Setiap pagi harus jalan – jalan di luar untuk memperpanjang napas sehingga nanti Aku saat lomba tidak kehabisan napas. Benar saja, beberapa kali Aku lakukan, Alhamdulillah suaraku mulai merdu dan tajwid mulai lebih baik dari sebelumnya begitu juga napasku lebih panjang dari sebelumnya. Selain dibimbing oleh Ibuku, Kampus STT NF pun memfasilitasi Ustadz yang ahli dibidangnya untuk membimbing Musabaqoh Cabang Tartilil dan Tilawatil.

Alhamdulilah Allah swt permudah segalanya hingga tanggal yang aku nanti – nantikan itu hadir. Yap! Kemarin adalah Tanggal 27 Juli 2017. Aku belum sempat packing dari sebelumnya karena memang numpuknya aktivitas pada saat itu, hingga akhirnya harus packing di hari H. Aku mendapat kereta jam 18.16 wib di Stasiun Pasar Senen. Dan saat hari H itu, grup yang diberi nama Peserta MTQ MN XV itu sangat ramai. Dan Official kami yaitu Kak Nina dan Kak Yudho sangat membantu kami mulai dari tibanya kami di Stasiun Pasar Senen sampai pulang ke rumah. Aku mulai langkahkan kaki dengan tingginya tas karena Aku membawa cariel dan tas selempang kecil di depan ke Stasiun Pasar Senen. Dan akhirnya sampailah di Stasiun Pasar Senen sekitar jam 16.00 wib. Disana kami janjian dengan Delegasi Cabang lain dan akhirnya bertemu. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 wib, dan teman kami belum juga menunjukkan batang hidungnya yaitu Akmal. Gelisah mulai melanda. Dan akhirnya kami memutuskan untuk masuk sebagian ke kereta dan meninggalkan satu teman kami untuk menunggu Akmal.

Kami kumpulkan tiket kereta dan ktp kami, dan saat itu satu teman kami terlihat bingung mencari keberadaan tiketnya. Dan akhirnya dia pun bilang kalau tiketnya hilang. Kami pun kaget dan mulai kacau, akhirnya dia hampir pasrah untuk tidak ikut ke Malang, tapi akhirnya Agung membantu mencarinya dan akhirnya ketemu. Yap! Tiketnya diselipan tasnya dan dia nyari di dompet yaa jelas tidak ketemu lah hehe. Akhirnya kami langsung bergegas masuk ke kereta dan mencari no kursi yang sesuai dengan yang tertera di tiket kereta. Kami pun menunggu Akmal dan Nendi yang menunggu Akmal di Stasiun Pasar Senen, dan akhirnya sampailah mereka di dalam kereta.

Alhamdulillah Allah swt selalu mempermudah langkah kami. Setelah itu kami terus menikmati perjalanan yang ditemani oleh suara gujes gujes selama kurang lebih 16 jam. Dengan bangku yang super serius kalau kata Chai, kami nyaman disana karena adanya kebersamaan yang menurutku indah dan tidak bisa dilupakan. Selama perjalanan bangku yang diduduki kami selalu ramai dengan celotehan Agung, pertanyaan yang tidak berfaedahnya Agung dan jawaban yang tidak berfaedahnya kami hehe. Sampai akhirnya orang – orang yang duduk disekeliling kami ikut merasakan kebahagiaan. Akhirnya tulisan “Malang” pun muncul di depan kereta kami dan tandanya kami sudah sampai di kota tujuan.

Kami pun bergegas merapikan bawaan kami dan menggendong apa yang kami bawa sampai kami bertemu dengan Panitia yang membimbing Kampus kami selama di Malang. Kami naik ke elf dan sepanjang perjalanan menuju UIN Malang, bahasan kami adalah bakso dan makanan karena kondisi perut yang sudah harus diisi hehe. Di saat itu, kami sudah mendapat jadwal tampil kami dan rasanya jantung berasa sedang jatuh cinta terus – menerus karena detakannya yang terlalu cepat. Dan aku mendapat jadwal tampil di Hari Ahad di sesi pertama dari jam 07.00 – 12.00 wib di Universitas Brawijaya. Sesampainya di UIN, kami segera mencari Asrama kami dan disitulah kami berpisah dengan teman Ikhwannya karena area Ikhwan dan Akhwat yang terpisah lumayan jauh. Kami bawa barang – barang kami menuju Asrama Fatimah, karena kata LO kami, kamar kami di Asrama Fatimah. Sesampainya di Asrama Fatimah, kami mendapat kamar di lantai 4 paling atas.

Menaiki tangga dan membawa segudang perlengkapan itu luar biasa dan sampailah kami di depan kamar 51. Kami melihat nama yang tertempel di pintu kamar, ternyata tidak ada nama kami, akhirnya kami mengecek Asrama kami di handphone, dan ternyata Asrama kami Asma bukan Fatimah. Sungguh luar biasa perjuangan hari itu. Sesampainya di dalam kamar, kami rebahkan tubuh kami yang mulai butuh dengan Kasur. Kami sekamar dengan mahasiswi dari UNS (Universitas Negeri Solo) karena jumlah kami sedikit hanya bertiga. Mulai hari itu, kami mulai latihan dengan cabangnya masing – masing dan Aku dibantu sama Ibuku belajar menggunakan Video Call.

Ahad pun tiba, pagi hariku sudah rapi dengan Almamater Biruku dan Aku kalungkan Id Card Musabaqahku. Tak lupa Aku bawa Qur’an yang Ibuku pesan. Aku latihan terus menerus dan perasaan mulai tidak karuan sulit untuk dijelaskan. Sungguh luar biasa detakan jantung pada saat itu. Aku langkahkan kaki menuju Unibraw dan sampailah di gedung dimana aku akan lomba yaitu Gedung UB TV. Aku masuk ke ruangan itu ditemani dengan Dua Official Kampusku. Maa syaa Allah melihat gedung itu, suasana itu panggung itu dan juri itu membuatku ingin pulang saja. Tapi Aku ingat dengan nasihat – nasihat Ibuku kalau Aku harus menampilkan yang terbaik.

Sesi pertama pun dimulai, Aku mendapat no urut 112 dan dipersilahkan duduk di tempat peserta. Lagi – lagi detakan jantungku tidak karuan setelah melihat peserta demi peserta tampil. Dan tibalah saat giliranku, Aku pun dipersilahkan duduk di tempat khusus pertanda setelah ini adalah no urut ku. Dan Aku dipersilahkan untuk mengambil Maqra’ atau bacaan yang akan Aku baca nantinya. Rasa takut, senang, haru, was - was , deg - degan campur aduk kala itu. Aku di breafing oleh Panitia dan MC menyebutkan no urutku pertanda Aku harus masuk ke ruangan kaca itu. Aku pun berjalan menuju ruangan kaca itu dimana seluruh kampus yang terdaftar dalam musabaqoh cabang ini, duduk ditempat itu.

Tidak ada suara sama sekali yang terdengar dalam ruangan itu, Aku hanya melihat lampu pertanda Aku harus memulai bacaanku. Awalnya grogi, tapi lama – kelamaan Aku menikmati membaca di dalam ruangan itu, ternyata tidak segrogi yang Aku bayangkan. Lampu sudah berwarna merah pertanda bacaanku mulai diselesaikan. Dan Alhamdulillah sekali lagi Allah swt permudah segalanya. Aku serahkan segala ikhtiarku padaNya. Saat itu pertama kalinya Aku menikmati udara segar di Kota Malang dengan detakan jantung yang normal karena lepasnya tanggung jawab besarku saat itu.

Akhirnya kami pun menentukan tujuan jalan – jalan kami, karena di setiap MTQMN ternyata ada saat jalan – jalannya. Bersyukur sekali Aku pada saat itu bisa merasakan indahnya Pantai di Malang. Tidak terasa 8 hari sudah kami lewati bersama. Dan Tanggal 3 Agustus pun tiba, tandanya kami harus bersiap – siap kembali ke Jakarta. Rasanya ingin berlama – lama disana dengan suasana yang teduh karena Lantunan Al Qur’an dan sejuknya Kota Malang, tapi perjuangan kami belum selesai di Jakarta. Nilai pun mulai keluar satu per satu dan Allah swt masih belum memberikan Kampus kami STT NF masuk ke Final. Tapi kami tidak berputus asa, bahkan kami bertekad untuk ikut pada MTQ MN selanjutnya. Karena menurut kami, bukan karena kami tidak layak untuk masuk ke Final , tetapi Allah swt tahu waktu yang tepat untuk Kampus kami STT NF terpilih ke babak Final.
Wallahu a’lam bisshowaf

Published in Kisah dan Curhat

Selain menggunakan smartphone, Anda juga sering menggunakan komputer atau laptop dalam keseharian Anda, baik untuk bekerja, kuliah, ataupun sekadar hiburan. Komputer yang terhubung ke dalam jaringan internet nyatanya bisa mengancam data dan privasi Anda loh. Maraknya pemberitaan mengenai peretasan yang terjadi di Indonesia tentu membuat Anda khawatir akan keamanan komputer Anda. Dapat dilakukan dalam keseharian Anda.

7 Langkah Super Mudah Untuk Meningkatkan Keamanan Komputer

1. Gunakan Selalu Incognito Mode Saat Berada di Luar

Saat Anda berpergian, terkadang Anda memerlukan komputer untuk mengakses email, media sosial, dan sebagainya. Anda pun bisa mengaksesnya melalui jaringan internet yang tersedia, misalnya di warung internet, perpustakaan, atau hotel.

Fitur incognito mode sangat berguna apabila Anda mengakses data penting saat berselancar internet terutama di tempat publik. Saat masuk dalam mode ini, Anda tidak perlu khawatir data Anda tersimpan, bahkan saat lupa menekan tombol logout sekalipun.

2. Jangan Pernah Lupakan Antivirus

Saat membeli komputer baru, banyak orang khawatir akan fitur keamanannya sehingga menginstall beberapa aplikasi sekaligus, seperti antivirus, antispyware, dan internet security. Tentu hal ini akan membebani kinerja komputer yang berimbas pada performa yang lelet.

Anda sebenarnya tidak perlu khawatir, karena sistem operasi seperti Windows 10 sudah menyediakan antivirus bawaan. Jika terasa masih kurang, Anda cukup menginstal sebuah antivirus lagi, seperti Avast, AVG, Panda, Kaspersky, dan sebagainya.

3. Selalu Update Sistem Operasi dan Aplikasi

Kebanyakan orang meninggalkan proses update baik itu pada sistem operasi maupun aplikasi yang digunakan pada komputernya. Berbagai alasan dikatakan mulai dari lamanya proses update, kinerja komputer yang bakal menurun, dan sebagainya.

Buat Anda yang tidak terhalang dengan kuota internet melakukan proses update dapat meningkatkan fitur keamanan juga loh. Selain fitur keamanan proses update terutama sistem operasi malah akan meningkatkan performa komputer.

4. Ganti Password Secara Berkala

Sadar tidak, sudah berapa lama sejak terakhir kali Anda mengganti password akun email? Mengganti password secara berkala setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali sangat dianjurkan dibanding menggunakan password dengan berbagai kombinasinya.

Untuk mempermudahnya, Anda bisa menggunakan aplikasi kalender untuk memberitahu saatnya mengganti password. Anda juga bisa menggunakan beberapa aplikasi password manager untuk mengelola password pada berbagai akun yang digunakan.

5. Backup Data dan Dokumen Penting

Jika Anda sering berkerja secara offline, tentu Anda bakal menyimpan data dan dokumen Anda pada drive penyimpanan yang tersedia. Untuk mencegah kehilangan data yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, Anda dapat melakukan proses backup.

Anda bisa backup data dan dokumen Anda secara online pada layanan penyimpanan cloud seperti OneDrive atau Dropbox. Sementara itu, buat Anda yang jarang tersambung ke jaringan internet, backup data Anda pada flashdisk atau hardisk eksternal bisa jadi solusinya.

6. Jangan Sembarangan Melakukan Pembayaran Online

Di zaman yang serba praktis ini, berbelanja secara online bisa menjadi pilihan tepat. Selain menghemat waktu dan tenaga, melakukan belanja online terkadang punya harga yang lebih murah. Namun, Anda pun harus berhati-hati dan jangan sembarangan melakukan pembayaran secara online.

Gunakan platform belanja online atau e-commerce terpercaya dalam melakukan sistem pembayaran, terutama yang menggunakan sistem rekening bersama (rekber). Untuk mencegah penipuan, hindari memberikan data pribadi dan nomor rekening pada saat berbelanja secara pribadi.

7. Abaikan Pesan Spam Pada Media Sosial

Sering kali Anda menerima pesan berantai yang berisikan promosi atau iklan yang menarik di berbagai sosial media. Bukannya menguntungkan, pesan spam malah berbahaya loh bagi data dan privasi Anda. Jangan sesekali membuka link yang disertakan secara sembarangan.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memverifikasi link yang dibagikan apakah sudah benar atau belum. Gunakan Google untuk mengecek situs resmi dari pesan yang diterima. Selanjutnya hapus dan jangan lagi membagikan pesan spam tersebut.

Nah, itulah 7 langkah super mudah yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan keamanan komputer. Hal-hal yang bisa Anda lakukan sehari-hari ini, tentu akan menjaga data dan privasi Anda juga. Semoga Bermanfaat.

Published in Artikel
Monday, 04 September 2017 03:17

MTQ MN XV 2017

Semua berawal ketika ada info MTQMN (Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional) XV 2017, saya pun mencoba mendaftarkan diri untuk diseleksi dari kampus. Pada hari yang telah ditentukan seleksi pun dimulai, kami diminta untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Banyak dari kami yang mendapatkan koreksi dari penguji termasuk saya guna kembali memperbaiki bacaan kami karna sangat penting mengingat apa yang akan kita baca adalah mukjizat terbesar Rasulullah SAW dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Alhamdulillah saya terpilih untuk mewakili STT Terpadu Nurul Fikri dengan kategori tartilil Qur’an. Karena masih memiliki waktu sampai hari berlangsungnya MTQ MN di Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang maka kami pun melakukan pelatihan baik itu yang sudah disediakan oleh kampus maupun latihan individu masing-masing, baik itu dengan guru kami maupun tilawah setiap harinya agar lidah kami selalu terbiasa dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Telah tiba waktu untuk pergi ke kota Malang dimana MTQMN digelar, saya pun berangkat dengan ojek online menuju st. Tanjung barat karena telah ditunggu oleh mahasiswa/i STT NF yang menjadi peserta MTQ MN juga untuk berangkat ke st. Pasar senen karena keberangkatan kami dari sana. Setiba di st. Pasar senen kami pun menunggu kereta kami yang akan berangkat pukul 17.30 dan akan tiba di Malang pukul 10.00. Waktu perjalanan selama 16 jam tidak terasa di kereta karena diisi dengan canda tawa dari kami untuk menenangkan hati agar tidak gugup saat sampai di Kota Malang. Sesampainya di Malang kami pun disambut oleh LO (Liason Officer) kami yang bernama mas Musleh Kadafy dengan ramah untuk mengantarkan kami ke asrama kami di UIN Maliki (Maulana Malik Ibrahim). Setelah sampai di asrama kami pun bersiap untuk sholat jum’at, setelah itu kami di briefing oleh official kami yaitu bang yudo dan kak nina tentang situasi perlombaan besoknya. Malam hari tiba kami pun pergi ke Universitas Brawijaya untuk menyaksikan pembukaan MTQ MN XV 2017, sebuah pembukaan yang spektakuler yang masih terbayang di ingatan saya. Bagaimana pesembahannya, pencahayaannya, dan penampilan qori yang menggetarkan hati kami semua.

Hari telah berganti, setelah selesai sholat shubuh berjama’ah di Masjid UIN Maliki kami pun bersiap untuk menuju Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) menggunakan bus yang telah disediakan oleh panitia MTQMN untuk mengikuti babak penyisihan. Karena kategori yang berbeda kami pun berpisah untuk menuju tempat seleksi masing-masing. Untuk Kategori Tartilil Qur’an yang mewakili STTNF ada 2 mahasiswa yaitu saya dan Afifah Sausan yang juga menjadi teman sekelas saya di Kampus STTNF, kami pun didampingi oleh kak nina selaku official kami. Setiba di tempat penyisihan kami pun diminta untuk registrasi ulang dan mengambil nomor urut tampil kami dan dipersilakan duduk untuk menunggu giliran pengambilan maqro bacaan kami.

Sambil menunggu dimulainya babak penyisihan saya pun mencoba menenangkan hati dengan membaca Al-Qur’an. Pada pukul 08.00 babak penyisihan pun dimulai oleh MC di kategori tartilil qur’an, setelah pembukaan selesai MC pun memanggil peserta pertama untuk mengambil maqro bacaan dan bersiap untuk naik ke panggung. Waktu terus berlalu dan peserta mulai bergantian melantunkan ayat suci Al-Qur’an sesuai maqro bacaan yang mereka ambil. Sesaat sebelum saya maju untuk mengambil maqro ternyata ada break selama 15 menit, saya menggunakan waktu tersebut untuk berwudhu lagi untuk menenangkan hati saya. Pada pukul 10.10 penyisihan pun dimulai kembali dan nama saya pun dipanggil untuk mengambil maqro bacaan, dan saya pun mendapat maqro QS. Al-Hajj ayat 1-5.

Saya pun dipersilakan untuk naik ke panggung dan masuk kedalam ruangan kaca yang kedap suara. Gugup yang saya rasakan sesaat sebelum tampil membuat saya kurang percaya diri saat akan memulai bacaan. Lampu hijau telah menyala pertanda diizinkannya memulai bacaan. Saya pun mulai membaca dengan hati-hati agar tidak ada kesalahan dalam bacaan saya, pada ayat terakhir saya melakukan kesalahan kecil yang menyebabkan pengurangan terhadap nilai saya. Lampu merah telah menyala menandakan akhir dari bacaan, saya pun mengakhiri bacaan saya. Alhamdulillah tidak ada kesalahan fatal terhadap bacaan saya, walaupun sempat terpeleset di ayat terakhir dikarenakan kurang menarik nafas saat akan memluai bacaan kembali, tapi saya tidak menyesal karena telah berani tampil dan sudah memberikan yang terbaik untuk STT NF. Saat selesai di kategori tartilil kami pun melihat seleksi kategori yang lain dan disana kami bertemu dengan LO kami lainnya yaitu mba Ulyl. Setelah kami semua selesai melaksanakan seleksi di hari itu kami pun kembali ke asrama masing-masing.

Hari pun terus berganti, Tak lupa kami pun diberikan penawaran untuk sekadar jalan-jalan dibeberapa objek wisata di Kota Malang oleh panitia MTQMN, kami pun setuju untuk memilih Pantai Balekambang dan Pantai Goa Cina. Tiba hari dimana kami akan pergi jalan-jalan di Kota ngalam (Malang) begitu sebutan orang sana, mereka sering membalik perkataan mereka seperti “arek malang” menjadi “kera ngalam”, “singo edan” menjadi “ongis nade” dan banyak lagi. Kami diminta untuk berkumpul di depan masjid UIN Maliki untuk menunggu bus keberangkatan menuju destinasi tujuan kami bersama dengan peserta MTQMN lainnya oleh panitia Seharian penuh kami bermain pasir dan air di kedua pantai tersebut, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.00 yang menandakan kami harus kembali ke bus kami untuk perjalanan pulang menuju asrama kami di UIN Maliki.

Hari kembali berganti, jam menunjukkan pukul 04.30 kami pun disambut dengan lantunan adzan shubuh dan udara dingin kota Malang dan kami pun bersiap untuk sholat shubuh. Setelah sarapan pagi kami pun kembali menuju Universitas Brawijaya untuk melihat pengumuman seleksi dan berjalan-jalan di bazaar MTQMN untuk membeli buah tangan. Kabar hasil pengumuman kami sudah kami terima dan Alhamdulillah Allah belum mengizinkan kami untuk melaju ke babak final, mungkin ini adalah teguran dari Allah agar kami terus belajar dan berjuang lagi dikemudian harinya. Kekalahan tersebut tidak membuat kami berkecil hati, karena seperti kata official kami “ngga usah sedih dan nyesel mungkin Allah belum mengizinkan kalian masuk ke babak final tapi Allah sudah mengizinkan kalian untuk mendapatkan pengalaman berharga ini yang ngga bisa di dapetin sama mahasiswa Nurul Fikri lainnya, tetep semangat belajar Al-Qur’an nya semoga MTQMN selanjutnya Allah mengizinkan kalian lagi untuk kembali ikut serta dan bisa masuk final”. Pengalaman yang sudah kami dapat dari Malang tersebut In Syaa Allah menjadi modal kami dan mahasiswa Nurul Fikri lainnya untuk MTQMN XVI 2019.

Tidak terasa sepekan sudah kami di Kota Malang, kami pun harus kembali ke Kota Depok untuk kembali melakukan aktivitas kami disana. Saat akan pulang kami pun berpamitan dengan LO kami disana, sayangnya kami hanya dapat bertemu dengan mas musleh karena mba ulyl masih ada urusan di Universitas Brawijaya. Sebelum naik ke mobil yang akan mengantarkan kami ke st. Malang Kota baru saya dan nendi sempat berfoto dengan mas musleh untuk mengabadikan momen terakhir kami di MTQMN XV 2017 tersebut.

Demikian sedikit kisah saya saat berada di Malang dalam Kompetisi Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional ke-15 Tahun 2017 (MTQ MN XV 2017), Semoga kisah singkat tersebut dapat menginspirasi siapa saja yang membacanya.

Published in Kisah dan Curhat
Page 1 of 24