Apa Kabar UAS?

Ya, Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri masih dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester atau UAS. Saat yang lain sibuk belajar untuk menghadapi UAS, terdapat beberapa mahasiswa yang justru sibuk menjadi Project Officer (PO) acara organisasi internal kampus. Salah satunya adalah Huda Izzatul Haq. Mahasiswa yang akrab disapa Huda ini memang tiada hentinya melakukan  inovasi. Pasalnya Huda memilih menjadi PO salah satu program Lembaga Dakwah Kampus disamping kesibukannya yang tengah mengadapi Ujian Akhir Semester. Memang seperti itulah seorang Huda, tak hanya menyandang status sebagai mahasiswa yang aktif dalam kegiatan yang berbau akademik namun juga non-akademik.

 

Memiliki ketangkasan dan kemampuan kepemimpinan yang baik menjadikan Huda diutus menjadi PO dalam acara Musyawarah Umum Anggota (MUA) yang merupakan sebuah agenda untuk menentukan ketua baru LDK Senada di periode baru kepemimpinan LDK yang tak lama lagi akan segera tiba. Meski hal tersebut cukup menyita waktu belajarnya, namun ia tetap totalitas dalam mengemban amanah yang diterima. “Ketua MUA iya, UAS juga iya. Gak perlu diambil pusing, jalani aja” Ungkap Huda. Tentu bukan hal mudah untuk membagi waktu antara ujian dan organisasi ataupun membuat sebuah kebijakan pada suatu forum di kala pikiran sedang sibuk memikirkan ujian, terlebih ini berkaitan dengan pemimpin baru LDK Senada masa depan. Bukan hanya fisik yang dikuatkan, namun juga kesiapan mental menjadi kunci utama keberhasilan Huda memanajemen waktunya sehari 24 jam. “Dijalani aja, anggap aja ladang mencari pahala, apalagi sedang UAS, nanti semoga nilainya besar. Aamiin” Lanjut Huda. Tak banyak memang mahasiswa yang mempunyai ketangguhan seperti Huda, dengan tekanan mental menghadapi UAS saja terkadang banyak yang mengalami stress apalagi jika di waktu yang bersamaan diamanahi amanah yang cukup besar seperti Huda dimana keputusannya menentukan keberlangsungan LDK Senada kedepannya.

Published in Pojok Mahasiswa

Pada tanggal 24 Mei 2018 LDK Senada mengadakan buka bersama di Rumah Makan Suhariasih. Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 16.30 sampai 19.00 WIB. Agenda tersebut dihadiri oleh 21 anggota dari total 36 anggota.

Tujuan dari kegiatan tersebut merupakan ajang kebersamaan antar anggota Senada 2018. Agenda tersebut diawali dengan pembukaan dari MC acara yang dibawakan oleh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri angkatan 2017 yaitu Farras Syafira. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Senada 2018 yaitu mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri angkatan 2015 yaitu Miftah Amrullah.

Setelah sambutan dari ketua dilanjutkan dengan kesan pesan dari anggota Senada 2018 setelah bergabung kurang lebih 3 bulan di Senada. Acara berlangsung dengan baik dan diakhiri dengan doa penutup yang dibawakan oleh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri angakatan 2017 yaitu Naufal.

Published in Pojok Mahasiswa
Selasa, 08 Mei 2018 02:37

SKS Jilid 2 : Strategi Dakwah jitu

Lembaga Dakwah Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Senda, mengadakan acara SKS (Sekolah Kaderisasi Senada) Jilid 2. Sesuai Namanya, kegiatan ini adalah lanjutan dari kegiatan senada sebelumnya yang dilaksanakan beberapa minggu lalu.

Sekolah Kaderisasi Senada Jilid 2 ini dilaksanakan 27 April 2018 lalu. Dengan mengusung tema strategi dakwah jitu, menambah unsur menarik pada acara ini. Dengan materi yang menarik dan juga disampaikan oleh pemateri yang interaktif, membuat makna acara ini semakin menarik.

Pemateri dalam acara SKS kali ini adalah Muhammad Natsir, S. Kom. Beliau merupakan Almunus STT Terpadu Nurul Fikri 2017 sekaligus Alumnus Senada tahun 2016. Dalam materi singkatnya beliau menyebutkan ada 4 (empat) strategi dakwah yaitu : Tujuan Hakiki, Tujuan Umum, Tujuan Khusus, Tujuan insekdesial. Beliau juga menyebutkan ada 6 (enam) unsur – unsur dakwah yaitu : Subjek dakwah, Objek dakwah, Materi dakwah, Metode dakwah, Media dakwah, Efek dakwah.

Materi yang menarik dikemas dengan gaya penyampaian yang interaktif tentu saja menambah kesan positif bagi peserta SKS ini sehingga membuat acara tersebut bertambah mmeriah. Selain pemateri yang menarik, SKS kali ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), hal tersebut menambah kesan tersendiri bagi panitia SKS karena dihadiri langsung oleh ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa. “tentu saja ini membuat kami senang sekaligus tegang karena dihadiri langsung oleh ketua DPM kita, Kak Zaki”. Ujar salah satu panitia SKS Jilid 2.

Kehadiran Ketua DPM beserta anggotanya tidak lain adalah untuk memantau secara langsung acara SKS Jilid 2 tersebut sebagai salah satu program kerja DPM itu sendiri. “ya, ini juga salah satu program kerja kami yaitu memantau keatifan LFK dikampus. Sekalian lihat secara langsung acara SKS ini.” Jawab ketua DPM, Dzaki Mahfudz. “acaranya menarik, bagus untuk membentuk kader – kader dakwah di kampus kita.” Tambahnya.

Dengan acara SKS ini tentu saja menuai banyak manfaat, baik untuk Senada itu sendiri maupun bagi seluruh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri. “Insyaa Alloh acara ini akan kami lanjutkan melihat dari manfaatnya yang bukan hanya untuk kami tapi juga untuk umum (Mahasiswa).” Ujar salah satu panitia SKS Jilid 2.

Dengan mengusung semangat Kolaborasi, bukan hanya Senada dengan SKS nya saja tapi juga semua LFK STT Terpadu Nurul Fikri diharapkan mampu membuat sesuatu hal yang bermanfaat bagi seluruh mahasiswa. Dengan dipicu oleh acara – acara seperti SKS ini akan membuat hubungan antar mahasiswa semkain erat dan tentunya memiliki semangat berdakwah.

Published in Kegiatan Kampus
Sabtu, 28 April 2018 15:51

Sekolah Kaderisasi Senada Part 2

Jumat, Tanggal 27 April 2018, telah diadakan Sekolah Kaderisasi Senada Part 2 yang diselenggarakan oleh Divisi PSDM (Pengelolaan Sumber Daya Manusia). SKS Part 2 dimulai dari pukul 15:00-18:00 WIB. Agenda ini merupakan agenda upgrading untuk pengurus LDK Senada 2018, dimana agenda ini dilakukan 2 kali selama masa kepengurusan Senada dan wajib dihadiri oleh seluruh pengurus Senada 2018.

SKS Part 2 kali ini diisi oleh Muhammad Natsir dengan tema "Strategi Dakwah Masa Kini" yang merupakan Ketua Senada 2016. Setelah mengikuti agenda ini, diharapkan seluruh pengurus Senada 2018 dapat melakukan dakwah dengan strategi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Tidak hanya diisi dengan sesi materi saja, SKS Part 2 juga mengadakan simulasi agar pengurus Senada yang hadir lebih memahami tentang tema tersebut. Agenda ini diakhiri dengan penutup dan do'a serta foto bersama.

Published in Kegiatan Kampus
Selasa, 03 April 2018 06:17

Pertemuan Pertama LDK Senada STT-NF

Pada hari Sabtu tanggal 17 Maret 2018 LDK Senada melakukan agenda First Meet dan Pra Raker (Rapat Kerja) yang berlokasi di Masjid Nurul Fikri dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Agenda ini merupakan agenda tatap muka pertama Senada 2018 yang dihadiri kurang lebih oleh 26 orang. Agenda ini dipimpin oleh ketua LDK Senada 2018 yaitu Miftah Amrullah mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri jurusan sistem informasi angkatan 2015.

First Meet kali ini membahas tentang pemantapan visi misi Senada kepada seluruh anggota karena masih banyak yang belum paham tentang visi misi yang akan dibawa, maka dari itu perlu adanya pencerdasan dan pemantapan pemahaman terhadap visi misi Senada sebelum menyusun program kerja. Agenda selanjutnya adalah sosialisasi form yang akan dibuat selama kepengurusan Senada 2018, diantaranya form notulensi, form lpj, form berita acara. Terakhir dilanjutkan diskusi tiap departemen atau biro untuk membicarakan dan menyusun proker (Program Kerja) yang akan dikerjakan dan sesuai dengan visi misi Senada.

Sebelum penutupan, diadakan presentasi singkat untuk tiap departemen dan biro, namun tidak ada sesi tanya jawab karena sesi tanya jawab akan dilakukan ketika raker (Rapat Kerja) LDK Senada 2018 yang akan dilaksanakan sepekan setelah pertemuan ini. Terakhir, pertemuan ini ditutup oleh do’a dan foto bersama.

Published in Pojok Mahasiswa
Selasa, 03 April 2018 05:53

Raker (Rapat Kerja) LDK Senada STT-NF

LDK Senada melaksanakan raker (rapat kerja) yang diadakan dalam dua hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 24 - 25 Maret 2018 di Kampus B STT Terpadu Nurul Fikri. Rapat kerja merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh setiap LFK (Lembaga Formal Kampus) di awal kepengurusan untuk menentukan program kerja apa yang akan dilakukan selama 1 periode kepengurusan.

Raker LDK Senada dihadiri oleh 32 anggota dari total keseluruhan yaitu 36 orang. Agenda raker dimulai dari memberi motivasi dari ketua LDK Senada yaitu Miftah Amrullah agar seluruh anggota dapat menjalankan kepengurusan ini dengan semangat dan sebaik-baiknya. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi program kerja tiap departemen dan biro yang terdapat di LDK Senada. Setiap presentasi departemen memunculkan banyak perdebatan yang akhirnya melahirkan program yang terbaik yang akan ditetapkan sebagai program kerja sah setiap departemen.

Selama rapat kerja berlangsung banyak keceriaan yang terukir di wajah anggota LDK Senada, khususnya mahasiswa angkatan 2017 yang baru merasakan organisasi di Kampus. Mereka terlihat sangat bersemangat dalam menjalankan kepengurusan di LDK Senada ditandai dengan ide program kerja luar biasa yang belum pernah dilakukan oleh LDK Senada selama 3 periode sebelumnya. Hal tersebut membuat Ketua LDK Senada menjadi bangga dengan ide-ide tersebut.

Rapat kerja LDK Senada berakhir pada pukul 12.00 WIB di hari Minggu dan ditutup dengan Foto bersama seluruh anggota LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri.

Published in Kegiatan Kampus
Minggu, 14 Januari 2018 23:11

Kerjasama LDK Senada dan LDK STIE

Senin 8 Januari 2018 bertempat di STT-NF, Senada bekerjasama dengan STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Kelapa Dua Depok. Lembaga Dakwah Kampus Senada STT Terpadu Nurul Fikri mengadakan kerjasama pengembangan dakwah dan berbagi cerita tentang bagaimana membangun dan mengembangkan sebuah lembaga dakwah di kampus saat pertama kali dibentuk.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan empat orang dari STIE sendiri dan enam orang dari LDK Senada. Pada kesempatan kali ini Kak Hendra selaku pendiri dan pemimpin LDK Senada yang pertama menjadi Narasumber untuk membantu menjawab persoalan yang dimiliki antara LDK STIE dan LDK Senada.

Permasalahan dan kiat-kiat yang diusung yaitu bagaimana mendirikan sebuah LDK baru pada kampus yang belum memiliki LDK sendiri. STIE  dipimpin oleh Hamid memberikan pemaparan bagaimana keadaan Lembaga Dakwah mereka saat ini dan urgensi dakwah di kampusnya. Dengan adanya kerjasama yang telah dilakukan, diharapakan perkembangan dan aktifitas Dakwah di STEI mennjadi lebih maju dan terus berkembang lagi.

Published in Kegiatan Kampus
Minggu, 29 Oktober 2017 20:05

Nonton Bareng Film "Koran By Heart"

Pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 LDK Senada menyelenggarakan nonton bareng film Koran By Heart. Agenda ini dihadiri oleh seluruh anggota LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri. Agenda ini belangsung kurang lebih pukul 15.30 – 18.00 WIB di ruang b204 gedung STT Terpadu Nurul Fikri. Agenda ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Departemen Media LDK STT Terpadu Nurul Fikri. Rangkaian agenda nya yaitu pembukaan dan sambutan oleh kepala departemen Departemen Media yaitu Hamdan Ainul Atmam Al Faruq kemudian langsung ke sesi nonton bareng dan kemudian tanya jawab (diskusi) terkait film yang baru ditonton dan penutup.

Agenda ini merupakan proker Inspiring From The Movie dari Departemen Media. Suasana kondusif ketika sedang berlangsung. Hal ini terjadi karena antusiasnya peserta dengan film Koran By Haert tersebut. Nonton bareng ini juga dihadiri oleh beberapa anggota magang LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri. Di LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri membuka magang bagi mahasiswa baru yang belum dapat bergabung ke LFK (Lembaga Formal Kampus) secara resmi karena memang belum regenerasi. Dan diharapkan setelah magang dan tergabung secara resmi di LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri dapat berkontribusi secara maksimal Karena sudah mendapat pencerdasan dan pembelajaran sebelumnya.

Film Koran By Heart ini adalah film documenter yang menceritakan tentang membentuk budaya menghafal qur’an. Karena sejatinya kita sebagai umat islam seharusnya menjadikan al qur’an sebagai kekasih yang selalu dibawa kemanapun setiap kali bepergian, tetapi melihat zaman sekarang dimana sebaliknya orang menjadi sangat gelisah disaat tidak membawa handphone. Padahal itu tidaklah menyelamatkan kita ketika di akhirat nanti. Maka dari itu Departemen Media menyelenggarakan agenda ini untuk merefleksikan diri.

Berakhirnya sesi nonton maka beranjak ke agenda selanjutnya yaitu tanya jawab dalam bentuk diskusi. Setelah itu penutupan oleh Kepala Departemen Media LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri.

Published in Kegiatan Kampus
Selasa, 17 Oktober 2017 23:00

Mentoring Gabungan Kemuslimahan Senada

LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Senada STT Terpadu Nurul Fikri baru saja mengadakan kegiatan mentoring gabungan khusus untuk perempuan atau akhwat. Acara ini diselenggarakan oleh Divisi Kemuslimahan sebagai panitia penyelenggara acara kali ini. Tepatnya jumat 12 Oktober 2017 telah diselenggarakannya sebuah materi yang sangat inspiratif dan solutif yang diberikan oleh narasumber Misriyanti, S.Hum. Sebelum acara dimulai Ketua Kemuslimahan yaitu Nurul Azizah dari Jurusan Teknik Informatika 2015 memberikan sedikit sambutan untuk semua peserta dan berharap materi yang singkat ini dapat memberikan sedikit ilmu dan jawaban yang selama ini mahasiswi atau akhwat cari.

Setelah sambutan, pembawa acara yang dipandu oleh Naila dari Jurusan Sistem Informasi 2016 mempersilahkan narasumber memberikan materinya. “Mendekap Muslimah dalam ukhuwah” merupakan topik pembahahasan yang disampaikan. Ka Misri yang akrab disapa oleh mahasiswa menyampaikan betapa pentingnya seorang perempuana atau akhwat dapat menjaga dirinya terutama mengetahui batasan dirinya untuk berinterkasi dengan lawan jenis. Selain itu Ka Misri menyampaikan kebiasaan yang baik dimulai dengan lingkungan yang baik dan sosial yang mendukung, karena tidak semua tempat seperti kampus khusunya memiliki tempat atau lingkungan yang baik untuk menjaga ukhuwah tali persaudaraan diantara sesama mukmin sendiri.

Ukhuwah merupakan “persaudaraan”, secara islami ukhuwah merupakan jalinan persaudaraan yang berdasarkan iman terhadap Allah. Perbedaan lingkungan mempengaruhi ukhuwah yang ada salah satunya ukhuwah pada kampus. Keadaan lingkungan kampus mempengaruhi keadaan sosial bagi mereka yang berada didalamnya. Selain itu pentingnya wanita menjaga izzah dan ihfah, izzah sendiri memiliki arti kesucian diri sedangkan ihfah yaitu bagaimana kita menjaga memelihara kesucian diri kita. Oleh karena itu perempuan atau akhwat dan laki-laki dan ikhwan ketika mengadakan forum ataupun berbicara santai seperti biasa diharuskan memiliki jarak dan menggunakan pembatas untuk menjaga diri dan tidak berbuat zina seperti zina mata, zina tangan, zina hati, dll.

Menjaga diri dengan menjaga jarak dengan lawan jenis bukanlah salah satu solusi yang benar – benar dapat menjaga kita untuk memberikan penyempurnaan. Puasa Sunnah adalah salah satu bentuk unuk menjaga badan kita agar tebiasa tidak melakukan hal yang tidak diinginkan oleh Allah Swt. Begitulah materi yang disampaikan Ka Misri untuk menjaga ukhuwah sesama muslim dan bagaimana cara kita menjaga diri kita. Selain itu masa remaja merupakan salah satu hal yang rentan akan terkena penyakit merah jambu (cinta)  karena usia remaja merupakan usia rentan terjerumus perzinaan apabila tidak diberi pembekalan yang baik bagaimana cara mengatasi cinta itu sendiri. Perlunya menjaga jarak baik berupa lisan, penglihatan dan pendengaran untuk menghindari terjerumus kepada kemaksiatan. Kalimat terakhir yang disampaikan Ka Misri sebelum mengakhiri materinya beliau berpesan untuk menjaga diri dari segi apapun dan tetap memelihara ukhuwah dalam dunia perkuliahan.

Setelah materi selesai acara dilanjutkan oleh sesi tanya jawab. Salah satu peserta bertanya bagaimana cara mengatasi pandangan laki laki terhadap wanita karena hal tersebut membuat kita risih ketika dipandang. Jawaban yang diberikan oleh Ka Misri adalah apabila kita risih cukup hindari dan pergi. Apabila masih memandangi terus menerus dipersilahkan menggunkan niqab untuk memnutup wajah kita untuk menghindari hal tersebut. Setelah sesi materi dan sesi tanya jawab berakhir, dilanjutkan dengan acara ice breaking yang membuat suasana menjadi rileks dan kembali ceria setelah serius mendengarkan meteri yang sangat menarik. Acara ditutup dengan foto bersama dengan seluruh peserta dan penyerahan piagam kepada pembicara.

Published in Kegiatan Kampus
Selasa, 16 Mei 2017 04:20

Training Organisasi Senada 1

Departemen Kaderisasi membuat suatu acara yang sangat menarik yaitu Training Organisation 1. Acara ini dikhususkan untuk seluruh pengurus LDK Senada. Training ini bertujuan agar para pengurus Senada mengetahui apa pentingnya berorganisassi di LDK dan harus dilakukan agar organisasi tersebut dapat berjalan dengan lancar. Acara ini dilaksanakan pada hari Ahad, 14 Mei 2017 mulai dari pukul 09.00 sampai 15.00. bertempat di Kampus A Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yaitu di Jalan Situ Indah, Depok Cimanggis.

Di acara ini para peserta akan mendapatkan ukhuwah sesama pengurus Senada yang semakin erat, ilmu baru yang bermanfaat, sertifikat, snack, makan, doorprice dan untuk 15 peserta yang daftar pertama akan mendapatkan pin Training Organisasi 1 dari Departemen Kaderisasi. MC acara ini adalah MC popular di LDK Senada yaitu Kak Agung, beliau sangat jago mengondisikan keadaan sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Karena pembicara pertama belum datang, kegiatan pun diisi dengan games yaitu games tentang “Seberapa kenal kamu dengan keluarga Senada mu?”. Di game ini masing-masing peserta diberikan satu kertas dan masing-masing disuruh untuk menuliskan nama, kolom kekurangan dan kolom kelebihan. Lalu kertas itu dioper keseluruh pengurus anggota Senada dan semua pengurus Senada wajib menuliskan kekurangan dan kelebihan dari orang yang kertasnya sedang dipegang. Dengan itu, masing-masing orang mendapatkan evaluasi apa yang harus ditingkatkan dan apa yang harus diperbaiki.

Lalu acara diisi dengan materi. Materi pertama yaitu Dakwah Kampus yang disampaikan oleh Kak Fathan Mubina. Lalu selanjutnya materi kedua yaitu Cara mendapatkan Sponsorship mudah dengan pemasukan yang besar oleh Kak Teguh. Di materi kedua ini para peserta diberikan simulasi cara membuat proposal yang simple tapi menarik. Tetapi karena waktu yang tidak terlalu banyak sehingga simulasi pun hanya berjalan sebentar.

Setelah materi selesai, sebagai penutup acara diadakan lagi game. Game terakhir ini yaitu mengeluarkan bola plastik yang berada di dalam gayung dengan memenuhi gayung tersebut dengan air. Cara memindahkan air ke gayung pun tidak mudah, ada tantangannya yaitu memindahkan airnya dengan menggunakan gelas aqua yang dibawa diatas kertas koran. Game ini membutuhkan keseimbangan dan kekompakan yang kuat. Yang memegangkan game ini yaitu dari Departemen Syiar dan Danus. Terakhir sesi foto-foto yang tidak pernah terlewat. Sekian.

Published in Pojok Mahasiswa
Halaman 1 dari 2