Senin, 28 Januari 2019 20:51

Agung Prayoga Raih Juara 1 Biopoint

Agung Prayoga kembali mencantumkan namanya dalam deretan berita popular mahasiswa setelah menjuarai lomba Maphathon kategori Biopoint yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian jurusan Geodesi, Institut Teknologi Bandung. Biopoint sendiri merupakan salah kategori perlombaan dimana peserta diwajibkan menemukan lokasi baru di sebuah aplikasi bernama Here, semakin banyak  lokasi baru yang ditemukan dalam aplikasi tersebut maka akan semakin banyak pula  poin yang didapat. Perlombaan yang dilaksanakan selama 10 hari terhitung sejak tanggal 07 hingga 17 Januari 2019 itu sukses dijuarai oleh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri bernama lengkap Agung Prayoga. Lomba yang diikuti oleh mayoritas mahasiswa ITB itu tidak menghalangi langkah Agung untuk tetap mengikuti dan berusaha memberikan yang terbaik. “Alhamdulilah seneng yah, soalnya perjuangannya juga lumayan besar buat lomba ini” Ujar Agung. Untuk menjadi pemenang dan mengalahkan peserta lain yang mayoritas adalah tuan rumah tentu bukan hal yang mudah. Pengorbanan yang dilakukan pun pastinya harus besar dan tak biasa “Aku sampai nggak tidur beberapa hari demi mendapatkan poin yang besar” Lanjut Agung.

 

Menjadi sebuah kesan tersendiri bagi Agung dapat bersaing dengan peserta lain yang mayoritas berasal dari kampus terkemuka. “Aku belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan itu memang nggak mudah yah, harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal juga” Kesan Agung. Agung juga berpesan kepada mahasiswa yang lain bahwa semua orang mempunyai potensi masing-masing serta memiliki kesempatan masing-masing pula untuk menjadi pemenang di bidang yang digeluti.Kalau kita menginginkan sesuatu, disana kita harus berusaha dan berdo’a semaksimal mungkin untuk mendapatkannya, karena usaha itu tidak akan menghianati hasil”. Untuk meraih apa yang diinginkan tentu harus ada pengorbanan, dan pengorbanan yang dilakukan itulah yang akan menjadi bukti keberhasilan kita di masa yang akan datang. Agung mahasiswa tingkat akhir STT Terpadu Nurul Fikri yang tengah sibuk mengurus berbagai hal saja masih dapat menyabet gelar sebagai juara pertama, jadi bukan hal yang tak mungkin bagi mahasiswa lainnya dapat lebih hebat dari Agung asalkan ada kemauan keras, usaha dan tentu doa. Semangat!

Published in Pojok Mahasiswa

Apa Kabar UAS?

Ya, Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri masih dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester atau UAS. Saat yang lain sibuk belajar untuk menghadapi UAS, terdapat beberapa mahasiswa yang justru sibuk menjadi Project Officer (PO) acara organisasi internal kampus. Salah satunya adalah Huda Izzatul Haq. Mahasiswa yang akrab disapa Huda ini memang tiada hentinya melakukan  inovasi. Pasalnya Huda memilih menjadi PO salah satu program Lembaga Dakwah Kampus disamping kesibukannya yang tengah mengadapi Ujian Akhir Semester. Memang seperti itulah seorang Huda, tak hanya menyandang status sebagai mahasiswa yang aktif dalam kegiatan yang berbau akademik namun juga non-akademik.

 

Memiliki ketangkasan dan kemampuan kepemimpinan yang baik menjadikan Huda diutus menjadi PO dalam acara Musyawarah Umum Anggota (MUA) yang merupakan sebuah agenda untuk menentukan ketua baru LDK Senada di periode baru kepemimpinan LDK yang tak lama lagi akan segera tiba. Meski hal tersebut cukup menyita waktu belajarnya, namun ia tetap totalitas dalam mengemban amanah yang diterima. “Ketua MUA iya, UAS juga iya. Gak perlu diambil pusing, jalani aja” Ungkap Huda. Tentu bukan hal mudah untuk membagi waktu antara ujian dan organisasi ataupun membuat sebuah kebijakan pada suatu forum di kala pikiran sedang sibuk memikirkan ujian, terlebih ini berkaitan dengan pemimpin baru LDK Senada masa depan. Bukan hanya fisik yang dikuatkan, namun juga kesiapan mental menjadi kunci utama keberhasilan Huda memanajemen waktunya sehari 24 jam. “Dijalani aja, anggap aja ladang mencari pahala, apalagi sedang UAS, nanti semoga nilainya besar. Aamiin” Lanjut Huda. Tak banyak memang mahasiswa yang mempunyai ketangguhan seperti Huda, dengan tekanan mental menghadapi UAS saja terkadang banyak yang mengalami stress apalagi jika di waktu yang bersamaan diamanahi amanah yang cukup besar seperti Huda dimana keputusannya menentukan keberlangsungan LDK Senada kedepannya.

Published in Pojok Mahasiswa

APICTA merupakan aliansi dari organisasi ICT untuk membangun dan meningkatkan jaringan guna meningkatkan kerjasama dalam bidang ICT serta meningkatkan inovasi teknologi serta mendorong pengembangan ICT untuk pasar global.

APICTA awards sendiri merupakan program penghargaan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ICT dalam masyarakat dan membantu menjembatani kesenjangan digital, program ini dirancang untuk merangsang inovasi ICT dan kreatifitas, meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, memfasilitasi transfer teknologi, dan menawarkan peluang bisnis yang cocok melalui paparan kapitalis ventura dan investor. Ajang yang berkaitan dengan IT tersebut digelar 9-13 Oktober 2018 di Guangzhou, China.

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) berkesempatan mengikuti ajang APICTA 2018 mewakili negara Indonesia yang diwakilkan oleh Mahasiswa STT-NF Jurusan TI 2015 yaitu Muhammad Isfahani Ghiyath & Dzaki Mahfuzh Hamadah.

Dalam ajang APICTA 2018 kali ini mahasiswa STT-NF melombakan karyanya berupa program WeBlocker. Weblocker adalah sebuah tools untuk mendeteksi konten pornografi dan melakukan pengawasan aktivitas browsing yang terjadi di komputer dan terintegrasi ke perangkat mobile. Weblocker ditujukan untuk memonitor laptop dan komputer milik anak agar dapat dipantau oleh orang tua. Sehingga, mencegah dampak penyalahan internet yang lebih lanjut.

Keteraturan remaja Indonesia dalam mengakses internet, masih belum terdukung secara optimal dari segi keamanan. Dengan maraknya ditemukan konten negatif yang terutama banyaknya konten pornografi, dan diikuti dengan kenyataan bahwa para remaja dan anak-anak dapat mengakses internet tanpa batas, telah memiliki dampak buruk untuk mereka terutama pada kesehatan mental dan pikiran.

Dibandingkan dengan INSAN (Internet Sehat dan Aman) yang dimiliki KOMINFO, weblocker mempunyai teknologi dan algoritma yang lebih mumpuni, karena pendeteksian yang lebih mendalam dan detail dengan beberapa metode pendeteksian terhadap penerapan filtering seperti pendeteksian berdasarkan teks, pendeteksian berdasarkan nama situs atau domain name server, atau berdasarkan citra yaitu image processing dan video detection.

Diharapkan dengan program weblocker ini dapat membantu Indonesia agar terhindar dari pornografi dan dapat memenangkan perlombaan di ajang APICTA 2018.

Published in Pojok Mahasiswa

Tak terasa Ujian Akhir Semester (UAS) tinggal beberapa hari lagi. Bagi sebagian mahasiswa, UAS merupakan mimpi buruk, bahkan ada yang sampai stress menghadapi UAS. Tapi tidak untuk mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kelas TI-02 2017. Semester ganjil lalu tercatat kelas TI-02 2017 paling banyak mendapat gelar mahasiswa berprestasi daripada kelas yang lain diangkatan 2017.

Bukan berarti mahasiswa TI 02 ini berlatar belakang siswa berprestasi di sekolahnya dulu, bahkan ada mahasiswa yang waktu sekolahnya dulu tidak pernah masuk 10 besar ranking kelas tetapi menjadi mahasiswa berprestasi di kampus. Kuncinya adalah Think Win – Win atau berpikir menang – menang. Bukan hanya pada saat belajar dikelas atau saat mengerjakan tugas, prinsip ini juga mereka terapkan pada saat menhadapi UAS. Mereka menekan ego sendiri dan mengutamakan kebersaam demi mencapai tujuan yang sama yaitu lulus semua dengan predikat A. “Kita gak mentingin ego masing – masing karna ini bukan SMA yang hanya ada Ranking 1, 2 dan 3. Harapan nya sih sekelas kita dapet predikat mahasiswa berprestasi”. Ujar Huda Izzatul, mahasiswa kelas TI 02.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, kelas TI 02 punya metode tersendiri yaitu dengan kongkow bareng sebelum ujian berlangsung, baik itu ujian kelas, UTS ataupun UAS. Dengan menghilangkan rasa “saya paling”, anak – anak TI 02 ini berhasil menciptakan suasana nyaman setiap kali belajar bersama. Dengan begitu, tidak ada yang merasa paling pintar dan merasa paling kurang.

Dalam menghadapi UAS kali ini pun, anak - anak TI 02 beberapa kali melakukan kongkow bareng satu hari sebelum ujian berlangsung. Aktivitas ini bahkan memicu semangat belajar kelas lainnya bahkan beberapa orang dari kelas lain sering kali ikut serta dalam belajar bersama. “terkadang ada anak kelas lain yang ikutan, yah kita mah seneng – seneng aja, tambah banyak orangnya jadi tambah seru belajarnya”. Imbuh salah satu anak kelas TI 02 pada saat kongkow bareng.

Berprestasi tidak harus sendirian karena kampus bukan lagi SMA”. Kalimat itulah yang selalu dipegang teguh oleh anak – anak TI 02 sebagai motivasi untuk saling membantu. Pemandangan yang sangat indah yang dilakukan oleh mahasiswa TI 02 ini, Mereka berharap hal ini bisa ditiru dan dilakukan oleh kelas lain dengan harapan semua mahasiswa minimal memahami matakuliah yang tidak diketahuinya, lebih jauhnya semua mahasiswa bisa mendapat gelar “mahasiswa berprestasi”.

Published in Pojok Mahasiswa

Minggu, 20 Mei 2018 telah dilaksanakan acara launching magang BUMN di Plaza Mandiri Jakarta. Acara ini dihadiri oleh 20 perwakilan universitas dan sekolah tinggi, termasuk STT-NF. Perwakilan mahasiswa STT-NF yang hadir pada acara tersebut merupakan mahasiswa semester 6 atau tingkat akhir yang ingin mengambil praktek kerja lapangan.

BUMN merupakan badan pengelolaan usaha yang dimiliki pemerintah. BUMN bekerjasama dengan beberapa perusahaan antara lain Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Mandiri, Perusahaan Gas Negara, Scofindo dan PT Jiep. Selain bekerjasama dengan beberapa perusahaan, BUMN juga bekerjasama dengan beberapa universitas dan sekolah tinggi termasuk STT Terpadu Nurul Fikri. Program ini bertujuan untuk menyalurkan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas dan jurusan untuk magang di berbagai perusahaan milik Negara.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara yaitu Rini Soemarno. Beliau menjelaskan bahwa program ini merupakan terobosan dari Kementerian BUMN untuk meningkatkan kualitas dari lulusan perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta. Sehingga diharapkan mahasiswa bisa masuk ke dunia kerja terutama dalam menghadapi persaingan global dengan berbekal sertifikat kompetensi. Program magang bersertifikat ini akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk magang selama 6 bulan di 68 perusahaan BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Published in Kegiatan Kampus