Senin, 28 Januari 2019 21:11

UAS? Dibetterin Aja

STT Terpadu Nurul Fikri tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Sejak beberapa waktu lalu seluruh mahasiswa sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Baik itu mempersiapkan materi, alat tulis, maupun persiapan mental. Ada yang mempersiapkan materi dengan belajar kelompok, ada pula yang sibuk mencari referensi di perpustakaan. Dan di UAS kali ini ada pemandangan menarik datang dari salah seorang mahasiswa dalam membuat persiapan menghadapi UAS. Adalah Huda Izzatul Haq, mahasiswa Teknik informatika 2017 yang saat ini tengah duduk di semester 3. Mahasiswa yang akrab disapa Huda ini punya cara tersendiri dalam menghadapi Ujian Akhir Semester. Pasalnya, ia menawarkan jasa kepada mahasiswa satu angkatannya untuk dibantu dalam mengisi soal latihan ataupun sekedar mengerjakan tugas.

 

Cara yang serupa pun dilakukan oleh Auzan Assidhqi, mahasiswa Teknik informatika 2017 yang masih satu kelas dengan Huda. Dengan metode yang sama, Auzan mempersiapkan materi dan mental untuk menghadapi UAS. Lalu apa ya keuntungan dari metode yang mereka lakukan? “Yaaa, dengan mengajarkan teman yang lain mengenai materi perkuliahan yang belum dimengertinya atau sekedar membantu mengerjakan tugas membuat kita flashback materi, sehingga kita juga akan teringat kembali dan lebih faham” ujar Huda. Sikap Huda dan Shidqi sebagai mahasiswa  ini tentu sudah sejalan dengan nilai-nilai NICE yang dianut oleh STT-NF.

 

Published in Pojok Mahasiswa

Rabu (25/4/2018) merupakan hari yang menyenangkan bagi Budi Tanjung, seorang warga di Kelurahan Jatijajar, Tapos, Depok. Hari itu dinding saluran air di wilayah RT 06/RW 010 yang longsor telah diperbaiki oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemkot Depok. “Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” kicau @btanjung yang di-mention ke akun @DinasPUPR, @pemkotdepok, dan @IdrisAShomad. Budi menyampaikan laporan lapangan tentang turap saluran air yang longsor pada hari Senin (23/4) pukul 17.23 sore. Laporan via Twitter itu ditujukannya kepada @satgas_SDA, @DinasPUPR, @pemkotdepok, dan @IdrisAShomad. Pada hari Selasa (24/4) jam 08.34 pagi laporan Budi direspon oleh @pemkotdepok: “@btanjung terima kasih, laporan kami sampaikan kepada @satgas_SDA dan @DinasPUPR untuk ditindaklanjuti.” Tanggapan itu di-cc juga ke @manto_dpk.

Esok harinya (25/4) sekitar pukul 12.07 siang, Budi sudah menyaksikan empat orang petugas Pemkot Depok sedang memperbaiki turap yang longsor. Dari linimasa itu, kita lihat laporan warga direspon Pemkot Depok dalam waktu 15 jam 11 menit. Lalu, perbaikan fasilitas publik yang rusak dilaksanakan satuan tugas terkait 27 jam 33 menit kemudian. Jadi, total waktu yang dibutuhkan aparat Pemkot Depok untuk merespon laporan warga sekitar 42 jam 44 menit atau kurang dari 2 hari (48 jam). Suatu prestasi yang patut diacungi jempol dan harus terus dipertahankan, dan bahkan ditingkatkan.

Di bawah kepemimpinan Walikota Mohammad Idris Abdul Shomad respon aparat Pemkot Depok dibuat lebih sistematis dan terkendali dengan aplikasi SIGAP (sistem terintergrasi untuk aspirasi dan pengaduan). “Saya berharap seluruh pegawai atau ASN di Kota Depok mulai hari ini untuk mengunduh aplikasi Sigap yang telah diluncurkan (25/4) sebagai salah satu langkah dan upaya memberikan pelayanan ke masyarakat dengan cepat dan mudah,” perintah Walikota Muhammad Idris didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Sidik Mulyono.

Selain sebagai salah satu upaya merespon berbagai persoalan yang kerap dihadapi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, kehadiran aplikasi Sigap diharapkan dapat meningkatkan kinerja ASN di Kota Depok sesuai dengan program yang telah direncanakan. Melalui aplikasi Sigap, seluruh lapisan masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan dan masalah yang tengah dihadapi dalam mengurus keperluan, termasuk pengaduan hal sensitif (dengan merahasiakan identitas pelapor) yang ditujukan kepada pejabat tertentu.

Kesigapan aparat Pemkot adalah salah satu karakter Tatakelola Perkotaan (urban governance) yang disyaratkan UN-Habitat, yakni program di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang bertujuan membangun masa depan lebih baik bagi kondisi perkotaan di seluruh dunia. Tatakelola perkotaan menyediakan kerangka hukum, politik yang efisien, proses manajerial dan administratif yang memampukan pemerintah daerah untuk merespon kebutuhan warga. Tatakelola yang baik melibatkan berbagai institusi dan individu dalam pengelolaan kota sehari-hari, sehingga urusan kota bukan hanya monopoli birokrasi semata-mata, melainkan proses kolaboratif untuk merealisasikan agenda jangka pendek dan jangka panjang dari pembangunan kota.

Dalam era digital kiwari, tatakelola perkotaan merupakan perangkat lunak (sistem dan prosedur) yang memungkinkan perangkat keras (struktur dan aparat) perkotaan berfungsi secara efektif. Tatakelola efektif ditandai sifat demokratik dan inklusif (dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan), berjangka panjang dan terintegrasi, multi-skala dan multilevel, berciri teritorial (adaptasi lingkungan), kompeten dan sadar memanfaatkan perkembangan teknologi.

Menurut Kementerian Kominfo RI, Depok termasuk salah satu contoh dari 100 smart city di Indonesia yang digulirkan tahun 2018. Kota Cerdas adalah kota yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota menggunakan solusi inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan kota yang dapat meningkatkan kualitas hidup warganya.

Tidak sembarang kota masuk kategori smart city, karena ada parameter yang harus dipenuhi, yakni: Kemampuan Keuangan Daerah (KKD), Kota/Kabupaten Berkinerja Tinggi, Indeks Kota Berkelanjutan, serta Indeks Kota Hijau. Pemerintah juga memasukkan faktor Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan, Dimensi Pembangunan Pemerataan dan Kewilayahan, dan kesesuaian dengan program prioritas nasional (Nawa Cita). Sebagai realisasi smart city, Pemkot Depok mendukung inisiatif Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya yang berupaya menjadikan Rukun Warga (RW) 07 sebagai Kampung Cyber. Lurah Mekarjaya, Ahmad, memilih RW 07 lantaran wilayah tersebut memiliki keunggulan sumber daya manusia (SDM) dibandingkan wilayah lain. Warga di lingkungan itu mayoritas melek internet.

Mulai dari anak-anak yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) hingga warga dewasa memiliki kapasitas pengetahuan lebih di dunia digital. Kelurahan Mekarjaya menggandeng Dinas Kominfo Kota Depok untuk memasang jaringan wifi gratis. Dengan demikian, tidak ada sudut di lingkungan RW 07 yang tidak terjangkau jaringan internet. Hal itu, sejalan dengan Visi Kota Depok yang “Unggul, Nyaman dan Religius”.

Kota Depok menetapkan branding sebagai “Friendly City” (Kota Bersahabat). Dengan semboyan itu, Pemkot Depok merangkul segenap lapisan masyarakat, mulai sahabat anak dan keluarga, sahabat UKM, sahabat Petani, sahabat Muda-mudi, sahabat Lansia, sahabat Lingkungan, hingga sahabat Pengusaha. Sebagai bukti sahabat lanjut usia, misalnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok, Elly Farida, rutin menyapa para lansia di berbagai kelurahan dalam program Curhat Lansia. “Angka harapan hidup di Depok kini mencapai 74 tahun, salah satu yang tertinggi di Indonesia,” ungkap Bunda Elly.

Kinerja Pemkot Depok untuk mewujudkan visi dan misinya mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok. Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Depok (25/04/2018), Ketua Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ), Hamzah, menyampaikan rekomendasi DPRD. “Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD menjunjung objektivitas dan tetap bersikap kritis konstruktif bagi peningkatan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Kota Depok. Oleh karenanya kami memberikan apresiasi, pertama kepada Wali Kota Depok atas 28 prestasi Wali Kota maupun Pemerintah Kota Depok yang diperoleh pada tahun 2017 dari berbagai sumber pemberi penghargaan,” kata Hamzah.

DPRD Kota Depok juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Depok atas diraihnya penghargaan tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah (Opini Wajar Tanpa Pengecualian/WTP) yang diserahkan Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Selanjutnya DPRD mengapresiasi segenap pemerintah dan masyarakat Kota Depok yang telah berhasil membawa Kota Depok meraih Piala Adipura untuk pertama kalinya pada 2017.

Sebelumnya, Pemkot Depok mendapat Anugerah Pangripta Nusantara (APN) atau penghargaan sebagai kota dengan perencanaan dan pencapaian pembangunan terbaik II tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2018. Bukan sekadar penghargaan yang dikejar, tapi komunikasi publik yang akrab dan terbuka menjadi tujuan, sebagaimana pengakuan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

“Dalam masa kepemimpinan, Walikota Mohammad Idris dan Wakil Walikota Pradi Supriatna sangat kooperatif dengan media. Saat kami ingin meminta statement mengenai program kerja Kota Depok, langsung mendapatkan respon baik dari mereka,” jelas Kepala Seksi Kesejahteraan PWI Kota Depok, Rahmat Tarmuji, tatkala media gathering tahun lalu. Rahmat menuturkan, bukti keterbukaan informasi yang telah berhasil dijalankan Pemkot Depok adalah dengan adanya portal berita resmi milik pemerintah. Hal tersebut sangat membantu para wartawan untuk mencari informasi terkait kegiatan dan program Pemkot Depok.

Ada lagi, testimoni dari mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafi’i Djamal yang terekam dalam posting di media sosial. “Saya senang diundang dalam acara Komunitas Alumni ITB di Depok. Ada semangat "glocal" (global-local) yang saya temui. Berpikir global bertindak lokal. Apalagi di situ saya bisa mendengar KH Moh Idris MA selaku Walikota Depok berkisah tentang visi “Zero Waste” dan “Smart City” Kota Depok yang ia ingin kembangkan. Kebetulan beliau baru dua bulan jadi Walikota. Jadi masih fresh,” tulis Jusman dalam dinding Facebooknya.

Ide tentang Zero Waste amat menarik, karena Jusman dulu sempat mencanangkan program “roadmap to zero accident” dalam sistem transportasi nasional, tahun 2007. Waktu itu, semua orang bilang: “Ah omong kosong itu barang, mana mungkin ada Zero Accident.” Begitu juga ketika Walikota Depok bilang "zero waste" (tak ada limbah) pastilah semua berkerenyit jidatnya dan bertanya: "Apa mungkin?". Faktanya, dalam satu hari Kota Depok memproduksi sampah plastik dengan tonase yang besar. Volumenya dalam satu hari telah distudi mampu ditransformasikan menjadi pembangkit energi listrik, punya potensi yang cukup untuk menerangi lima kecamatan. Sementara di Depok ada 11 kecamatan. “Itu latar belakang ide zero waste. Mengubah limbah jadi pembangkit listrik. Supaya bebas BBM. Sebuah inovasi,” simpul Jusman.

Berbagai kesaksian dan bukti lapangan menandai optimisme dalam peringatan 19 tahun Kota Depok. Walikota Mohammd Idris melanjutkan tradisi kepemimpinan yang telah dirintis Badrul Kamal (1999-2006) dan Nur Mahmudi Ismail (2006-2016). Sebenarnya sejarah Depok kontemporer telah dimulai sejak Walikota Administratif dijabat Mochammad Rukasah Suradimadja (1982-1984). Berkat dukungan dan kolaborasi beragam pihak, kini Depok semakin sigap, cerdas dan bersahabat dengan seluruh komponen masyarakat. 

paksapto

Bapak Sapto Waluyo (Dosen STT Terpadu Nurul Fikri)

Published in Artikel

Mata kuliah pembentukan karakter yang diampu oleh Bapak Adi Wahyu Adji akan memasuki pertemuan ke 14 (terakhir) di semester 2 ini. Pada pertemuan ke 7, mahasiswa semester 2 mendapat tugas project kelompok untuk merealisasikan Karakter NICE. Perlu diingat kembali, bahwa NICE merupakan singkatan dari Novelty, Integrity, Care, Excellent. Yang mana merupakan nilai-nilai karakter yang ditekankan di Kampus STT NF ini. Adapun makna keseluruhannya, yaitu keceriaan dan kebahagiaan dalam setiap aktivitas keluarga besar STT NF dalam semangat inovasi, integritas, kepedulian dan hasil terbaik.

Dalam satu kelas dibagi menjadi empat kelompok, yakni berdasarkan pada jumlah karakter yang ada. Setiap kelompok terdiri dari 8 sampai 10 mahasiswa. Dimana masing-masing mahasiswa masuk ke dalam kelompok yang telah dibuat oleh Pak Adji tersebut. Dalam merealisasikan nilai-nilai karakter tersebut, setiap kelompok bebas menentukan hal apa yang akan dikembangkan di STT NF, sehingga berdampak baik setelah dilakukan aktivitas tersebut. Salah satu kelompok di kelas Teknik Informatika angkatan 2016, yang mana kelompok tersebut mendapat karakter “Integrity”, sepakat melakukan hal yang sekiranya dapat membawa kebiasaan baik di STT NF ini. Adapun aktivitas yang mereka tekankan adalah merapikan sandal dan sepatu di Mushola STT NF.

Dalam merealisasikan tugas ini, mereka bekerja sama antar anggota kelompok. Ada yang bertugas membuat proposal kegiatan, slide presentasi, mendesain, print dan laminating poster serta menempelnya di spot-spot yang telah ditentukan. Kegiatan merapikan sandal dan sepatu telah dilakukan dalam kurun waktu 5 hari, yaitu dari Senin hingga Jumat. Dalam satu hari dilakukan dalam dua waktu, yakni saat waktu shalat Dzuhur dan Ashar.

Selain merapikan sandal dan sepatu, mereka juga menempelkan poster di spot-spot yang sesuai, dimana isinya menghimbau warga STT NF untuk meletakan sandal dan sepatu pada rak sepatu dan atau secara tertib. Spot-spot tersebut, yaitu Mushola Gedung B1 dan Mushola Gedung B2 STT NF.

Kegiatan yang dilakukan tidak lebih dari 5 hari tersebut, adalah agar supaya sandal dan sepatu tertata rapi, sehingga menjadi acuan untuk hari-hari berikutnya. Dengan dibuatnya poster yang isinya “Mau Sukses? Rapikan Dulu Sandal dan Sepatumu. Karena Sukses Berawal dari Hal Kecil.” diharapkan seluruh warga STT NF ataupun masyarakat yang singgah ke mushola, agar dapat meletakan sandal dan sepatunya secara tertib.

Published in Kisah dan Curhat

Setiap orang di dunia ini memiliki karakter yang berbeda. Bahkan dua orang anak yang terlahir kembar identik pun karakternya tak sama. Lalu apakah karakter pada seseorang itu dapat dibentuk?

Sebelumnya, kita harus tahu dulu, apa sih karakter itu? Karakter merupakan kepribadian pada diri seseorang yang mencakup beberapa aspek yang luas, yakni mencakup kualitas atau kekuatan mental, dimana didalamnya terdapat akhlak atau juga budi pekerti. Dan ini merupakan kepribadian khusus yang dimiliki oleh setiap individu. Jadi, karakter itu adalah sifat baik yang menjadi perilaku kita sehari-hari.

Karena begitu berpengaruhnya karakter terhadap kehidupan seseorang, sampai-sampai karakter diibaratkan seperti komponen yang menyusun sebuah gedung oleh salah seorang tokoh masyarakat. “Kompetensi bak bangunan. Karakter ibarat pondasi. Tanpa pondasi, bangunan tak kokoh berdiri, mudah goyah dan akhirnya tumbang. Tanpa karakter, jadilah Anda milik orang lain. Karakter itu prinsip. Tanpa prinsip, manusia terombang-ambing. Pilih presiden pun sekedar ikut-ikutan.” (Eri Sudewo, 2014).

Karakter yang melekat pada diri kita berpengaruh terhadap cara kita memperlakukan orang lain. Begitu pula jika seorang pemimpin itu berkarakter baik, maka baik pula sistem kepemimpinannya. Untuk itu, sangat perlu bagi seseorang untuk mendapatkan pendidikan karakter, Karena baiknya kualitas kehidupan suatu bangsa, yakni ada dibawah kendali pemuda/i yang berkarakter baik.

Sebagai mahasiswa STT NF, saya bersyukur karena kampus memberikan kesempatan kepada mahasiswanya, untuk dapat mengembangkan kepribadian yang positif melalui mata kuliah “Pembentukan Karakter” ini. Mata kuliah ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, Karena dengan adanya pembekalan karakter, mahasiswa dibentuk menjadi pribadi yang memiliki karakter seorang pemimpin, yaitu untuk memimpin diri sendiri khususnya dan orang lain pada umumnya.

Mata kuliah ini menjadi salah satu keunggulan yang ada di STT NF, karena tidak semua kampus mengadakan mata kuliah tentang pengembangan kepribadian. Yakni seperti halnya pada mata kuliah pembentukan karakter ini, yang mana diajarkan kepada mahasiswa semester 2. Adapun dosen yang mengampu adalah bapak Adi Wahyu Adjie. Disetiap awal pertemuan, Pak Aji panggilan akrabnya, memberikan soal quiz yang diambil dari materi pertemuan sebelumnya. Hal ini ia lakukan agar mahasiswa mau belajar dan tidak melupakan hal-hal yang telah dipelajari.

Selain itu, sering kali beliau memberikan motivasi kepada mahasiswa melalui kalimat-kalimat maupun menayangkan video yang menginspirasi. Mata kuliah inilah, yang menjadi salah satu pemicu semangat mahasiswa tumbuh, yakni untuk terus menuntut ilmu setinggi-tingginya dan selalu berkelakuan baik dimanapun dan kapanpun berada.

STT NF sendiri menanamkan pada diri mahasiswanya untuk memiliki karakter “NICE”.
Apa sih karakter NICE itu?
NICE merupakan kepanjangan dari Novelty, Integrity, Care, Excellence. Dimana masing-masing dari karakter ini memiliki maksud dan tujuan yang positif, salah satunya untuk menjadikan mahasiswa STT NF sebagai mahasiswa yang berkarakter.

Published in Artikel

Latihan Dasar Manajemen Kepemimpinan Mahasiswa atau yang biasa disingkat LDMKM adalah suatu kegiatan yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang diperuntukan bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sifat kepemimpinan pada mahasiswa, kegiatan ini pula sebagai syarat wajib bagi mahasiswa aktif yang ingin mengikuti organisasi ataupun kegiatan lain yang berhubungan dengan kampus. Kegiatan ini diadakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 2 s/d 4 Desember 2016 di Taman Rusa, Ciseeng, Bogor. Setiap mahasiswa yang mengikuti LDMKM terbagi dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari kurang lebih 10 anggota ikhwan ataupun akhwat. Kegiatan ini berawal dari pembacaan rules oleh panitia di kampus sebelum menuju lokasi tujuan. Keberangkatan peserta dari kampus menuju lokasi tujuan pada pukul 14.30 WIB dengan menggunakan kendaraan TNI dan sekitar 2 jam perjalanan dilewati hingga tibalah pada lokasi tujuan.

Saat tiba di lokasi, seluruh peserta diberi arahan kembali oleh panitia mengenai tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di lokasi pelatihan. Taman Rusa sendiri merupakan daerah yang masih asri, dimana masih terdapat banyak sekali pepohonan, hal itulah yang menyebabkan tempat ini terasa begitu sejuk. Penginapan selama pelatihan terdiri dari beberapa kamar dimana setiap kamarnya terdiri dari 12 orang.

Agenda saat hari pertama pelatihan berupa pembekalan dan pembacaan schedule. Dan dilanjutkan ke hari kedua yang dimulai sejak pukul 03.00 dini hari yaitu Qiyamul Lail yang dilanjutkan dengan sholat Subuh berjamaah dan taddarus hingga pukul 06.00 WIB. Setelah itu, para peserta dan panitia olahraga bersama. Lalu melakukan agenda lainnya seperti makan bersama, ice breaking, presentasi kelompok mengenai ide startup dan kegiatan lainnya,

Pada hari kedua kegiatan lebih difokuskan pada pemberian materi. Materi pertama yang diterima para peserta yaitu mengenai Manajemen Aksi yang disampaikan oleh Ferdiansyah Ramadhan selaku Presiden BEM STT Terpadu Nurul Fikri. Materi kedua mengenai startup yang disampaikan oleh Letsgonesia yang merupakan salah satu startup mahasiswa STT NF. Materi selanjutnya yaitu mengenai Perencanaan Hidup, Organisasi Kampus, Kepemimpinan serta Teknik dan Manajemen Sidang yang disampaikan oleh para tokoh profesional dari berbagai bidang. Seluruh materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan dan masa depan mahasiswa sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan sesuatu,seperti bagaimana menyampaikan aspirasi pada pemerintah melalui Manajemen Aksi yang baik, bagaimana menjadi pemimpin yang baik, bagaimana berpartisipasi dalam dalam suatu organisasi, bagaimana cara sidang yang benar, dan materi lainnya yang begitu menjadi menarik. Pada hari kedua ini, kegiatan diadakan sampai dengan pukul 23.00 WIB.

Sampailah pada hari ketiga dimana kegiatan dimulai dari pukul 01.00 dini hari yang diawali dengan jerit malam, ya kegiatan ini seolah menjadi kegiatan wajib di setiap kegiatan pelatihan. Jerit malam diakhiri dengan Sholat Qiyamul Lail lalu dilanjutkan Sholat Subuh dan taddarus berjamaah. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan outbond, dimana kegitan inilah yang paling menarik karena seluruh peserta berlomba untuk mendapatkan balon berisi air yang digunakan sebagai senjata untuk ‘perang balon’, berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan balon ini hingga seluruh pakaian berlumuran lumpur dan tak berwarna lagi selain warna coklat lumpur. Dan seluruh agenda telah selesai dilakukan dan diakhiri dengan perang balon antara panitia dan peserta serta penutupan dari Pak David Wismanindra selaku bagian Kemahasiswaan STT NF.

LDMKM begitu memberi banyak pelajaran dan kesan yang sulit dilupakan karena selama agenda berlangsung dari hari ke hari banyak sekali rintangan yang harus dilewati para peserta, berupa ujian demi ujian yang secara sengaja dibebankan panitia pada peserta untuk menumbuhkan sikap kepemimpinan para peserta hingga kondisi yang begitu menegangkan yang lagi lagi untuk mendidik peserta LDMKM. Dan karena ujian itulah para peserta dapat mengambil pelajaran, melatih kekompakan, kerja sama dan mendidik diri agar dapat menyesuaikan sikap dalam berbagai kondisi.

Published in Kegiatan Kampus
Rabu, 23 November 2016 03:28

3C STT NF, JAGO IT DAN BERKARAKTER

STT Terpadu Nurul Fikri berdiri pada tahun 2012. Berawal dari Lembaga Pendidikan Komputer Nurul Fikri yang dikenal sebagai pelopor open source di Indonesia sejak tahun 1999. Saat ini STT Terpadu Nurul Fikri atau yang dikenal dengan Kampus NF telah meluluskan 1 angkatan sebanyak 37 orang. Sekalipun masih dalam usia yang muda dan baru memiliki akreditasi BAN PT, namun 100% lulusan STT NF tersebut sudah mendapatkan lapangan pekerjaan.

Saat ini STT NF tengah menyelenggarakan perhelatan kompetisi antar siswa SD, SMP dan SMA sederajat dalam bidang IT (Information Technology) dengan nama Computer Creativity Competition (3C) untuk wilayah Jabodetabek. Event besar 3C kali Ini adalah pelaksanaan yang ke-7 (tujuh) dari sepanjang perjalanannya sejak tahun 2009. Ada lima kategori lomba yang dibuka yaitu: animasi, poster, fotografi, vlog dan webquiz.

Tema lomba 3C kali ini adalah: “Jago IT dan Berkarakter”. Hal ini sejalan dengan cita-cita STT NF untuk melahirkan lulusan yang bukan saja memiliki kompetensi di bidang IT namun juga berkarakter mulia. Kompetensi diukur dari kemampuan lulusan menguasai bidang-bidang spesifik IT seperti pengembangan perangkat lunak, database, jaringan/infrastruktur, tata kelola dan sistem informasi enterprise.

Prestasi Mahasiswa STT NF sebagai finalis ajang IT Kampus se-Indonesia yaitu GEMASTIK 2015 dan 2016 menjadi contoh upaya STT NF menguasai kompentensi di bidang IT (“jago IT”) ini.

Sedangkan karakter yang dimaksud telah tersusun dalam kata “NICE” yang merupakan kepanjangan dari novelty (inovasi), integrity (integritas), care (kepedulian) dan excellent (kualitas). Kesemua nilai tersebut diambil dari semangat para pendiri dan dosen serta karyawan STT NF yang diharapkan mampu ditanamkan kepada para mahasiswa dan lulusan STT NF. Adapun daftar perilaku utama karakter NICE adalah sebagai berikut :

 3COk

Dengan semangat “Jago IT dan Berkarakter” inilah, event 3C STT NF mengambil tema. Kemajuan teknologi informasi yang ada saat ini telah memberikan kesempatan yang luas untuk kita memperoleh banyak kemudahan mendapatkan informasi, mengakses kebutuhan hidup, hiburan dan lain-lainnya. Namun hal itu jangan sampai membuat kita terlena bahkan sampai melanggar batas-batas norma yang berlaku baik agama maupun budaya kita masing-masing. Karakter inovasi, integritas, kepedulian dan kesempurnaan kualitas harus tetap menjadi pegangan di era kemajuan teknologi saat ini.

Published in Kegiatan Kampus