Dalam rangka memperingati Hari Koperasi 12 Juli, PT SKK - Perseroan milik koperasi, Tanibox dan komunitas BlankOn menyelenggarakan acara Sarasehan Teknologi Informasi untuk Gerakan Koperasi Indonesia bertema “Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi”. Koperasi masa kini, apalagi ke depan, mau tidak mau harus memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi (TI) yang telah berkembang sedemikian pesat dan masif, jika tidak ingin tertinggal, mengalami kemunduran, bahkan bisa jadi lenyap.

Selasa (10/7), Pembukaan acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan KUKM Provinsi Bali, dihadiri oleh 40 peserta dari Kepala bagian, Staf Manager IT, General Manager, Pengurus dan Pengawas Koperasi juga dihadiri oleh 72 orang lebih dari 40 orang yang diundang, berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Lampung, Babel, Jabar, Jatim, Bali sendiri, bahkan luar negeri yaitu Timor Leste tersebut, menghadirkan nara sumber pakar TI dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur; Pengembang BlankOn dan komunitas FLOSS Indonesia; PT Sakti Kinerja Kolaborasindo, yaitu perseroan milik koperasi, didirikan oleh beberapa Koperasi (CU, Kopdit, KSP) sebulan lalu di Probolinggo.

Pembicara pertama oleh Rusmanto Maryanto (Dosen Teknologi dan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF)) membahas tentang Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi, berbicara tentang Blockchain dari dasar, cara kerja, istilah, teknologi yang digunakan Blockchain dan ide kolaborasi yang dapat digunakan oleh koperasi. Rusmanto, narasumber dari pengurus Asosiasi Open Source Indonesia memaparkan bahwa blockchain adalah teknologi masa depan untuk data yang sangat besar dan kompleks, terdistribusi sehingga tersederhanakan, terkontrol, aman dan fair. Koperasi bisa menerapkan teknologi ini untuk berbagai transaksi antar dan antara anggota, antar dan antara lembaga koperasi secara aman dan fair, tanpa harus melalui pihak ketiga seperti bank dan sebagainya. Lebih jauh, beliau mengatakan bahwa teknologi blockchain telah diterapkan oleh asosiasi Credit Union di Amerika (CUNA dan MWCUA) dengan membentuk CULedger.

photo 2018 07 16 09 33 51

Pembicara kedua membawakan tema Kolaborasi Koperasi dan Komunitas FLOSS Indonesia, narasumber: Firdaus Putra, beliau memulai dengan membuka data dan fakta yang terjadi di dunia sekaligus bagaimana gagasan berkolaborasi antara Koperasi dan Komunitas FLOSS mewujudkan demokrasi ekonomi yang tidak lagi dipegang oleh 1 orang melainkan semua anggota koperasi. Pendiri dan CEO Kopkun Institute tersebut mengusulkan agenda strategis koperasi mendatang antara lain: konsolidasi pasar bersama melalui teknologi keuangan, rekayasa kelembagaan koperasi melalui pemekaran, dan kolaborasi multipihak.

Pembicara ketiga perkenalan PT Sakti Kinerja Kolaborasindo (perseroan milik koperasi)–PT SKK-SAKTI oleh Hanna dan Tim SiCUNDO-SAKTI yang memperkenalkan sebuah Aplikasi SAKTI.Link yang merupakan aplikasi untuk anggota yang terdaftar di koperasi dimana koperasi tersebut menggunakan SAKTI.Online. SAKTI.Link mempermudah anggota untuk mengakses informasi saldo rekening ponsel, pembayaran SAKTI.Pay, cek transaksi SAKTI.Pay, dll. Adapun proses registrasi yang mudah menggunakan KTP/SIM untuk identitas resmi dan mendapatkan token yang dikirimkan melalui sms dan mendapatkan Cashback setelah diminta untuk registrasi aplikasi sakti link.

Dan pada kesempatan berbeda dihari kedua Endy Chandra, Direktur PT SKK memperkenalkan MyCOOP, salah satu produk PT SKK. Di dalamnya ada berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi mana pun dan anggotanya untuk saling terhubung dan bertransaksi secara mudah dan aman. Misi besarnya adalah bagaimana membuat koperasi Indonesia besar, menyatu dalam perbedaan dan kuat.

Pembicara keempat oleh Ibu Retno Ika (CPO dari TaniBox), memulai dengan memperkenalkan TaniBox sebagai perusahaan terintegrasi teknologi menerapkan Blockchain dan IoT, menyajikan data problem yang terjadi disitu timbul peluang dan potensi koperasi di sektor Agrikultur. Produsen (petani, koprasi petani, pengusaha agri kulture) Mitra (terlibat dalam membantu proses Produsen) hingga sampai ke tangan Konsumsi, dan sebagian belajar dari ahli di bidang teknologi dari negri tetangga Estonia (Sebelah selatan Finlandia).

Fenomena dihari kedua, Pesta Rilis BlankOn XI Uluwatu. Tim BlankOn membuat 2 sesi dimana sesi awal dijelaskan oleh Estu Ferdani selaku manajer rilis BlankOn XI Uluwatu yang menjelaskan tentang awal BlankOn, komposisi Tim Pengembang dan Proyek dimana hasil dari komunitas BlankOn adalah mencetak SDM yang kompeten dari bidang melalui kontribusi di Proyek Open Source. Dilanjutkan oleh pembicara kedua dari Tim Humas Blankon dimana menjelaskan Fitur-fitur terbaru BlankOn XI Uluwatu yang baru Rilis Bulan Mei 2018, tantangan pemanfaatan teknologi di global yang serba cepat dan kolaborasi yang dapat terjalin dengan koperasi. Mahasiswa STTNF yang ikut serta berperan dalam komunitas ini adalah Herpiko sebagai Koordinator Riset di BlankOn dan Slamet Santoso sebagai Koordinator Humas di BlankOn.

photo 2018 07 16 09 33 53

Rilis BlankOn XI Uluwatu oleh komunitas FOSS (free open source software) rupanya memberi aksen atas semangat demokrasi, kemerdekaan dan kejujuran dalam membangun keadaban ekonomi koperasi.

Referensi sumber:
https://baliberkarya.com/index.php/read/2018/07/12/201807120002/Teknologi-Informasi-Keharusan-bagi-Koperasi.html
https://docs.google.com/document/d/1PavVtmKCvzTTV5XPpq_Zr-bB5ASXTcwyhwOKSFJgVX4/edit
https://play.google.com/store/apps/details?id=io.db.saktiAnggota&hl=in

Published in Kegiatan Kampus

Merantau untuk berkuliah di STT Nurul Fikri tentunya harus siap dengan kehidupan mandiri, salah satunya kos. Bagi mahasiswa baru (maba) yang masih mencari-cari kos, ada tips dari senior yang patut dicoba.

Desyifa (23) warga Tasikmalaya mahasiswi STT Nurul Fikri Jurusan Sistem Informasi yang sudah hidup di sekitar lingkungan STT Nurul Fikri selama 3 Tahun, berbagi salah satu tipsnya untuk mencari kos. Dulu, Desyifa termasuk maba yang terlambat mencari kos karena banyak kos-kosan yang penuh. “Dulu nyari kos susah, saya belum terlalu kenal wilayah di sekitar STT Nurul Fikri,” kata Desyifa.

Tidak berhenti sampai di situ, Desyifa berusaha mencari kos lain dengan bertanya ke orang-orang yang ada di sekitar STT Nurul Fikri. Selama beberapa bulan mencari dengan leluasa, ternyata ada juga kos yang nyaman dan cocok dengan Desyifa. “Saya terus tanya ke orang-orang sekitar hingga akhirnya pun dapat yang pas,” ujarnya.

Kini Desyifa pun kos di sekitar dekat STT Nurul Fikri dengan lingkungannya yang aman dan strategis. Biaya kos kisaran Rp 450-600 ribu per bulan, jumlah rata-rata harga kos di sekitar STT Nurul Fikri. “Fasilitasnya kamar mandi dalam, dapur umum, TV umum. Kamarnya luas,” pungkas mahasiswi yang sedang mengambil Skripsi Tugas Akhir itu.

Senada dengan Desyifa, Khusnul Khotimah (22) warga asal Wonogiri juga mencari kos dengan banyak bertanya kepada orang-orang. Sempat berpindah-pindah tempat karna mencari yang nyaman. Rata-rata harga kos segitu dengan fasilitas yang baik,” ujar Khusnul.

Di kawasan STT Nurul Fikri memang banyak sekali terdapat rumah kos dan kontrakan mulai dari harga yang murah sampai yang mahal. Rata-rata harga kontrakan di sekitar STT Nurul Fikri kisaran Rp 750 ribu-1 jutaan per bulan dengan fasilitas yang baik. Tipsnya jika ingin mencari harga yang terjangkau dengan fasilitas yang baik datang lebih awal sebelum masa perkuliahan dimulai karena perlu kecocokan diri dengan lingkungan.

Sekedar informasi di Tahun ini STT Nurul Fikri telah menyediakan Asrama untuk mahasiswa maupun Asrama untuk mahasiswi dengan harga yang terjangkau yaitu Rp 500 ribu per bulannya dengan fasilitas kamar yang luas, kamar mandi dalam, dapur umum dll. Selain itu kelebihan dari Asrama STTNF adalah adanya pembinaan karakter untuk mahasiswa asrama. Asrama ini juga terbuka untuk umum tidak hanya diperuntukan bagi mahasiswa-mahasiswi STT Nurul Fikri tetapi untuk mahasiswa-mahasiswi lain dapat menikmati fasilitas yang baik dengan harga yang terjangkau dan lokasinya yang strategis.

photo 2017 12 08 11 04 39

Published in Pojok Mahasiswa

Belum lama ini keluarga besar STT Terpadu Nurul Fikri bersuka cita atas lahirnya wajah - wajah baru Dewan Mahasiswa (DPM) Kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Tercatat ada 20 anggota yang terdiri dari 10 pengurus inti dan 10 staff. Pada tanggal 20 Februari 2018 lalu anggota baru DPM ini dilantik dan diresmikan langsung oleh ketua PLT STT Terpadu Nurul Fikri, Ahadiyat, S.Sos, M. M.

            Tercatat nama Zaki Mahfudz Hamadah sebagai ketua dewan perwakilan mahasiswa yang baru. Tentu saja bukan hanya wajah – wajah baru yang mewarnai DPM ini, tapi juga program – program serta kebijakan baru membentuk tubuh daripada DPM ini dan tentunya harus menjadi Kartu AS untuk perubahan STT Terpadu Nurul Fikri ke arah yang lebih baik. diantara kebijakan itu adalah sebagai berikut :

  1. SOP Aksi Masa

Salah satu program baru DPM 2018 ini adalah menerapkan SOP untuk kegiatan Aksi Masa. DPM akan menerapkan standar operasional dan aturan bagi seluruh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang ikut serta dalam Aksi/Demonstrasi. Standar yang di terapkan diantaranya adalah seberapa besar manfaat dari Aksi yang dilaksanakan, aturan – aturan dalam aksi, dan pelaturan penggerakan masa.

  1. FORSIMA

Program baru DPM 2018 selanjutnya adalah membawahi dan menanggungjawabi kegiatan FORSIMA (Forum Silaturahmi Mahasiswa). Dengan mengepalai kegiatan ini, DPM diharapkan bisa menerima keluhan dan saran dari mahasiswa yang nantinya akan didiskusikan untuk dicari solusinya.

            Selain dari dua program baru tadi, DPM 2018 juga memiliki sejumlah program baru lainnya yang tentunya akan menjadi perubahan di dunia perkampusan STT Terpadu Nurul Fikri, seperti yang dikatakan oleh ketua DPM 2018, Zaki M.H “Selain dari dua program itu, kami juga memiliki sejumlah program unggulan lainnya yang tentunya akan membawa perubahan di kampus ini.” Ujarnya pada saat pers DPM selasa, 06 Februari 2018. Sebagai ketua, Zaki memiliki keyakinan dengan DPM akan membawa kampusnya menjadi lebih baik lagi. “dengan program ini kami harap dan yakin akan membawa kampus ke arah yang lebih baik lagi.” Lanjutnya.

            Siapapun pemimpinnya, sebagus apapun programnya, jika hanya menjadi bualan saja, maka tak akan berdampak apapun. Tentunya selain daripada kebijakan dan program unggulan, diharapkan DPM 2018 ini dapat merealisasikannya dilapangan sehingga semua hal yang menjadi harapan Bersama dapat tercapai dan tentunya dapat membawa kampus tercinta ini kearah yang lebih baik lagi.

Published in Kegiatan Kampus

Alfian Rahmatulloh atau biasa disapa Alfian merupakan salah satu mahasiswa di STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Teknik Informatika semester 5. Alfian Berdarah suku jawa, lahir di Lamongan pada tanggal 12 September 1997. Alfian menceritakan kisah mengapa bisa mengenal dan menjadi keluarga di STT Terpadu Nurul Fikri dalam menempuh pendidikan. Semua itu bermula disaat seorang dosen yaitu Pak Henry Mgs (Almarhum ) yang memberikan rekomendasi STT Terpadu Nurul Fikri sebagai tempat kuliah yang tidak hanya bagus dalam teknologi namun juga memiliki visi character building campus, melalui Dosen tersebut alfian tertarik dan mendaftar di STT Terpadu Nurul Fikri hingga akhirnya melanjutkan jenjang pendidikan di STT Terpadu Nurul Fikri.

Mendapatkan pengalaman dan teman baru merupakan hal berkesan yang didapatkan selama berkuliah di STT NF sendiri. Pengalamannya bertambah ketika mengikuti organiasasi di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sehingga membuat dirinya dapat mengerti dan memahami bagaimana karakter teman – temannya, membangun dan menyelesaikan tugas dan acara, mengambil keputusan, dan melatih kepemimpinan.

Tidak hanya aktif di BEM STT-NF, Alfian juga seorang aktifis IT Club Desain Mudeng dan Editing Video STT-NF. Sosok Alfian sendiri merupakan mahasiswa yang pantang menyerah dalam membangun dan melakukan suatu kegiatan, dan memiliki keinginan kuat untuk mencapai perubahan yang diterapkanya. Melalui IT Club sendiri Alfian telah menciptakan berbagai pelatihan yang cukup sangat bermanfaat bagi banyak orang, adanya IT Club Design di kampus, membuat mahasiswa merasa terbantu dengan pelatihan yang sudah diselenggarakannya.

Saat ini, kesibukan Alfian menjadi Programmer di Startup Daeng. Daeng merupakan Stratup baru yang masih terus berkembang dan bergerak pada bidang teknologi. Alfian memiliki kemampuan Programming dengan mengikuti berbagai pelatihan mulai dari junior web developer yang diadakan di bpptik, android kejar selama 3 kali, dan web standar yang diadakan di STT NF. Menurutnya pelatihan tersebut menjadikan dirinya telah cukup handal dan profesioanal dalam menerima berbagai job seperti mengajar, membuat video bahkan membuat aplikasi yang sangat cukup sulit dalam pengerjaannya.

Alfian pernah mengikuti Perlombaan Google Firabase Hackaton. Firebase adalah Teknologi Google yang digunakan untuk mengupdate data secara realtime. Alfian mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang pengalaman berharga ketika mengikuti kompetisi tersebut, mulai dari mendapatkan fasilitas yang memadai, materi dan wawasan yang berharga, rasa berkompetisi yang tinggi antar tim serta menambah wawasan tentang teknologi Firebase yang langsung dijelaskan oleh pihak Google.

Published in Kisah dan Curhat

Rabu 27 Desember 2017, Beasiswa Jakarta telah melakukan peresmian penerimaan Beasiswa Jakarta kepada seluruh Mahasiswa di Jakarta di Balai Kota Jl Merdeka Jakarta. Acara tersebut diresmikan oleh gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Pada acara tersebut Gubernur Jakarta menyampaikan bahwasannya beasiswa tersebut dibiayayai dari uang masyarakat dan kembali untuk membiayai masyarakat lagi, diharapkan para mahasiswa yang ikut hadir dalam peresmian tersebut setelah menjadi sarjana dan sudah cukup mampu dalam dunia pekerjaan, dapat memberikan beasiswa serupa kepada generasi penuntut ilmu selanjutnya. Pidato singkat yang diberikan oleh gubernur DKI sendiri memberikan kesan yang cukup mendalam.

Beasiswa Jakarta merupakan salah satu program pendidikan di Provinsi Jakarta. Dibentuk dan diperkenalkan sejak tahun 1952 dan terus berkembang hingga saat ini. Beasiswa Jakarta sendiri membantu membiayai program pendidikan para pelajar dan mahasiswa yang ada diseluruh provinsi Jakarta. Program beasiswa yang ditawarkan sendiri meliputi beasiswa reguler, beasiswa Skripsi, Beasiswa Tesis dan Beasiswa Disertasi.

STT Terpadu Nurul Fikri merupakan salah satu penerima Beasiswa Jakarta, dengan delapan peserta yang mendaftar dan lulus pendftaran seleksi. Didampingi oleh kemahasiswaan Bapak David menghadiri acara peresmian tersebut. Pada kesempatan tersebut Pak David mengharapkan pendaftar beasiswa Jakarta untuk pendafataran selanjutnya akan terus bertambah dan antusias dalam mengikuti program beasiswa Jakarta selanjutnya.

Published in Pojok Mahasiswa

Namanya Izzati Nida, perempuan kelahiran April 1995 merupakan mahasiswi jurusan Teknik Informatika angkatan 2013. Mahasiswa tingkat akhir ini merupakan mahasiswa yang cukup kreatif dalam mengembangkan usaha kuliner kecil-kecilannya. Bagaimana tidak, Izzati yang saat ini sibuk dengan magang dan tugas akhirnya namun masih bisa menyisihkan waktu di pagi hari untuk membuat dagangan kentang melted, tidak sampai disitu saja mahasiswa bertubuh mungil ini juga dikenal sebagai wanita yang menyukai hobi hiking dan traveling ke daerah-daerah di Indonesia.

Menurutnya, hiking bisa melepaskan penat karena aktivitas yang sangat padat serta dapat melatih kebugaran tubuh, terlebih lagi di daerah gunung tidak membuatnya cepat gerah karena hawanya yang cukup nyaman dan adem. Ia memulai hobi hiking sejak masih duduk di bangku SMP, berbagai gunung pun telah didaki, mulai dari Gunung Gede, Salak, Cikuray dan Papandayan. Sayangnya, di suatu perjalanan mendaki gunung, Izzati mengalami cidera pada kakinya yang mengakibatkan dirinya harus vakum beberapa saat untuk kembali hiking, namun itu tidak menyurutkan niatnya untuk kembali melakukan hiking dan traveling.

Tidak hanya gemar mendaki, Izzati juga memiliki keahlian design menggunakan AI (Adobe Ilustrator) dan photoshop. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih juara 1 di kompetisi mobile App Hexion Binus University dan kompetisi Web App IT festival UHAMKA sebagai Chief Management Officer (CMO). Menurutnya, kerja sama tim dan konsisten dalam berkarya sangat diperlukan untuk mencapai suatu keberhasilan.

Published in Kisah dan Curhat

Lizza Noor Azizah merupakan Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang meraih kejuaraan Pencak Silat, saat ini Lizza masih duduk di semester 3 jurusan Sistem Informasi, Lizza memiliki bakat dan minat pencak silat sejak kecil sehingga Lizza mulai menyalurkan hobinya di berbagai ajang perlombaan, salah satu ajang perlombaan yang diikuti adalah kompetisi pencak silat yang diselenggarakan oleh Baladhika Karya, walaupun seorang perempuan namun Lizza tidak membatasi dirinya untuk menyukai bidang olahraga terutama pencak silat yang biasanya identik dengan kaum pria.

Lomba ini diselenggarakan oleh Baladhika Karya di Sport Center GOR Purnawarman Purwakarta di jalan Purnawarman timur kelurahan Sindang Kasih Purwakarta pada tanggal 14 – 16 Oktober 2017. Lizza melakukan pertandingan dua kali sampai pada akhirya Lizza dapat memenangkan Juara Umum II. Bagi Lizza, kuliah bukanlah menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang non-akademik, serta bagi seorang muslimah seperti Lizza jilbab dan pakaian menutup aurat bukan menjadi hambatan untuk tetap berkecimpung di dalam dunia pencak silat. 

Prestasi bukanlah hanya di bidang akademik saja, prestasi juga dapat berasal dari non akademik seperti mengikuti perlombaan, mengikuti orgaisasi, menjadi volunteer, dll. Sebuah hobi jika dilakukan dan dirutinkan secara terus menerus maka akan menjadi sebuah passion bagi diri kita, sama halnya yang dialami dengan Lizza, dia mengetahui minat dan bakatnya kemudian diikuti dengan latihan yang tekun sehingga bisa berprestasi pada bidang non-akademik.

Published in Pojok Mahasiswa
Kamis, 02 November 2017 12:44

Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang

Siapa yang tak kenal dengan Negeri Sakura itu?

 

         Ketika diumumkan bahwa kegiatan openSUSE.Asia Summit 2017 di Jepang, saya langsung berfikir “Kesempatan untuk bertemu dengan para pengguna, pengembang serta komunitas openSUSE dari berbagai macam negara dan berkunjung ke Tokyo, Jepang.”

           Pendaftaran Call of Paperuntuk menjadi salah pembicara pada acara tersebut dibuka pada Tanggal 7 Juli dan batas pengumpulan terakhir pada 14 Agustus 2017. Selama masa pendaftaran tersebut, rasanya ingin mengumpulkan (submit) ide, namun ada rasa bimbang dalam hati “Apakah ide tersebut akan lolos seleksi?” dan “Apakah ide ini perlu dan menarik untuk disampaikan?”.

          Seminggu sebelum pendaftaran ditutup, terus mengecek dan membuka website pendaftaran, tapi dengan hasil kosong. Akhirnya bertanya-tanya dengan teman yang lain, namun masih satu komunitas dengan saya yaitu GliB. Mendapat dorongan untuk mendaftar dan beberapa teman sebelumnya sudah mengumpulkan idenya.

            Akhirnya saya memutuskan mengumpulkan ide pada tanggal 14 Agustus 2017, tepat pada hari terakhir pendaftaran “Call of Paper” tersebut. Saya memilih untuk membawakan materi tentang LibreOffice”, dengan judul Write Your Story with OpenSource”.

              Rasanya tak sabar, menunggu kabar pengumuman melalui e-mail. Pengumuman diumumkan pada tanggal 4 September 2017. Pada malam pengumuman beberapa teman bercerita telah mendapat pesan konfirmasi bahwa idenya lolos. Dalam hati “Kok saya belum ada e-mail masuk ya, apa tidak lolos?”, dan selang beberapa puluh menit kemudiansaya mendapatkan pesan masuk baru pada e-mail. Allhamdulillah, pesannya berupa konfirmasi dari Fominobu Takeyama bahwa ide saya lolos dan akan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE.Asia Summit 2017 di Tokyo, Jepang.

            Sejak pemberitahuan itu saya dapatkan, saatnya mulai urus surat-surat untuk keberangkatan. Dibantu dengan Om Edwin Zakaria dan beberapa teman lainnya. Dimulai dari Passport (maklum belum punya) dan kemudian pesan tiket pesawat, penginapan dan terakhir mengurus Visa kunjungan ke negera Jepang. Setelah semuanya terurus, saatnya menyelesaikan presentasi yang akan saya bawakan pada acara tersebut.

          Bahagia rasanya bisa mengunjungi Jepang dan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE. Asia Sumiit 2017. Jepang sejak dulu menjadi salah satu negara yang ingin saya kunjungi, dan akhirnya saya bisa merasakannya.

          Finally, pokoknya banyak banget pengalaman yang didapat dari acara tersebut. Kenangan-kenangan yang terjadi disana akan sulit untuk dilupakan.

Terima kasih semua untuk semuanya, terutama panitia lokal yang telah bekerja keras untuk berlangsungnya acara keren tersebut.

 

 

          Udah telat belum ya?. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Apa itu openSUSE. Asia Summit?”. Oh iya, sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang openSUSE. Asia Summit. openSUSE Asia Summit adalah acara yang mempertemukan kontributor dan pengguna openSUSE. Acara yang diadakan setiap tahun ini dilaksanakan pada tiap tempat yang berbeda dimulai dan dilaksanakan selama dua hari.

                Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman, belajar teknologi perangkat lunak bebas dan open source, hingga bincang-bincang bebas terutama mempromosikan openSUSE di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya, supaya semakin banyak orang yang tertarik dengan openSUSE dan berusaha jadi pengguna maupun kontributor, menyatukan pengguna openSUSE di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kolaborasi, memperluas penetrasi openSUSE di sektor bisnis dan pemerintahan, serta menginspirasi orang-orang mengenai kebebasan di dunia FLOSS.

               openSUSE.Asia Summit sudah tiga kali dilaksanakan, dan pada tahun ini akan segera terlaksana kembali. Sebelumnya, tahun 2014 di Beijing/Tiongkok kemudian tahun 2015 di Taipei, tahun 2016 dilaksanakan di Yogyakarta Indonesia tepatnya di UIN Sunan Kalijaga dan pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tokyo Jepang tepatnya di Universitas Komunikasi Elektro. Pada tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017.

 

 

Sampai jumpa di tahun depan.

Senang bisa berjumpa dengan kalian!

Published in Kegiatan Kampus

Pada hari Selasa, 19 September 2017 di Ruang Auditorium STT Terpadu Nurul Fikri diadakan Kuliah Umum yang berjudul “Design Thinking”. Kuliah umum ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa angkatan 2015-2017. Kuliah umum tersebut berbentuk workshop yang dipandu oleh pembicara dan dibantu oleh beberapa fasilitator yang merupakan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri juga. Fasilitator hanya mendampingi setiap kelompok untuk mengerjakan worksheet yang dipandu oleh pembicara.  Sebelum masuk ke workshop, terdapat sambutan yang dibawakan oleh Ketua STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Pak Ahadiyat,S.Sos,M.M.  Setelah sambutan, maka dimulai sesi workshop oleh Pembicara.

Sesi workshop dilakukan selama kurang lebih 3 jam. Pembicara menjelaskan tentang Design Thinking. Desighn thinking merupakan suatu pemikiran yang telah dipakai oleh banyak orang yang telah sukses. Mereka berusaha melawan asumi dari pemikiran yang dibuat oleh mereka sendiri. Misalnya contoh pendiri Teh Botol Sosro sekitar 40 tahun yang lalu Pak Sosrodjojo berpikir bagaimana jika membuat Teh dalam botol lalu dijualnya. Pada saat itu banyak orang menertawakan idenya. Tetapi berdasarkan keyakinannya dan Pak Sosrodjojo telah berhasil mengalahkan asumsi-asumsi yang ada di pikirannya dan lingkungannya, maka ternyata saat ini Teh Botol Sosro sangat digemari oleh banyak kalangan di Indonesia.

Setiap kelompok diberikan beberapa tema untuk nantinya dipilih sebagai tema yang diangkat untuk melakukan brainstorming. Setelah setiap kelompok memilih tema, kemudian mulai melakukan brainstorming dan mengisi lembar kerja yang diberikan oleh pihak CIMB X dengan dipandu oleh fasilitator masing – masing.

Di akhir sesi workshop, terdapat pitching (presentasi terkait hasil brainstorming) yang dilakukan oleh ketua masing- masing kelompok. Setelah sesi pitching, pengumuman mahasiswa berprestasi yang diraih oleh Muhammad Syaiful Romadhon SI 2015 dan Muhammad Isfahani Ghiyat TI 2015. Kuliah selesai kurang lebih pukul 12.15 WIB. Dan setelah kuliah umum, mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kembali kuliah dengan mata kuliahnya masing – masing.

Published in Kegiatan Kampus

Saat ini Etnis Rohingya kembali menjadi sorotan dunia, masih dalam masalah yang sama yaitu terjadinya krisis kemanusiaan dan diskriminasi terhadap minoritas di Negara Myanmar tepatnya Myanmar bagian Rakhine. Konflik ini terjadi akibat adanya diskriminasi kewarganegaraan, dikutip dari laman rappler.com menurut ahli sejarah dan warga setempat kaum rohingya merupakan kaum atau etnis asli Negara bagian Rakhine sejak abad ke-19 ketika Myanmar masih dijajah oleh Inggris. Namun pemerintah Myanmar tidak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara atau kelompok etnis mereka. Hanya sekitar 40.000 yang diakui oleh pemerintah Myanmar dan diberikan hak kewarganegaraan.

Melihat keadaan darurat ini, Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri ambil sikap dengan menggelar Aksi Kemanusiaan Galang Dana Untuk Rohingya dengan tema “ WE CARE ABOUT ROHINGYA ” di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok pada hari Senin (10/09/2017) pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Aksi ini merupakan kegiatan kolaborasi antara LDK Senada, BEM dan DPM STT Terpadu Nurul Fikri yang dikoordinatori oleh Miftah Amarullah mahasiswa SI/2015.

Aksi Galang Dana ini akan dilakukan selama satu pekan di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, dimulai dari hari Senin hingga Sabtu dan Galang Dana di Jalan pada hari Senin di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok dan Rabu di Lampu Merah Juanda-Margonda Depok. Aksi ini diikuti oleh sebagian besar mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri dengan tujuan untuk sedikit membantu meringankan penderitaan saudara di Rohingya dalam bentuk materi.

Tak hanya Galang Dana, dalam Aksi ini Mahasiswa juga melakukan Orasi, Pembacaan Puisi dan ditutup oleh pernyataan sikap dari Ketua LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Dhani Fitriansyah. Dana terkumpul nantinya akan dikirimkan melalui Lembaga Sosial Nasional yaitu PKNU. Semoga konflik ini segera berakhir baik di Rohingya maupun di negara manapun dan donasi kami dapat meringankan dan membantu memenuhi kebutuhan mereka. Silahkan kirimkan donasi terbaikmu ke BNI Syariah 0558429116 an LDK Senada STT NF.

Published in Pojok Mahasiswa
Halaman 1 dari 16