Siapa sangka wanita berbadan mungil, berwajah bulat dan memiliki senyum kecil yang lembut ini adalah sosok yang sangat berjuang keras untuk meraih mimpi. Pantang menyerah, mungkin itulah kata yang dapat menggambarkan dirinya. Memiliki rutinitas bangun pagi, sarapan, sholat subuh, tadarus, dan kuliah menjadikan kebiasaan tersebut terlihat biasa-biasa saja di mata kebanyakan orang. Namun ternyata ada hal yang tidak disangka dari wanita yang akrab dipanggil Lia ini, pasalnya ia merupakan seorang Public Speaker yang cukup handal dalam bidang yang tengah digelutinya tersebut.

Menulis menjadi hobi yang sangat digemari Lia dan dari hobi inilah ia mengasah kemampuannya dalam hal tulis-menulis. Lia merupakan sosok yang unik karena mencintai  berbagai perbedaan dan tantangan, disiplin, percaya diri, serta memiliki komitmen tinggi. Sisi kepribadian itulah yang mengantarkan dirinya menjadi public speaker yang adaptable dengan berbagai acara yang dibawakannya mulai dari acara semi formal seperti seminar dan talkshow hingga informal seperti acara musik beraliran rock dapat ia bawakan dengan baik. Sebagai seorang public speaker, menurutnya hal yang paling berkesan dan membahagiakan adalah ketika dirinya dapat menyelesaikan tugas dengan baik, yaitu membawakan acara dengan penuh penjiwaan serta membuat audiens bahagia menikmati setiap kata yang ia ucapkan ketika beraada diatas panggung.

Di sisi lain, sebagai seorang public speaker yang terkesan begitu riang, ternyata Lia memiliki cita-cita yang tak disangka yaitu menjadi staff di KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Karena menurutnya, menjadi agen anti korupsi adalah cita-cita yang harus ia raih untuk menyelamatkan Indonesia dari tikus-tikus berdasi yang kian merajalela di negeri merah putih ini. Dari cita-citanya tersebut, ternyata Lia bukan saja sosok yang unik namun juga sosok yang beragam. Pasalnya Lia merupakan lulusan sebuah SMK jurusan Farmasi, kemudian melanjutkan kuliah dengan jurusan IT, berprofesi sebagai public speaker, dan bercita-cita sebagai seorang anti koruptor di bawah naungan lembaga bernama KPK. Co-Founder dari #kelasberani ini memang memiliki perencanaan yang matang sejak dini dan terus berusaha mewujudkan keinginannya dengan segala kemampuan yang dimiliki saat ini.

Prestasi yang diraih Lia ternyata cukup banyak. Saat SMK, ia lulus dengan nilai terbaik di jurusannya dan meraih gelar sebagai juara umum. Ia pun pernah menyabet gelar sebagai juara 2 olimpiade farmasi tingkat kabupaten saat menduduki bangku SMK. Menurutnya momen tersebut cukup berkesan dan memberikan rasa tersendiri ketika mengenangnya. Saat itu, ia bersama tiga teman lainnya membuat Body scrub dari kulit pisang, sebuah produk kecantikan alami yang belum pernah ada sebelumnya. Tak hanya itu, Mahasiswa peraih IP 4 ini juga pernah mendapat penghargaan sebagai karyawan tauladan dari sebuah klinik tempat bekerjanya dahulu dengan posisi sebagai ketua Instalasi Farmasi.

Jika mengulik Lia, ternyata ia memiliki sisi-sisi yang tak biasa. Lia juga ternyata memiliki cukup banyak pengalaman di bidang politik. Ia pernah menjadi Panwaslu Pilkada Jabar beberapa bulan silam dan berencana untuk menjadi Panwas Pilpres 2019 mendatang, kemudian ia pun pernah menjadi duta sebuah proyek yang dicanangkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan Indonesia) bersama ADB (Asian Development Bank) terkait keuangan inklusif di Indonesia, serta pernah menjabat sebagai panitia sensus penduduk Kabupaten Bogor. Lia, yang juga memiliki keinginan untuk menjadi presenter ini memiliki rencana untuk bergabung bersama para jurnalis senior di Indonesia melalui wadah bernama depoknews.com dan depokbersahabat.id dengan memberikan kontribusi berupa tulisan dan mengikuti berbagai pelatihan jurnalistik untuk mengasah  kemampuannya dalam menulis dan public speaking. Akhir kisah tentang Lia, ternyata ia tak ingin bisa dan berhasil sendirian. Ia tak  hentinya menggembor-gemborkan mahasiswa STT-NF untuk ikut serta belajar berbicara melalui #kelasberani yang ia inisiasikan bersama salah satu dosen STT-NF. Dan Lia juga berpesan kepada teman-teman mahasiswa lainnya untuk selalu merasa lapar dan haus akan ilmu, walaupun mungkin ilmu tersebut belum kita ketahui dan kita rasakan manfaatnya saat ini. Karena siapa tahu dari ilmu-ilmu yang dipelajari saat ini justru menjadi peluang kesuksesan kita di masa depan.

Published in Kisah dan Curhat

Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kembali meraih juara dalam Dinus Application Competition 2017 yang berlangsung pada tanggal 25-26 Februari 2017 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Dinacom Adalah salah satu event kompetisi yang bergerak dalam bidang IT tingkat Nasional, dikalangan pelajar dan mahasiswa. Dinacom di selanggarakan setahun sekali yaitu dengan mengkompetisikan beberapa kategori perlombaan yang bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas generasi muda yang diselenggarakan oleh UKM DNCC (Dian Nuswantoro Computer Club) Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Dinacom 2017 kali ini mengangkat tema “Make Your Creanovation For Digital Technology” yang bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas generasi muda Indonesia yang memiliki peran penting dalam perkembangan teknologi terutama di bidang teknologi komputer. Dengan keunggulan teknologi komputer banyak individu hingga instansi yang mulai menggunakan komputer.

Tahapan lomba dimulai dari seleksi awal yang berupa seleksi proposal disertai seleksi prototype dari aplikasi. Dari seluruh peserta yang mengajukan proposal selanjutnya dipilih sepuluh tim finalis untuk selanjutnya melakukan presentasi aplikasi untuk proses penjurian untuk menentukan pemenang dari kompetisi ini.

Tahap kedua melakukan presentasi tentang produk aplikasi yang dikembangkan serta melakukan penilaian dengan menggunakan kriteria penilaian yang telah ditentukan, setalah itu juri menentukan pemenang sesuai kategori yang telah ditentukan oleh juri dengan syarat peserta.

Sedangkan aplikasi yang diusung oleh tim Andara Tech dari STT Terpadu Nurul Fikri yaitu “Trashpedia” merupakan aplikasi yang membantu masyarakat dalam sistem mengelola sampah dengan baik atau biasa disebut bank sampah. Aplikasi ini adalah penyempurna dari aplikasi yang ada sebelumnya yaitu “YuClean” yang mana aplikasi tersebut terdapat fitur-fitur baru yang belum ada pada aplikasi sebelumnya. Dan pastinya aplikasi ini sangat menguntungkan, tak lain sampah yang mereka kumpulkan akan menghasilkan uang.

andara tech Sttnf2

Dengan mengusung aplikasi ini, tim Andara Tech (Irfan Prasetyo (TI-2013) Miftakhul Aris (SI-2016) serta Rakha Diasry (TI-2016) berhasil meraih juara Favorit Dinus Application Competition 2017.

“Jangan pernah puas untuk ilmu yang kalian punya karena ilmu itu luas,so jangan pernah stuck di tempat itu aja” Ujar Aris (Mahasiswa SI-2016 STTNF) salah satu finalis DINACOM.

Semoga pemenang dari tim Andara Tech selalu memotivasi dan menginspirasi bagi mahasiswa STTNF.

Dapatkan Potongan Biaya Kuliah s.d 1 Juta di Gel 2 ( s.d 16 April 2017)
Daftar Sekarang klik http://pmb.nurulfikri.ac.id/

Published in Pojok Mahasiswa