Senin, 21 Januari 2019 Pemungutan Suara dalam Pemilihan Raya telah dilaksanakan di gedung B STT Terpadu Nurul Fikri, Jln. Lenteng Agung Raya, Jakarta selatan. Pemungutan suara ini tentu dilakukan dalam rangka memilih presiden mahasiswa (presma) beserta wakilnya. Pemungutan suara dimulai sejak pagi pukul 08.00 dan diakhiri pukul 21.00 WIB. Tujuan pemungutan suara ini dilaksanakan hingga malam hari yaitu agar seluruh mahasiswa termasuk kelas karyawan (malam) berkesempatan menggunakan hak suaranya. Di samping itu pula pemungutan suara ini bertepatan dengan waktu pelaksanaan UAS semester ganjil sehingga diperkirakan lebih dari 90% mahasiswa ikut serta dalam pesta demokrasi kampus ini.

 

Sebelumnya tim Komisi Pemilihan Raya (KPR) sudah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan pemilihan raya ini, mulai dari demo ke setiap kelas, menjalin koordinasi ke seluruh ketua angkatan, mengadakan uji publik serta debat calon pada setiap kandidat secara terbuka agar mahasiswa aware dengan adanya pemira hingga menyebarkan undangan kepada seluruh mahasiswa. Tentunya semua itu dilakukan demi hadirnya pemimpin terbaik sesuai pilihan mahasiswa yang dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kampus. Hasil dari pemungutan suara yang telah dilakukan kemudian dihitung langsung pada malam harinya, lalu hasil dari perhitungan suara dirilis dengan segera agar seluruh mahasiswa dan civitas kampus mengetahui siapa pemimpin terpilih yang akan meneruskan estafet perjuangan. Dan setelah perhitungan selesai terpilihlah pasangan presma-wapresma berdasarkan perolehan suara terbanyak yaitu pasangan nomor urut 1 yakni Muhammad Akmaludin dan Ahmad Arip yang keduanya merupakan mahasiswa jurusan Informatika 2016. Dengan penuh bangga kami ucapkan selamat kepada keduanya, semoga amanah yang diterima dapat dijalankan dengan sebaik mungkin dan setiap langkah yang dilakukan dapat menghantarkan STT-NF menjadi kampus yang lebih baik dari segala aspek.

Published in Kegiatan Kampus

Komisi Pemilihan Raya (KPR) STT Terpadu Nurul Fikri telah menerima pendaftaran calon Presiden mahasiswa beserta wakilnya dan anggota DPM atau Dewan Perwakilan Mahasiswa. Setelah memeriksa kelengkapan berkas, uji kelayakan dan tahap seleksi lainnya, KPR STT Terpadu Nurul Fikri merilis nama-nama calon pemimpin organisasi kampus tersebut. Terdapat dua pasang calon Presma dan Wapresma serta lima calon pengurus inti DPM terpilih. Nama-nama yang menduduki posisi tersebut adalah Muhammad Akmaluddin (TI 2016) & Akhmad Arip (TI 2016), Miftakhul Aris (SI 2016) & Iqbal Ajie Wahyudin (TI 2016) sebagai pasangan calon Presma-Wapresma. Sedangkan calon pengurus inti DPM diantaranya ialah Rakha Diasry (TI 2016), Lazuardi Dwi Putra (TI 2016), Farras Syafira Susilo (SI 2017), Charin Nasrillah (SI 2016), Ayu Amalia (SI 2016) dan Ade Trisna Wardah (SI 2016).

 

Untuk Capresma dan Cawapresma, KPR telah melakukan pengundian nomor urut secara transparan dihadapan paslon. Pada akhirnya nomor urut 1 jatuh kepada paslon Muhammad Akmaluddin & Akhmad Arif sedangkan no urut 2 yaitu Miftakhul Aris & Iqbal Ajie Wahyudin. KPR 2018 juga sudah melakukan sosialisasi terkait peraturan kampanye kepada para paslon beserta tim suksesnya, tentu hal ini dilakukan agar masa kampanye berjalan disiplin dan jauh dari kerusuhan. Rencananya KPR juga akan menyelenggarakan debat antar paslon secara terbuka yang dapat disaksikan oleh seluruh mahasiswa STT-NF di bulan Januari ini. Sama seperti pemilihan pada umumnya, debat ini diselenggarakan untuk membantu pemilih menentukan pilihan melalui tekad para pasangan calon dalam memberikan gagasan terkait isu-isu kampus ataupun luar kampus seperti isu nasional yang tengah hangat menjadi perbincangan masyarakat beserta solusi ataupun langkah yang ingin ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Sekian update Pemira kali ini dan nantikan terus berita terupdate seputar Pemira STT-NF berikutnya!

 

Published in Kegiatan Kampus
Minggu, 30 Desember 2018 04:41

Sosialisasi Pemira Terus Dilakukan

Pencalonan Presma dan Wapresma sudah berakhir sejak 25 Desember 2018 lalu, namun tim KPR (Komisi Pemilihan Raya) STT Terpadu Nurul Fikri terus melakukan sosialisasi terkait Pemira agar seluruh mahasiswa mengetahui dan dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih Presma dan Wapresma dengan baik. Dalam sosialisasinya, tim KPR jelaskan sistem pemilihan periode kali ini. Dan masih sama seperti tahun sebelumnya, Pemira di STT-NF masih menggunakan sistem e-vote karena dinilai aman serta lebih efisien dari segi pendanaan karena tidak menggunakan kertas sebagai media pemungut suara. “Pemilihan menggunakan sistem e-vote masih cukup menarik untuk pemira periode ini” komentar Dian Purnama, mahasiswa TI 2017 yang tentunya juga merupakan calon pemilih.

Selain sosialisasi, penuansaan pun terus dilakukan oleh tim KPR untuk menarik minat seluruh mahasiswa agar menggunakan hak pilihnya dengan terus menonjolkan dinamika bakal calon. Tim KPR memang nampaknya akan terus melakukan berbagai upaya demi suksesnya acara ini. Untuk calon Presma dan Wapresmanya sendiri belum diketahui berjumlah berapa Paslon, dan para mahasiswa pun cukup antusias ingin segera mengetahui siapa saja Paslon periode kali ini. “Siapa saja Paslon dan berapa jumlah yang mendaftar masih belum bisa dipublish, tetapi perkiraan ada 2 (dua) Paslon” ujar Arfian Mulya Pasha selaku project officer Pemira 2018. Jadi untuk kamu yang penasaran kira-kira siapa saja yang akan menduduki kursi Paslon, tetap stay tune di portal kami. Karena akan ada update berita terbaru mengenai Pemira STT-NF 2018.

 

Published in Kegiatan Kampus