Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (78)

Selain aktif di Kampus, Chairin Nashrillah mahasiswa Sistem Informasi 2016 STT-NF juga aktif di luar kampus. Seperti pada pertengahan bulan Ramadhan, ia mendaftar sebagai Panitia General Training untuk Asia Games yang diadakan oleh PTC (Pertamina Training Center). Tidak hanya Chairin saja yang mendaftar jadi panitia General Training Asia Games  dari STT-NF, namun ada juga Haya Rasikah (TI 2016), Lazuardi (SI 2016), Bayhaqi (SI 2016), Ahmad Imadudin (TI 2015), Rufaidah (TI 2015) dan Vivi (TI 2017) .

General Training ini merupakan training kedua yang harus diikuti untuk bisa menjadi volunteer Asia Games 2018. Salah satu syarat untuk menjadi volunteer Asian Games 2018 harus mengikuti tiga tahap Training terlebih dahulu. Disana mereka membantu trainer dalam mentraining volunteer Asia Games 2018 seperti membantu mencetak sertifikat, membagikan modul untuk peserta dan membantu dalam mempersiapkan proyektor.

General Training dilaksanakan selama tujuh hari mulai tanggal 18 Mei - 24 Mei 2018, untuk tempatnya sendiri pada tiga hari pertama dilaksanakan di Universitas Pertamina, hari ke-4 sampai ke-7 dilaksanakan di UMJ (Universitas Muhammadyah Jakarta).

Banyak hal yang mereka dapatkan dengan menjadi panitia General Training. Selain mendapatkan pengalaman mereka juga mendapat teman baru, sertifikat, fee dan relasi. “Senang bisa bergabung menjadi kepanitiaan di luar kampus. Aku juga bersyukur karena bisa menjadi salah satu orang yang berperan menyukseskan acara istimewa ini yaitu Asia Games 2018 karena pada tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah untuk Asian Games 2018”, ujar Chairin saat menyampaikan kesannya. Terakhir Chairin menambahkan “Mari dukung dan sukseskan Asia Games 2018 di Indonesia”.

Kamis, 12 Juli 2018 05:58

Auzan: “Say Hello to Junior”

Written by

Tahun ajaran baru hampir dimulai, semua kampus sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut calon mahasiswa baru (camaba), begitu pula kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Bukan hanya bagian staff dan adminitrasi kampus saja yang sibuk bekerja mempersiapkan pendaftaran, tapi juga mahasiswa yang ikut serta dalam panitia Orientasi Akademik. Memang sudah menjadi adat dan budaya perguruan tinggi, mengadakan Orientasi Akademik guna memperkenalkan kepada calon mahasiswa baru seputar kampus yang akan ditinggalinya.

Setiap kampus mempunyai gaya masing – masing dalam pelaksanaan orientasi akademik ini, begitu pula di kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Kampus ini punya gaya tersendiri dalam pelaksanaan orientasi akademiknya, di kampus ini pelaksanaan orientasi akademik dikenal dengan nama ORMIK. Panitia ORMIK sendiri diambil dari mahasiswa – mahasiswa pilihan dari angkatan 2015 sampai angkatan 2017.

Dari sekian banyak panitia ORMIK tahun ini, Auzan Assidqi mencantumkan Namanya dalam deretan panitia. Ya, memang mahasiswa yang kerap dipanggil ozan ini merupakan mahasiswa yang aktif baik dalam organisasi maupun akademik. Tercatat auzan mengikuti BEM dan juga IT Klub Robotik, selain itu juga dia sempat lolos seleksi Dicoding depok. Selain aktif berorganisasi, ozan juga berprestasi dibidang akademik. Terbukti pada semester lalu dia mendapat gelar “Mahasiswa Berprestasi”.

Bagi ozan sendiri, ORMIK tahun ini sangat berkesan karena ini pertama kalinya dia menjadi panitia. “Tidak terasa udah satu tahun di STT NF, kemarin di ospek sekarang nge-ospek. Yah berkesan banget lah karena pertama kalinya jadi panitia” ujar Auzan. Dirinya tak menyangka akan menjadi panitia ORMIK tahun ini. meskipun begitu, dia tetap senang mendapat kesempatan menjadi panitia. “Ya.. nanti saya bisa bilang hello ke junior saya hehe.. Alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan lebih awal dengan camaba” tambahnya.

Menjadi panitia ORMIK merupakan pekerjaan baru bagi Auzan, artinya berbagai kesibukan baru akan dihadapinya. ORMIK merupakan satu dari sekian banyak kesibukan yang dihadapinya. Selain ORMIK, Auzan mempunyai kesibukan di IT Klubnya membuat project untuk demonstrasi di acara ORMIK. Meskipun begitu, auzan tetap bisa memanajemen waktu dengan sangat baik. Dia selalu aktif mengikuti rapat pannitia ORMIK dan juga tidak lupa dengan pekerjaannya di IT Klub. “Capek sih enggak, tapi kadang suka bingung, hari ini ada acara apa dan dari mana. Tapi alhamdulillah jika dijalani dengan ikhlas, pekerjaan berat pun terasa ringan”. Imbuhnya pada saat pers.

Menjadi mahasiswa aktif dalam organisasi tidak menutup dirinya dari target “mahasiswa berprestasi” semester ini. Berbagai kesibukannya tidak mengurangi semangat belajarnya dan melupakan akademik. Berbagai kesibukannya dijadikan tolak ukur kebehasilannya memanajemen waktu. Sebuah pelajaran berbarti bagi mahasiswa lainnya untuk tetap aktif beroraganisasi tapi juga tidak melupakan akdemik.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pribahasa yang tepat untuk menggambarkan sosok wanita mungil dan bersuara halus ini, Desyifa Fauziah. Mahasiswi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri jurusan Sistem Informasi. Dalam keseharinya, Wanita berdarah sunda kelahiran Tasikmalaya akrab disapa dengan Dedes. Dirinya menghabiskan waktu untuk kuliah, dan turut ikut berorganisasi. Kesibukan yang dimiliki bukan hanya itu saja, ternyata dirinya juga disibukan dengan mengajar privat.

Mengajar adalah salah satu hobi dan hal yang disukainya. Mengajar sudah menjadi skill yang dimiliki oleh wanita muda berjilbab lebar ini. Menurutnya mengajar bukan hanya mengenai bagaimana dia mengajar dan sebatas bertatap muka saja, namun dapat memberikan yang terbaik untuk anak didiknya sekaligus menjadi pengembangan skill untuk dirinya agar tetap terus belajar menjadi lebih baik lagi dalam hal mengajar.

Kemampuan mengajar yang dimilikinya bukan semata-mata langsung didapatkan begitu saja, kemampuan mengajar didapatnya dari cara memperhatikan dan mengamati ayah dan guru-gurunya mengajar. Cara dan kemampuan yang dimiliki saat ini adalah hasil dari pengamatan yang terus dilakukannya semenjak dirinya masih duduk disekolah dasar. Materi yang sering disampaikan ketika mengajar seputar islam, belajar bahasa arab, hafalan alquran dan mengaji. Ketekunan mengajar sudah digeluti dedes semenjak dirinya masih berada di Tasikmalaya ketika masih duduk dibangku SMA. Tawaran mengajar pertakali kali datang dari  ayahnya dan tetangganya yang membutuhkan seorang pengajar.

Mengajar merupakan hal yang menantang bagi dirinya, walaupun terkadang terdapat hambatan seperti merasa kesulitan mengembalikan mood anak-anak untuk kembali bersemangat dalam belajar, namun hal itu tidak membuat dirinya patah semangat. Hal itu menjadi kebahagian tersendiri ketika melihat anak-anak didikknya kembali semangat dan antusias untuk belajar bersama lagi. Dedes mengatakan “Alhamdulillah untuk saat ini saya belum mengalami kesulitan ketika saya harus menjalani kuliah sambil mengajar, karena bagi saya kuliah dan mengajar adalah hal yang menyenangkan”, itulah kalimat penutup yang disampaikan oleh mahasiswi sekaligus guru muda yang terus mengajar tanpa merasa lelah setiap waktunya.

Menyerah tak pernah terlihat dari raut wajahnya, penuh semangat dan pribadi periang itulah gambaran singkat tentang sosok Afifah Sausan. Wanita yang akrab disapa Afifah menyelesaikan sekolah menengah di SMA Al-Qudwah dan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di STT-NF melalui jalur beastudi. Afifah sedang mengambil Tugas Akhir di semester 6 agar bisa lulus 3,5 tahun. Afifah telah melakukan seminar proposal yang dilakukan pada 23 Mei 2018. Dalam menyelesaikan S1, STT-NF memiliki 3 tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa, pertama seminar proposal, kedua seminar hasil, dan terakhir sidang akhir.

Sarjana komputer awalnya bukanlah jurusan yang diinginkan oleh Wanita berkelahiran Depok, Jawa Barat. Sejak awal Afifah tidak menyukai jurusan komputer melainkan menginginkan jurusan akuntansi. Namun pada akhirnya Allah swt memberikan takdir lain dengan memberikan jalan Afifah di Jurusan Komputer. Setelah melewati semester 1, dirinya menyadari bahwa komputer adalah ilmu yang sedang dibutuhkan pada zaman sekarang. Hal tersebut membuat dirinya bersyukur bisa menyelami ilmu komputer karena dirinya tidak hanya mendapatkan ilmu komputer saja namun juga ilmu akuntansi. Ternyata mengambil jurusan komputer seperti menyelami dunia, itulah yang dirasakan dan disyukuri oleh Afifah karena masuk pada Jurusan Ilmu Komputer.

Mengikuti organisasi di kampus, aksi kemanusiaan dan menjadi seorang pengajar adalah kesibukan yang sedang dijalaninya. Memiliki cita cita melanjutkan kuliah S2 di korea dengan mendapatkan beasiswa adalah salah satu pencapaian target yang ingin didapatkan. Tidak mengenal lelah dan mengeluh, wanita yang akan menyelesaikan pendidikan di STT-NF masih terus berkarya dengan mengikuti lomba MTQMN di Malang, Jawa Timur. Hal ini membuatnya bangga karena berhasil berjuang dan maju sebagai perwakilan dari STT-NF.

Afifah berpesan untuk mahasiswa STT NF:

"Diharapkan kedepannya teman-teman lebih rajin dan semangat lagi dalam mencapai apa yang diinginkan, karena sebaik-baiknya rencana manusia tetap Alah yang memiliki kuasa. Tetap huznudzon kepada Allah dan jangan menyerah dalam berdoa dan berusaha."

Huda Izzatul Haq lahir Dijakarta selatan, 10 mei 1998. Huda mulai masuk ke STT Terpadu Nurul Fikri pada tahun ajaran baru 2017 lalu. Dia mengambil jurusan tekhnik informatika. Sebelum masuk STT NF Huda lulusan dari sekolah jurusan IPA yang tidak belajar mengenai IT secara spesifik sebelumnya, bisa dikatakan dia termasuk orang yang asing dengan jurusan Teknik Informatika. Dengan kondisi yang tidak mengerti IT dia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan kesungguhannya membuahkan hasil, Huda tercatat sebagai mahasiswa berprestasi STT NF “Tidak mudah untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Tau sendiri lah saya bukan orang IT, Harus ada perjuangan dan pengorbanan” ujar huda.

Meskipun berlatar belakang siswa SMA jurusan IPA, sama sekali tidak menjadi hambatan bagi dirinya untuk terus mempelajari dan memahami setiap matakuliah yang ada sampai menjadi mahasiswa berprestasi. 

Huda adalah satu dari sekian banyak mahasiswa yang berprestasi, karena menjadi berprestasi bukan untuk orang yang pintar, tapi untuk orang yang mau. Mau belajar, mau berusaha dan mau aktif dalam akademik maupun nonakademik.

Karina Sukmawati nama lengkap dari mahasiswi stt nf jurusan sistem informasi angkatan 2017 yang berasal dari Pemalang Jawa Tengah merantau ke Jakarta bersama sang ayah. Teman-teman nya biasa memanggil ia dengan sebutan “SUKMA”. Sukma anak ke lima dari lima bersaudara dan saat ini ia tinggal bersama ayahnya di Palmerah Jakarta Barat

Kegiatan ia sehari-hari adalah kuliah, mengajar tpa dan membantu ayahnya berjualan bubur ayam di daerah palmerah. Saat pagi hari ia memulai aktivitasnya sebagai mahasiswi dan setelah itu ia bergegas pulang kerumah untuk mengajar di TPA Taufiq Tanjung Duren. Tak berhenti sampai mengajar, ia melanjutkan aktivitasnya di malam hari yaitu membantu sang ayah berjualan hingga pukul 10 malam. Begitu padatnya aktifitas yang ia lewati namun ia tak patah semangat.

Sukma terbilang mahasiswi yang aktif dikampus, terlihat dari organisasi LDK SENADA yang ia ikuti dan beberapa event yang diadakan dikampus juga ia hadiri

Awal cerita ketika ia bisa kuliah di STT Nf karena memang ia gagal masuk PTN dan om nya pun menyarankan untuk kuliah disana. Selain murah, kampus ini juga memiliki dosen yang berkompeten dibidangnya masing-masing serta keunggulan lainnya kampus ini terbilang kampus religius dimana kebanyakan dari mahasiswi nya memakai jilbab yang syar'i ketika kuliah, ia juga melihat prospek ke depan dengan jurusan IT yang dipilihnya. Ia memilih jurusan yang berkaitan dengan IT dikarena ia begitu meyakini jurusan ini masih banyak kekurangan SDM di dunia kerja saat ini maupun kedepan nya. Jadi kampus yang sukma pilih memang mengedepankan teknologi dan pendidikan islma didalam nya.

Sukma memang berasal dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu tapi ia tak putus asa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena ia yakin bahwa dengan pendidikan yang tinggi mampu mengubah kehidupan orang tua dan keluarga jauh lebih baik dari sekarang.

Apapun rintangnya, ia berusaha untuk melewati dengan tekad yang ia yakini bahwa sesulit apapun kehidupan pasti akan ada kemudahan selanjutnya. Dan ini yang membuat sukma untuk bersemangat kuliah dan melakukan banyak aktivitas lain nya.

Muhammad Luqni Baehaqi, mahasiswa Sistem Informasi Semester 6 STT-NF dalam curhatannya sebagai mahasiswa akhir mengatakan "Mindeset kebanyakan masyarakat Indonesia ketika seorang lulus kuliah maka sudah siap untuk bekerja. Kenyataannya tidak sedikit lulusan sarjana yang minim skill untuk bekerja sesuai dengan jurusannya sehingga tidak sedikit pula mahasiswa yang akhirnya menganggur atau bekerja tidak sesuai dengan bidangnya. Hal ini menjadi kekhawatiran mahasiswa tingkat akhir seperti saya, maka untuk mengatasi hal tersebut beberapa kampus memiliki program yang mengharuskan mahasiswa untuk melakukan praktek kerja lapangan agar mahasiswa mempunyai experience di dunia kerja atau industri secara real. Hal ini dipersiapkan oleh STT-NF untuk bisa benar-benar menyiapkan SDM yang siap bersaing secara global, dengan memperluas jaringan kerjasama ke perusahaan-perusahaan. Saat ini STT-NF sudah memiliki beberapa kerjasama terkait magang atau praktek kerja lapangan, seperti program kerjasama dengan telkom yaitu tiga tahun kuliah satu tahun magang di telkom dan program magang bersertifikasi dari BUMN".

Saya adalah salah satu mahasiswa yang terpilih mengikuti program magang BUMN. Program magang mahasiswa bersertifikat yang diadakan oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dimana FHCI berkerjasama dengan 68 BUMN. Program magang mahasiswa bersertifikat merupakan program magang untuk mahasiswa dan juga diberikan sertifikas. Mahasiswa yang mengikuti program magang BUMN akan ditempatkan di berbagai perusahaan BUMN yang tersebar di Indonesia, program magang dilaksanakan selama 6 bulan.

20 Mei 2018 telah dilaksanakan opening ceremony Program Magang Mahasiswa Bersertifikat di Gedung Plaza Bank Mandiri. Ada sekitar 400 mahasiswa perwakilan setiap kampus baik PTN maupun PTS yang mengikuti program ini. STT-NF adalah salah satu PTS yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program magang BUMN.

Pada sesi grand launching program magang BUMN ada hal yang menarik dimana terjadi dialog antara perwakilan direktur BUMN, perwakilan Kemenristek Dikti, dan perwakilan Rektor Universitas. Ada satu pembahasan yang menjadi tamparan keras bagi para akademisi, dimana dari BUMN yang diwakili oleh direktur angkasa pura II mengatakan bahwa tidak adanya sinergi antara akademisi dengan pemerintah. Berbeda keadaannya dengan negara-negara maju dimana riset dan pengembangan yang dilakukan oleh akademisi itu menjadi core dari berkembangnya Badan Usaha Milik Negara. Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang berada dalam usia produktif namun kenyataannya mereka tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Dengan adanya program ini harapannya bisa menjadi jembatan yang menghubungkan riset akademisi dengan BUMN, karena hampir seluruh BUMN membutuhkan riset dan sampai sekarang universitas belum melakukannya. Ibu Rini selaku Menteri BUMN mengatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti program magang mahasiswa bersertifikat bisa memiliki peluang kerja di BUMN pasca magang selesai .

Di akhir acara, perwakilan mahasiswa dan rektor masing kampus diberi pin sebagai simbol disahkan untuk magang di berbagai perusahaan BUMN. Saya sempat merasa minder, dimana saya berada di antara mahasiswa yang kuliah di ternama, padahal ini masih tahap magang. Saya tidak bisa membayangkan saat lulus nanti, ada ribuan lulusan dari berbagai kampus dan harus saling bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Namun saya optimis, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai dirinya sendiri yang merubahnya. Saya tidak takut meskipun berasal dari kampus swasta yang baru berumur 5 tahun, karena prinsipku sukses atau tidaknya seseorang itu berawal dari pribadi masing-masing, kita tak pantas jika menyalahkan keadaan dan orang lain, ujarnya di akhir curhatan.

Aktif berorganisasi dan mendapatkan beasiswa penuh di STT-NF merupakan hal yang harus disyukuri. Wiji Noviasih, wanita berkulit putih dan tinggi yang memiliki badan ideal dan akrab disapa Novi, melalui pengalaman yang telah dialaminya novi ingin berbagi cerita tentang kebaikan Allah yang telah diberikan untuk dirinya. Mulai dari Lingkungan STT-NF yang baik dan fasilitas yang memadai untuk terus merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik menjadi satu alasan yang membuat dirinya bersyukur berada di STT-NF.

Salah satu kebaikan Allah yang membuat dirinya merasa istimewa karena Dosen STT-NF sangat kompetif dan siap membimbing mahasiswa-mahasiswa membuat dirinya tiada henti bersyukur. Menjalani beastudi selama 3,5 tahun di STT-NF dengan menjaga IPK membuat dirinya menjadi pribadi wanita yang tangguh dan kuat, serta lulus dengan baik dari STT-NF. Novi dikenal dengan pribadi yang ramah dan santun kepada siapapun, memiliki kemampuan berbahasa yang baik membuat dirinya pantas mendapatkan beasiswa penuh dari STT-NF.

Pasca menyelesaikan sarjana komputer di ST-NF, Novi mencari kesana kemari tiada henti, lelah dan putus asa untuk berjuang mencari pekerjaan yang di impikan. Melalui pengalamannya mencari pekerjaan yang sesuai dengan background yang dimiliki ternyata tidak mudah, karena faktanya pekerjaan sekarang membutuhkan keterampilan yang tinggi. Mengandalkan skill  yang dimiliki selama perkuliahan 3,5 tahun di STT-NF bukanlah satu-satunya kunci untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan namun dibutuhkan juga kemampuan lain.

Sempat putus asa atas apa yang telah dilakukan, namun Allah memberikan kesempatan dan kemudahan melalui Surat Rekomendasi dari Bapak Rusmanto pada sebuah perusahaan IT konsultan. Berbekal surat rekomendasi tersebut membuat dirinya diterima di PT solman, solman merupakan salah satu perusahaan IT konsultan. Mengelola ERP dan SAP merupakan pekerjaannya saat ini walalupun masih masa training, namun tak menyurutkan semangat dan rasa syukur yang telah Allah berikan kepadanya.

03 Mei 2018 tepatnya pukul 13.00 merupakan salah satu momen sejarah yang pernah aku alami selama aku menjalani masa pekuliahan, karena pada hari itu merupakan hari di mana aku melaksanakan seminar proposal. Kegiatan ini merupakan satu dari tiga tahap agar dapat menyelesaikan perkuliahan di jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri.

Untuk bisa melaksanakan seminar proposal bukanlah hal yang mudah, banyak perjuangan yang harus dilewati, mulai dari begadang, ngumpulin mood buat bikin proposal, sulit menghubungi dosen pembimbing, revisi, dan masih banyak perjuangan lain yang dihadapi untuk menyelesaikan proposal tugas akhir. Ditambah tugas kuliah lainnya yang sangat banyak, disini aku diuji gimana bisa membagi waktu sebaik mungkin antara menyelesaikan tugas kuliah dan menyelesaikan proposal tugas akhir.

Akhirnya setelah melewati banyak rintangan, Alhamdulillah aku bisa melaksanakan seminar proposal pada tanggal 03 Mei 2018. Hal pertama yang aku rasakan adalah bersyukur kepada Allah karena sudah diberi kesempatan dapat menyelesaikan proposal. Tak lupa kepada kedua orang tua yang senantiasa terus mendoankanku, dan juga kepada dosen pembimbing Pak Hilmy Abidzar Tawakkal yang selalu meluangkan waktunya untuk melaksanakan bimbingan.

Alhamdulillah aku dapat menyelesaikan seminar proposal dengan cukup baik, walaupun sebelumnya khawatir ada perasaan tidak bisa menjawab pertanyaan dari dosen penguji, dan juga perasaan grogi karena merupakan aku orang pertama yang melaksanakan seminar proposal di angkatan 2015.

Selesai seminar proposal, aku berharap bisa sedikit lega karena sudah melewati satu tahap. Ternyata aku salah besar, selesai seminar proposal bukannya merasa tenang, namu sebaliknya, aku merasa takut karena dihadapi dengan tahap kedua yaitu seminar hasil.

Buat teman-teman lainnya, tetap semangat buat mengerjakan proposal. Semoga cepat melaksanakan seminar proposal. Menurutku tidak usah terburu-buru, nikmati saja prosesnya. Seseungguhnya setelah seminar proposal masih ada seminar hasil dan sidang akhir yang menunggu dan tantangannya lebih berat.

Sebentar lagi akan dilaksanakan SBMPTN dan ujian mandiri di kampus negeri. Para siswa bersaing untuk memasuki perguruan tinggi favortinya, hal tersebut juga dialami oleh Mahasiswa STT-NF, Laila Nafilah.

Laila Nafila, merupakan salah satu mahasiswa STT NF yang sudah menjalani kuliah hampir 2 tahun. Terkait dengan SBMPTN dan ujian mandiri, Laila teringat dua tahun lalu ketika baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan pendidikan. Saat itu ia sangat percaya bahwa akan kuliah di kampus negeri impiannya, terlebih ketika SMA ia bersekolah di salah satu SMA favorit di kotanya dan banyak pula kakak kelasnya yang diterima di kampus negeri.

Namun saat itu tidaklah mudah untuk bisa masuk ke kampus negeri, karena pada tahun kelulusannya ada masalah yang dilakukan oleh murid di sekolah SMA-nya, mengakibtkan kuota untuk masuk ke perguruan tinggi negeri dikurangi sehingga tidak banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Laila, salah satu murid yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri melalui SNMPTN, tidak menyurutkan semangatnya begitu saja. Jalur untuk masuk ke perguruan tinggi tidak hanya melalui SNMPTN, namun ada jalur lain seperti SBMPTN dan ujian mandiri. Keinginannya untuk bergabung di PTN membuat dirinya mengikuti SBMPTN dan beberapa ujian mandiri yaitu SIMAK UI dan UTMI IPB. Menurutnya kuliah di perguruan tinggi negeri adalah pilihan terbaik baginya untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Namun Allah SWT berkendak lain, dari semua ujian yang diikuti tidak ada satupun yang lulus. Harapan ia untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri pupus, kecuali jika ia mengikuti masuk perguruan tinggi negeri  lagi di tahun selanjutnya.

Tidak berhenti mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, Laila juga mendaftar ke sekolah kedinasan dan beberapa kampus swasta melalui beasiswa. Saat itu ia sudah berfikir yang penting ia bisa kuliah di tahun itu, tidak harus perguruan tinggi negeri.

Saat pengumuman sekolah kedinasan dirinya tidak lulus, hingga akhirnya ia hanya menunggu pengumuman seleksi beasiswa dari satu kampus swasta saja yaitu STT-NF. Kampus swasta lain yang didaftarkan biayanya masih mahal meskipun sudah melalui beasiswa.

Sambil menunggu pengumuman STT-NF ia sempat bekerja di sebuah toko kue sebagai kasir. ‘Ya Allah, kalau tahun ini rezeki saya untuk bisa kuliah maka luluskanlah di STT-NF, jika memang tahun ini memang bukan rezeki bisa kuliah, tak mengapa. Mungkin tahun depan saya bisa kuliah’. Doanya di dalam hati, ia yakin bahwa rencana Allah yang terbaik. Allah SWT maha tahu apa yang terbaik bagi hambanya.

Akhirnya pengumuman STT-NF muncul, dirinya lulus seleksi beastudi di STTNF. Laila kuliah di kampus STTNF mengambil jurusan Sistem Informasi. Awalnya ia tidak mengerti jurusan Sistem Informasi karena sama sekali tidak memiliki basic komputer. Seiring berjalan waktu selama 2 tahun, ia jadi mengerti bahwa kuliah di jurusan Sistem Informasi merupakan jawaban dari Allah SWT untuk cita-citanya yang pernah terbesit di dalam hati ketika SMA dulu.

Sungguh indah rencana Allah SWT. Sekarang ia yakin, bahwa apa yang telah direncanakan oleh Allah SWT pasti baik baginya, karena Allah adalah sebaik-baik perencana.

Halaman 1 dari 6