Senin, 16 April 2018 08:18

STT Nurul Fikri bersama Bimbel Cel Institute adakan Simulasi Try Out SBMPTN 2018

Written by  Tika Mahasiswi STTNF
Rate this item
(0 votes)

Minggu (15/4) telah terlaksana Simulasi Try Out SBMPTN 2018 dan Seminar IT berlokasi di Kampus STT Nurul Fikri Jl. Lenteng Agung Raya No. 20-21 Jakarta Selatan. Seminar Keamanan Digital dalam “Cerdas Menyikapi HOAX” adalah tema yang diangkat dalam Seminar IT kali ini. Dengan pembicara yang sangat professional Bapak Acep Syaripudin (ICT Watch). Selain Seminar IT, STT Nurul Fikri bersama Bimbel Cel Institute juga mengadakan Simulasi Try Out SBMPTN 2018. Kegiatan ini telah dihadiri kurang lebih 200 peserta.
Tujuan kerjasama antara Bimbel Cel Institute dan STT Nurul Fikri ini adalah untuk membantu para siswa – siswi SMA/K/Sederajat dalam mempersiapkan masuk PTN/PTS. Simulasi Try Out SBMPTN 2018 ini dilaksanakan 2 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00-10.00 WIB dan lanjut sesi kedua pukul 11.00-13.00 WIB. Simulasi terlaksana dengan sangat tertib.

 DSC0239

Disela-sela sesi pada pukul 10.00-11.00 WIB terlaksana Seminar IT. Ilmu serta wawasan yang telah disampaikan oleh Bapak Acep Syaripudin (ICT Watch) sangatlah menginspirasi peserta. Adapun sebelum seminar IT disampaikan ada beberapa sambutan-sambutan dari Bimbel Cel Institute dan STT Nurul Fikri. Acara di mulai dengan sambutan MC sebagai pembuka acara, sambutan pertama disambut oleh Bapak Tony (Bimbel Cel Institute). Pada kesempatan kali ini beliau mengungkapkan bahwasannya sistem penilaian soal SBMPTN akan dirubah pada tahun ini. Tidak lagi menggunakan sistem benar mendapatkan poin 4 (empat) dan salah mendapatkan point 0 (nol) dan jawaban yang tidak dijawab mendapat nilai (-1). Melainkan telah menggunakan sistem penilaian jawaban baru yaitu apabila benar akan mendapatkan skor 1 (satu) dan jawaban yang salah atau tidak jawab akan diberi nilai 0 (nol), melalui penilaian tiga tahap yang akan diberlakukan untuk SBMPTN 2018. Dengan pemaparan yang singkat namun cukup memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi para peserta dalam menjalankan SBMPTN 2018.

 DSC0263

Lalu, sambutan kedua disambut oleh Krisna Panji (STT Nurul Fikri) dari PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) 2018. Dalam penyampaian Krisna Panji bahwa saat ini STT Nurul Fikri telah membuka 2 jurusan yaitu SI (Sistem Informasi) & TI (Teknik Informatika) yang berfokus pada Jurusan Teknologi. STT Nurul Fikri memiliki banyak sekali program unggulan yang dapat dimanfaatkan dan diikuti oleh seluruh mahasiswa/i untuk terus mengembangkan skill. Salah satu program unggulan yang sangat dibanggakan yaitu Nurul Fikri Global Hub (NFGH) yang merupakan pelatihan Bahasa Internasional (Mandarin, Inggris, Korea, dll) dan mengenai pengetahuan dan wawasan study di luar negeri yang dibimbing langsung dari lulusan Universitas ternama dari Cina.

 DSC0269

Selanjutnya, acara Seminar IT yang disampaikan oleh Bapak Acep Syaripudin (ICT Watch). Bapak Acep memiliki profil sebagai konsultan dalam bidang pencipta hak paten pada sebuah perusahaan atau institusi, dan masih banyak lagi profil membanggakan yang dimiliki oleh beliau. Tema yang disampaikan pada Seminar IT ini adalah “Cerdas Menyikapi HOAX”. Hoax merupakan salah satu cyber bully yang berdampak negatif dan dapat menjadikan tindakan kriminal dan tindakan negatif. “Sedangkan pada dasarnya pengguna internet di Indonesia sendiri sudah diatur pada sebuah regulasi Hukum UU ITE (UU tahun 2008 pasal 27 ayat 3 tentang penghinaan dan pencemaran nama baik). Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sangat mempengaruhi opini masyarakat baik dalam bidang sosial, politik maupun segi lainnya” jelas, Bapak Acep.
Oleh karena itu, untuk mengatasi berita hoax dan negatif itu alangkah baiknya kita dapat membuat konten positif yang lebih baik dari pada kita harus membuat konten negatif yang akan menimbulkan gangguan dan opini yang tidak mendasar. Dengan membuat konten positif dapat mengurangi bahkan menghilangkan konten negatif. “Melakukan share controlling merupakan salah satu solusi dan pencegahan untuk menghindari konten negatif yang akan menimbulkan berita hoax dan keresahan masyarakat” kata, Bapak Acep. Dengan memperhatikan sumber yang disebar, mengecek apakah sumber itu valid, membaca berita atau konten yang ada pada link sumber, memastikan isi dari manfaat dan urgenisasi yang dapat ditimbulkan dan dapat memenuhi kriteria untuk di share. Demikian pemaparan sesi Seminar IT yang disampaikan oleh Bapak Acep Syaripudin (ICT Watch). Semoga bermanfaat.

 DSC0290

Read 1285 times Last modified on Senin, 16 April 2018 09:38