Kamis, 18 Januari 2018 09:34

Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Mengubah Hidup Saya

Written by  Afifah Sausan Mahasiswi STTNF
Rate this item
(0 votes)

Saya Wahyu Caesar Ramadhan mahasiswa SI (Sistem Informasi) 2015. Pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita sedikit pengalaman selama kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri. Awalnya saya tidak menyangka bisa lulus di jalur beasiswa mengingat pada saat pendaftaran saya mengalami banyak hambatan. Tetapi kalau yang namanya rezeki, Alhamdulillah tidak akan kemana. Saya berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kalau boleh jujur pergaulan saya disana bisa dikatakan hampir masuk ke dalam kategori pergaulan bebas. Sering pulang tengah malam bahkan keluar jam 12-3 dini hari. Tidak ada batasan antara saya dan teman – teman wanita karena pada saat itu mungkin masih berpikiran liberal istilahnya.

Pada saat pertama kali ke Jakarta, sekitar pukul 08.00 pm saya sampai di STT Terpadu Nurul Fikri. Ketika itu saya disambut oleh Kak Natsir mahasiswa TI 2012 ( Ketua LDK Senada 2016 ) dan Kak Perdi mahasiswa TI 2012 ( Ketua Bem 2016 ), yang membuat saya tersentuh begitu tiba di lobby mereka bertanya “sudah sholat belum ? Kalau belum ayo kita berjama’ah.” Kenapa pertanyaan itu membuat saya tersentuh, karena biasanya kalau sesama laki – laki lain biasanya ngajak nongkrong ke suatu tempat. Dari malam itu saya berpikir sepertinya lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri adalah lingkungan yang benar – benar positif.

Setelah beberapa hari kemudian, semua anak yang lulus jalur beastudi dikumpulkan untuk persiapan ORMIK (Orientasi Akademik). Pada pertemuan itu, kami diberitahu apa saja yang harus dipersiapkan ketika ORMIK berlangsung. Dari serangkaian poin yang harus disiapkan yang masih teringat dalam benak saya hingga sekarang yaitu disuruh membawa al ma’tsuraat. Saya bingung Al ma’tsuraat itu apa dan mungkin jika saya tidak kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri, sampai saat ini mungkin saya belum tahu apa itu al Ma’tsuraat bahkan mendengarnya saja saya belum pernah. Tapi Alhamdulillah melalui program Asrama STT Terpadu Nurul Fikri saya bisa hafal hampir keseluruhan Al Ma’tsuraat yang berjumlah kurang lebih 83 halaman. Bentuknya mungil, tapi manfaatnya InsyaAllah luar biasa.

Kesimpulan dari curhatan singkat saya selama berada di lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri, banyak sekali perubahan yang saya alami. Dalam hal ini pengetahuan agama, padahal di kampus belajarnya tentang teknologi. Kalau dipikir – pikir ibadah saya juga meningkat tidak seperti dahulu sebelum masuk ke STT Terpadu Nurul Fikri.

Read 2323 times Last modified on Kamis, 18 Januari 2018 09:49