Minggu, 14 Januari 2018 23:11

Kerjasama LDK Senada dan LDK STIE

Senin 8 Januari 2018 bertempat di STT-NF, Senada bekerjasama dengan STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Kelapa Dua Depok. Lembaga Dakwah Kampus Senada STT Terpadu Nurul Fikri mengadakan kerjasama pengembangan dakwah dan berbagi cerita tentang bagaimana membangun dan mengembangkan sebuah lembaga dakwah di kampus saat pertama kali dibentuk.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan empat orang dari STIE sendiri dan enam orang dari LDK Senada. Pada kesempatan kali ini Kak Hendra selaku pendiri dan pemimpin LDK Senada yang pertama menjadi Narasumber untuk membantu menjawab persoalan yang dimiliki antara LDK STIE dan LDK Senada.

Permasalahan dan kiat-kiat yang diusung yaitu bagaimana mendirikan sebuah LDK baru pada kampus yang belum memiliki LDK sendiri. STIE  dipimpin oleh Hamid memberikan pemaparan bagaimana keadaan Lembaga Dakwah mereka saat ini dan urgensi dakwah di kampusnya. Dengan adanya kerjasama yang telah dilakukan, diharapakan perkembangan dan aktifitas Dakwah di STEI mennjadi lebih maju dan terus berkembang lagi.

Published in Kegiatan Kampus

Tahukah kamu? Bahwa LDK SENADA Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT NF) akan mengadakan acara yang sangat istimewa. Apa sih acaranya? Acaranya adalah KOPI singkatan dari Kajian dan Obrolan Penuh Inspirasi.

Nah, kajian ini akan diakan di Masjid Balaikota Depok, pada hari Minggu tanggal 30 April 2017. Dan tahukah kamu siapa yang akan menjadi pengisi acara kajian ini? Yaah bener bangeet! Yang mengisi kajian kali ini adalah Ustad Hanan Attaki, Lc. Kajian ini mengambil tema tentang “JANGAN SALAH FOKUS MENYIKAPI CINTA” yang isinya kegalauan muda mudi saat ini tentang Hakikat CINTA. Mereka terlena akan kecintaannya terhadap seseorang yang dia cinta, dan tanpa disadari dia telah melupakan kecintaannya terhadap Sang Pencipta-Nya (Allah swt & Rosul).

Dan tahukah kamu? Ustad Hanan Attaki, Lc lahir di Aceh pada tanggal 31 Desember 1981. Usai menamatkan sekolahnya di Pondok Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh, pada tahun 2000, beliau melanjutkan petualangan ilmunya ke Universitas al-Azhar-Mesir. Di sana beliau menekuni Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir Al-Qur’an hingga memperoleh gelar licence (Lc) pada tahun 2004. Pengalamannya mengenal Al-Qur’an secara lebih dekat diawali pada usia kanak-kanak. Terakhir beliau berhasil menjadi Qori terbaik versi Fajar TV, Kairo 2005, dan mengisi acara tilawah Al-Qur’an. “Min Ajmalis Soth” di dua Channel (Fajar Tv & Iqro’ Tv). Selama di Kairo,beliau juga pernah aktif sebagai pemred buletin “Salsabila” yang diterbitkan oleh kelompok studi Al-Qur'an dan Ilmu-Ilmu Islam. Kelompok ini dibimbing langsung oleh beberapa tokoh Ikhwanul Muslimin. Sejak kembali dari Negeri “Seribu Menara”, Hanan Attaki bersama isteri dan putri pertamanya (Aisyah) tinggal di Bandung. Di kota inilah beliau mulai terjun langsung dalam dunia dakwah, sebagai direktur Rumah Qur’an Salman-ITB, pengajar Jendela Hati (JH) dan STQ Habiburrahman. Itulah sedikit profil Ustad Hanan Attaki, Lc.

Nah, karena isi kajiannya yang sangat menginspirasi dan penuh motivasi bagi pendengarnya dikabarkan ada 700an jama'ah yang akan hadir diacara ini.

Dan untuk pertama kalinya SENADA LDK Kampus STT NF akan mengadakan acara sebesar ini dan antusias masyarakat yang luar biasa, membuat Panitia menutup pendaftaran secara online untuk sementara dikarenakan Area Masjid di Balaikota Depok yang tidak memungkinkan dan untuk memastikan peserta yang akan mendaftarkan diri di tempat.

Sekian sekilas informasi kegiatan SENADA yang saya dapat sampaikan. Jangan lupa hadir Minggu, 30 April 2017 Di Masjid Balaikota Depok, Sampai ketemu di acara KOPI nanti :-)

Published in Kegiatan Kampus
Kamis, 21 Januari 2016 00:00

Rapat Kerja LDK Senada STT NF

IMG 20160120 151712 copy

LDK SENADA STT NF mengadakan Rapat Kerja untuk kepengurusan baru periode 2016 pada Rabu (20/1). Rapat kerja diselenggarakan di kampus B STT NF, dimulai pukul 14.30 hingga 22.00 WIB. Agenda rapat membahas dan menyelaraskan program-program dari tiap departemen dan divisi di LDK SENADA. Rapat dipimpin langsung Ketua LDK SENADA yang baru saja dilantik, Muhammad Natsir.

"Rapat ini dihadiri hampir seluruh pengurus LDK SENADA. Periode ini tercatat jumlah pengurus LDK SENADA, sebanyak 35 orang. Mereka tersebar di enam departemen dan divisi," jelas Natsir.

Rapat diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Arif Munandar (Kepala Departemen Syi'ar) dan dilanjutkan dengan pembacaan mimpi besar LDK SENADA. Hal ini dilakukan agar seluruh pengurus LDK SENADA menghayati dan memegang teguh mimpi LDK SENADA untuk terus berkembang dari tahun ke tahun.

Acara inti adalah pemaparan program-program dari tiap departemen dan divisi. Pada periode ini, struktur LDK SENADA terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, Divisi Dana dan Usaha, Divisi Mentari, Departemen Syiar, Departemen Kaderisasi dan Pembinaan, Departemen Media dan Eksternal, dan Departemen Kemuslimahan.

Setelah masing-masing Kepala Departemen dan Kepala Divisi memaparkan program-programnya selama satu tahun kepengurusan, acara istirahat, sholat, dan makan bersama. Acara dilanjutkan pada pukul 20.00 WIB membahas timeline program untuk satu tahun kepengurusan. Pembahasan cukup detail dan banyaknya pertimbangan dari segi waktu, konten, dan acara-acara kampus membuat rapat berlangsung lama. Rapat Kerja LDK SENADA berakhir pukul 22.00 WIB. Hasil Rapat Kerja akan diperbaiki kembali oleh BPH SENADA dan diumumkan secara resmi pada akhir Januari 2016.

Selepas Rapat Kerja LDK SENADA, Muhammad Habib, Staf Departemen Syiar, menyampaikan harapannya, "Semoga setelah Rapat Kerja ini, program-program SENADA dapat berjalan sukses. Apabila ada kekurangan, bisa menjadi perbaikan untuk selanjutnya. Sukses SENADA 2016!".

Pesan selanjutnya dari mantan Ketua LDK SENADA 2015, Hendra Aditiyawijaya, yang saat ini berperan sebagai Dewan Pertimbangan SENADA. "Dakwah kampus adalah fase penyiapan sumber daya manusia agar dapat berafiliasi terhadap Islam, dan akhirnya berkontribusi untuk mendukung terwujudnya Indonesia madani. Mahasiswa sebagai taget dakwah kampus memiliki peran dan karakter beragam, sehingga pendekatan yang dilakukan SENADA tidak boleh monoton. Perlu inovasi dari waktu ke waktu," ujar Hendra. [HAW]

Published in Pojok Mahasiswa