Tanggal 9 Februari telah terlaksana Olimpiade di Pyeongchang, Korea Selatan. Olimpiade kali ini bukanlah Olimpiade biasa karena Olimpiade kali ini dilakukan di musim dingin. Di Olimpiade ini banyak kontestan yang akan diawasi oleh kamera video 360 derajat dan mampu melakukan rekaman streaming melalui jaringan nirkabel. Di tempat-tempat tertentu kita akan dapat melakukan virtual reality, display yang dipasang di kepala kontestan. Pengalaman virtual ini akan ditawarkan oleh KT, perusahaan telekomunikasi terbesar Korea Selatan. Mereka bermaksud untuk memamerkan generasi terbaru teknologi nirkabel, yang dikenal sebagai "5G".

International Telecommunication Union (ITU), badan PBB yang membantu mengembangkan standar teknis, telah menyetujui serangkaian persyaratan teknologi. Hal ini menjadikan kecepatan download menjadi minimal 20 gigabits per detik, waktu respons kurang dari 1 milidetik dan memiliki kemampuan untuk menghubungkan setidaknya 1 m perangkat dalam satu kilometer persegi.
Ketika 5G diluncurkan bandwidth nirkabel mungkin akan tampak tak terbatas. Hal ini akan memungkinkan semua jenis layanan data ravenous salah satunya adalah penawaran realitas virtual yang memungkinkan orang menyalurkan diri mereka ke dalam ruang digital bersama seperti stadion olahraga virtual. Begitu banyak dukungan dalam peluncuran 5G ini, namun selain banyak dukungan, dalam peluncuran 5G ini tentu saja pasti ada rintangannya juga. Salah satunya adalah spektrum radio, yang semakin jenuh pada pita frekuensi rendah yang biasa digunakan oleh jaringan bergerak.

Beberapa vendor peralatan telah menggembar-gemborkan barang dagangan mereka sebagai "5G-ready" dan hanya perlu mengupgrade perangkat lunak untuk bekerja dengan standar baru. Bahkan, meski mudah diupgrade, kebanyakan operator harus meremajakan jaringan mereka. Gelombang radio frekuensi tinggi tidak berjalan jauh, sehingga perusahaan harus memasang lebih banyak stasiun pangkalan. Sedangkan untuk perangkat mobile, perubahan besar harus dilakukan agar bisa menggunakan gelombang milimeter. Namun dengan teknologi ini, daya komputasi untuk mengolah sinyal akan menguras baterai dalam sekejap.

Sumber : https://www.economist.com/news/business/21736596-whizzy-5g-tech-has-everything-going-it-barring-strong-business-case-next-generation

Published in Artikel

Jika Super Bowl adalah salah satu pameran inovasi terbesar di A.S. sedangkan Olimpiade telah menjadi platform dimana perusahaan dapat menampilkan teknologi terbaru mereka di bidang konektivitas dan media digital di panggung global. Berikut adalah beberapa SportTechie yang akan ada pada Olimpiade di PyeongChang :

Virtual Reality

Dalam apa yang akan menjadi acara virtual reality skala terbesar sampai saat ini dan siaran virtual reality live pertama Olimpiade Musim Dingin, Intel akan memutar kira-kira dua lusin 180 derajat kamera yang dibangun di rumah di 18 acara live selama dua- dan-setengah minggu acara. Ini akan memotret 30 acara secara keseluruhan 12 kamera 360 derajat lainnya untuk menciptakan perpaduan VR live stream dan konten video sesuai permintaan.

Streaming & Siaran

NBC akan menyediakan cakupan 4K high-dynamic-range (4K HDR) untuk mitra distribusi seperti Comcast, DISH dan DirecTV. Teknologi yang menampilkan gambar di atas 8 juta piksel, akan "memperluas secara signifikan jangkauan warna dan kontrak yang dikirim ke pemirsa. Upacara pembukaan, figure skating, hoki, skating jalur cepat, jumping ski dan kompetisi udara papan atas snowboarding akan menjadi salah satu acara unggulan di HDR 4K. Selain disiarkan, pemirsa dapat menonton Olimpiade di aplikasi NBC Sports, serta layanan streaming yang mencakup NBC dalam langganan mereka, seperti Hulu, YouTube TV, PlayStation Vue dan DirecTV.

Konektivitas

Intel telah bermitra dengan KT Corporation, penyedia layanan komunikasi Korea Selatan, untuk mengembangkan showcase 5G terbesar di dunia pada Olimpiade Musim Dingin 2018. Selama dua minggu, KT akan menghadirkan jaringan 5G skala besar pertama yang dipasangkan dengan teknologi Intel 5G. Intel mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menggunakan kekuatan komputasi yang meningkat untuk menghadirkan "serangkaian pengalaman bertenaga on-site 5G yang bertenaga."

Keamanan

Markas Besar Anti-Terorisme dan Keselamatan Olimpiade Pyeongchang akan memanfaatkan sejumlah solusi berteknologi tinggi untuk menjaga jarak tetap aman di dalam dan di sekitar tempat-tempat Olimpiade, yang terletak hanya 50 mil sebelah utara zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan SelatanDrones akan digunakan untuk memeriksa aktivitas di lapangan dengan kamera pencitraan HD dan thermal imaging. Di daerah yang dianggap paling mungkin ditargetkan, pesawat tak berawak dengan jaringan radar akan menyaksikan langit untuk kendaraan udara tak berawak yang tak dikenal, kemudian memperingatkan pasukan keamanan yang kemudian akan bergerak untuk melawan serangan yang potensial.

Media sosial

Snapchat akan menjadi tuan rumah berbagai konten eksklusif seputar game, karena memperkenalkan streaming liputan langsung Olimpiade dari NBC ke pengguna di A.S. setelah sukses menjalankan antara NBC dan Snapchat selama Olimpiade Rio, yang melihat lebih dari 35 juta orang di pertandingan A.S. ke dalam liputan Olimpiade NBC di Snapchat, keduanya akan kembali bergabung untuk Pyeongchang. NBC, yang memiliki hak untuk menyiarkan Olimpiade sampai setidaknya 2032, akan menampilkan konten yang diproduksi oleh Buzzfeed yang akan memanfaatkan akses intim perusahaan tersebut ke Olimpiade.

Robot

Robot akan berperan dalam permainan, menyediakan berbagai layanan, seperti layanan pelanggan dan tata rumah. Sementara satu robot telah terdeteksi menyedot pusat pers, model lainnya akan menyediakan layanan seperti menawarkan informasi dan terjemahan Games, atau menyajikan minuman.

 

Sumber : https://www.sporttechie.com/how-technology-will-transform-2018-olympics-winter-games-pyeongchang/

Published in Artikel

Ada studi baru yang menemukan bahwa akses murid ke laptop memiliki efek negatif, hal tersebut dapat "menyakiti" pembelajaran para siswa di kelas. Untuk mengurangi efek negatif tersebut, penggunaan laptop oleh siswa didalam kelas harus tetap berada dalam pengawasan guru di kelas. Ada temuan lain tentang pengaruh teknologi bagi siswa, temuan tersebuat berasal dari laporan besar oleh perusahaan konsultan McKinsey. Temuan ini mengenai kinerja siswa berusia 15 tahun di seluruh Eropa.

Penemuan ini didasarkan pada analisis data yang dikumpulkan sebagian dari PISA (Program for International Student Assessment). Temuan ini dapat mempengaruhi pemikiran ulang pendekatan teknologi di sekolah, serta kebijakan Pemerintah yang ambisius untuk meningkatkan akses terhadap teknologi di dalam kelas. Dengan memberikan akses kepada siswa ke e-book, tablet dan laptop di dalam kelas dapat dikaitkan dengan kinerja pendidikan yang jauh lebih rendah dalam peninjauan. Namun jika guru yang di berikan akses ke laptop, itu akan lebih baik.

Laporan tersebut juga memeriksa pendekatan pengajaran dan menemukan bahwa siswa yang menerima campuran pengajaran berdasarkan permintaan dan pengajaran tradisional akan lebih memiliki hasil yang terbaik. Penelitian McKinsey juga menemukan bahwa jika semua siswa mengalami perpaduan pengajaran ini, nilai rata-rata PISA di Eropa akan meningkat secara signifikan, sebuah kenaikan setara dengan lebih dari setengah tahun pembelajaran sekolah. Perubahan tersebut ditujukan untuk jenis pembelajaran yang seimbang. Studi ini juga menunjukkan bahwa "pola pikir" siswa dapat lebih mempengaruhi hasil daripada latar belakang sosial ekonomi. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.irishtimes.com/news/education/technology-can-hurt-students-learning-research-shows-1.3385864

Published in Artikel

Ada laporan dari industri CompTIA tentang prediksi sisi gelap teknologi di tahun 2018 ini. Bukan hanya untuk industri komputer saja tapi juga bagi ribuan organisasi yang memperoleh dan menerapkan teknologi bahkan bagi kita yang membeli dan menggunakan teknologi. Dalam beberapa dekade, industri memiliki tiga kunci agar terus meningkat, ketiga kunci itu adalah lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. Ketiga kunci tersebut juga di terapkan pada perusahan chip dan perusahaan perangkat lunak dan jaringan. Hari ini kita memiliki akses dimana-mana.

Dengan Web dan Database bisa memenuhi kebutuhan informasi kita hanya dalam hitungan detik. Dan kita juga dapat menyelesaikan masalah atau sekedar mencari hiburan di web. Teknologi telah mengubah cara kita bekerja dan berbisnis. Sekarang AI, 5G, Cloud, Software dan teknologi-teknologi lain telah menetukan segalanya. Dengan kata lain, sekarang kita sudah terlalu bergantung pada teknologi. Walaupun teknologi sudah memudahkan kita, namun tetap saja ada sisi negatifnya juga dari teknologi itu sendiri. Salah satunya tentang privasi, di zaman yang mengandalkan teknologi ini privasi kurang terjaga. Bagi industri walaupun teknologi akan terus dipandang sebagai kekuatan untuk kebaikan, namun industri perlu menghabiskan lebih banyak waktu.

Sumber : https://www.informationweek.com/think-do-we-rule-technology-or-does-tech-rule-us/a/d-id/1331007

Published in Artikel

Mesin pencarian atau search engine digunakan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia untuk berselancar di intenet. Diantaranya untuk mengakses informasi pada suatu website hingga bersosial media. Adapun mesin pencarian yang banyak dikenal oleh masyarakat dengan pangsa besar di dunia, yakni Google. Selain mesin pencari google, ada pula bing search. Bing Search merupakan mesin pencari hingga saat ini masih banyak digunakan oleh penggemar Microsoft di Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Microsoft melakukan update untuk peramban karyanya, Bing Search pada versi Androidnya. Update tersebut berbekal peningkatan pengalaman browser di Android, terutama di video, tab gambar dan kemampuan menemukan teks di halaman. Selain itu, update ini juga menambahkan tampilan peta dan jawaban lokal lebih baik, serta sejumlah perbaikan bug, perbaikan kecepatan, tampilan lebih rapi dan sebagainya. Sayangnya, sejumlah fitur ini tidak tersedia di wilayah lain di luar Amerika Serikat.

Saat ini, Microsoft juga dilaporkan tengah menjalankan program beta Bing, yang dapat dicoba pengguna peramban tersebut dengan bergabung ke komunitas beta, sebelum versi stabil dari Bing tersebut dirilis di Google Play StoreSebelumnya, Microsoft meluncurkan Edge versi beta pada tahun lalu, dan kemudian tersedia untuk pengguna di negara terpilih. Selain Amerika Serikat, Microsoft Edge versi Android dan iOS belum diluncurkan secara di global.

Pada awal minggu lalu, Product Manager Microsoft Edge Sean Lyndersay  mengumumkan bahwa Edge versi Android dan iOS telah diluncurkan di lebih banyak negara. Menurut Lyndersay, browser ini kini digulirkan di hampir seluruh pasar berbahasa Inggris dan Perancis. Sementara itu, fitur terbaru Microsoft OneDrive for Business memungkinkan pengguna untuk mengembalikan file dari berbagai titik dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Fitur ini Microsoft sebut sebagai Files Restore. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel
Senin, 05 Februari 2018 04:09

Machine Learning Semakin Melesat di 2018

Menurut Group Vice President and Chief Architect, Core Technology and Cloud, Oracle Asia Pacific, Chris Chelliah, bahwasanya Machine Learning atau mesin pembelajaran akan menjadi salah satu teknologi yang paling menentukan. Dimana perusahaan yang memanfaatkan jenis teknologi ini, dipastikan akan mengalami kemajuan dengan pesat, hal ini karena pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat dan efisien. "Adopsi machine learning tumbuh bersama dengan komputasi cloud untuk alasan yang bagus. Integrasi aplikasi, platform, dan infrastruktur cloud itu penting untuk pertumbuhan dan keefektifan machine learning," kata Chelliah dalam siaran perilisannya.

Kemudian ia juga berujar bahwa penerapan machine learning membutuhkan data sebanyak mungkin dari sumber yang banyak pula. Dengan semakin banyaknya data yang diolah, maka akan semakin cerdas pula sebuah machine learning. Hal ini juga berarti keputusan yang diambil pun lebih baik pula. "Semakin matang teknologi cloud menjadi alasan 2018 menjadi tahun yang tepat untuk machine learning. Sedangkan cloud adalah bagian penting dari semua strategi IT bisnis, mendorong transformasi digital, dan mengeksploitasi nilai sebuah data," ujarnya lagi.

Ia mengungkap bahwa aplikasi yang menggunakan machine learning akan memberikan nilai strategis dalam jangka panjang, yang mana mentransformasi proses fungsional atau kritikal di dalam bisnis. Adapun keunggulan lain dari machine learning, yaitu dapat diterapkan tanpa adanya batas. Di mana pun terdapat suatu nilai dalam menganalisis dan menarik pemahaman data secara cepat, yang mana merupakan peran dari machine learning.

"Sekarang, machine learning mendorong revolusi di bagian pelayanan pelanggan atau customer service," tambahnya.
Menurut Chelliah, machine learning dapat dimanfaatkan untuk merespon sejumlah pertanyaan atau tanggapan berbagai topik dari pelanggan di berbagai industri. Seluruh jawaban dapat diprediksi apabila chatbot didukung dengan machine learning. Dukungan ini dapat mengasah kemampuan chatbot dalam merespon dengan cepat dan akurat.

"Ini dapat mengurangi waktu menunggu dan rasa frustasi pelanggan, dan menjadikan bisnis lebih efisien. Teknologi ini juga memberikan kesempatan pada pelayanan pelanggan untuk menangani keluhan lain yang lebih unik dan memang membutuhkan campur tangan manusia," ujar Chelliah. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel

Big Data mungkin merupakan istilah yang familiar dikalangan akademisi teknologi tapi tidak untuk orang yang awam. Padahal peran big data sendiri bakal menjadi salah satu fondasi penting bagi industri teknologi dunia, tak terkecuali negeri kita tercinta ini.
Lalu bagaimana dengan perkembangan big data di tanah air? seperti apa arah tren big data di dunia teknologi Indonesia? semua pertanyaan itu sepertinya masih mengambang. Namun, dimata pakar big data Komang Budi Aryasa, arah big data di Indonesia sudah memiliki pola yang sudah jelas.

"Kita ingin menggali apa saja informasi yang ada di dalamnya, apa yang menjadi pembicaraan orang. Data-data seperti itu namanya data tidak terstruktur, perlu cara khusus untuk mengolah data itu, karena ingin menemukan satu informasi di dalamnya," kata pria yang menjabat sebagai Head of Research & Big Data Telkom Indonesia. Komang menegaskan, pangkal dari pengolahan data adalah untuk pengamilan keputusan yang lebih baik. Dalam buku yang Komang tulis “ Rahasia Big Data “ mengatakan bahwa setiap pengambilan keputusan selalu didasarkan kepada sebuah intuisi.

Komang

"Sekarang ini banyak manajer-manajer baru yang tidak punya pengalaman dalam pengambilan keputusan. Maka mereka harus dibekali dengan data. Sehingga ini menjadi tools untuk mengambil keputusan, ada satu frase "Data Oriented Decision Making" di dalam buku saya, itulah fungsi big data pada akhirnya," pungkasnya .

Komang juga mengungkapkan big data itu harus memiliki tiga komponen penting, antara lain Volume, Velocity dan Variety. Dengan ketiga kompomen ini sudah sewajarnya big data memiliki volume besar dengan kecepatan yang sangat tinggi dan ketersediaan jenis data yang beraneka ragam. Komang menekankan kalau data diolah wajib hukumnya harus mencari “Value”. Karena pada akhirnya nilai yang ditemukan dari data kelak bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya .

Komang sendiri menilai tingkat Maturity Big Data (tingkat kematangan) big data di Indonesia masih pada tahap awal. Banyak orang yang masih ingin mencari sesuatu dari data, tetapi masih pada level yang standar. Dan untuk kedepannya, tren pemanfaatan big data di Indonesia dipastikan akan semakin meluas karna pada intinya semua data akan menjadi sebuah aset, baik di perusahaan atau organisasi.

Poin inilah yang menjadi manfaat besar bagi negara tercinta kita ini , khususnya pada sektor ekonomi digital. Jika dilihat sebagai contoh perusahaan Telekomonikasi Indonesia atau yang sering kita kenal dengan sebutan Telkom ini perkembangan dari big data sendiri terbilang agrasif, wajar saja mengingat Telkom sendiri merupakan salah satu perusahaan yang cukup getol dengan big data.

Saat ini Telkom sendiri sudah mengembangkan 27 Use Cases Big Data sementara, Use Case API (Application Program Interface) jumlahnya ada enam. "Beberapa Use Case itu tentang bagaimana kita me-monetise data ini sehingga bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar lain," tambahnya menjelaskan. Semoga bermanfaat.

Source : http://tekno.liputan6.com/read/3241139/tren-big-data-semakin-masif-apa-manfaatnya-bagi-indonesia

Published in Artikel

Perkembangan teknologi ini sekarang memiliki banyak kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah memberi dampak yang cukup besar pada kehidupan manusia dalam berbagai Aspek dan Dimensi.

Begitulah halnya dengan teknologi komunikasi yaitu Hardware dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu mengumpulkan, memproses dan bertukar informasi (menurut Rogers, 1986). Keadaan, dimana sebuah teknologi mampu mengubah sesuatu yang belum tentu bisa dijadikan kenyataan. Misalnya, jika orang pertama tidak bisa berbicara dengan orang lain yang berada di tempat yang jauh, maka setelah hadirnya telepon orang bisa bicara tanpa batas waktu dan jarak.

Dari sini, dengan ditemukannya berbagai perangkat sederhana, mulai dari ponsel berbasis analog, dikembangkan sehingga berkembang, kemudian hadirnya beragam perangkat elektronik lainnya. Sampai teknologi ini saling berintegrasi. Teknologi komunikasi yang ada adalah jawaban dari waktu. Hal ini terjadi karena majunya peradaban manusia maka teknologi akan terus mengalami perkembangan untuk menyelaraskan pola perkembangan zaman umat manusia itu sendiri.

1. Gagasan Teknologi Komunikasi dan Teknologi Informasi

Menurut Rogers, Teknologi 1986 adalah Hardware dalam struktur organisasi yang berisi nilai sosial yang memungkinkan individu mengumpulkan, memproses dan bertukar informasi (dalam kutipan dari materi perkuliahan pengembangan teknologi komunikasi, Jamroji s. Sos: hal.1). Dapat dikatakan bahwa teknologi komunikasi adalah penemuan baru dalam aspek kehidupan dimana masing-masing individu dapat menggunakan, mengakses, dan memberikan semua informasi tersebut kepada orang lain secara universal. Sedangkan menurut Ely, 1982 adalah Teknologi Informasi, yaitu termasuk sistem komunikasi seperti siaran langsung satelit, kabel dua arah interaktif, penyiaran pada penyiaran daya bertenaga rendah, komputer (termasuk komputer genggam pribadi dan komputer baru) , dan televisi (termasuk disk video dan tape kaset video), (dikutip dari teknologi komunikasi dalam perspektif Background & development, Zulkarimein Nasution 1989: 5). Antara teknologi komunikasi dengan teknologi informasi itu sendiri sebenarnya terjalin, tetapi tetap ada sisi yang membedakan keduanya.

2. Pengembangan Teknologi Komunikasi

Pada saat ini kebutuhan akan teknologi, informasi dan teknologi telekomunikasi sangat tinggi dari mulai menengah ke bawah dan menengah ke atas. Semua individu sangat membutuhkan teknologi untuk mempercepat pengembangan atau memperbaiki pembangunan individu dan kelompok. Perkembangan teknologi yang saat ini sangat cepat adalah teknologi komunikasi, yang menghadirkan pilihan bentuk teknologi dan kecanggihan.

Perkembangan komunikasi itu sendiri sebenarnya sejalan dengan kehidupan dan eksistensi umat manusia itu sendiri. Ada empat titik penentu utama dalam sejarah komunikasi manusia. Menurut Nordenstreng dan Varis (1973), adalah:
1. Akuisisi (aquisition) bahasa yang bersamaan dengan kelahiran manusia.
2. Perkembangan seni menulis dengan komunikasi berdasarkan pembicaraan.
3. Reproduksi kata-kata tertulis (kata-kata tertulis) dengan menggunakan alat printer, memungkinkan realisasi komunikasi massa.
4. Munculnya komunikasi elektronik, mulai dari Telegraph, telepon, radio, televisi hingga satelit. (dikutip dari teknologi komunikasi dalam perspektif Background & development, Zulkarimein Nasution 1989: 15).

Menurut Alvin Toffler ada tiga peradaban dalam pengembangan teknologi itu sendiri yaitu, Zaman pertanian, Industri dan hari-hari terakhir Era Informasi (dikutip dari teknologi komunikasi dalam perspektif Background & development, Zulkarimein Nasution.1989: hal 2).

Sebelumnya hanya menggaruk bagian belakang, bahwa teknologi komunikasi sebenarnya sudah muncul sejak masa pra-sejarah. Dimana pada saat itu sudah bisa menggunakan bentuk komunikasi. Tapi bentuknya masih sangat sederhana. Misalnya, bentuknya membatasi pergerakan badan alat, seperti bahasa gambar, suara tulang dan sebagainya. Tapi meski begitu, sudah dianggap sebagai bentuk komunikasi yang tepat pada saat itu.

Perkembangan lebih lanjut telah sedikit maju selangkah lebih baik, misalnya dalam bentuk Komunikasi Pictograf yang digunakan oleh orang Sumeria, Hierogliph oleh Mesir Kuno.

Published in Artikel

Fenomena Bitcoin diprediksi akan semakin masif pada masa depan. Bahkan, mata uang digital itu disebut-sebut tengah berada dalam kondisi gelembung ekonomi atau economic bubble. Sebagai informasi, gelembung ekonomi merupakan istilah untuk perdagangan dalam volume besar dengan harga yang sangat berbeda dari nilai intrinsiknya. Dengan kata lain, produk atau aset dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harga dasar.

Keadaan itu tak lepas dari lonjakan perdagangan Bitcoin yang begitu tinggi di tengah permintaan yang terus berlanjut tahun ini. Menurut laporan terbaru, lonjakan Bitcoin berhasil mencapai 162 persen. Meski berpotensi mengalami ekonomi gelembung, masih perlu menunggu waktu hingga hal itu benar-benar terjadi. Analis strategi investasi, Jeffrey Kleintop, menyebut, sama seperti aset lain, dibutuhkan waktu 10 tahun sebelum Bitcoin benar-benar mengalami proses gelembung ekonomi, termasuk berpengaruh pada pasar dan ekonomi.

Oleh karena itu, seperti dikutip dari Business Insider, Minggu (2/7/2017), ada kemungkinan Bitcoin tak memberikan efek terhadap ekonomi seperti aset lain yang mengalami ekonomi gelembung. Kendati demikian, tak dimungkiri pertumbuhan Bitcoin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Sekadar diketahui, nilai Bitcoin memang terus mengalami kenaikan. Terkini, nilai cryptocurrency atau mata uang digital paling populer di dunia itu mencapai US$ 2 ribu atau sekitar Rp 26 juta per keping.

Perhitungan itu didasarkan kisaran dari pertukaran Bitcoin, termasuk Coinbase dan Kraken. Dengan nilai itu, total jumlah total koin yang beredar saat ini berhasil mencapai nilai US$ 32,92 miliar atau sekitar Rp 426 triliun. Di sisi lain, penggunaan Bitcoin juga meningkat karena dianggap menarik. Alasannya, Bitcoin bersifat anonim dan ditambah minimnya kontrol pemerintah. Mata uang digital ini juga ditentukan nilainya oleh jumlah pengguna yang ingin menukarnya.

Published in Artikel
Selasa, 08 November 2016 03:40

Berselancar di Era Millenial

Suka atau tidak suka saat ini kita berada pada era Millenial. Era yang ditandai salah satunya dengan kemudahan akses informasi dan komunikasi yang begitu luas di seluruh dunia. Era yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk menikmati kemudahan tersebut. Tapi di balik itu, ketidakmampuan kita mengambil sikap akan membuat kita terjebak sehingga kita tenggelam dan hanyut tanpa ada keberhasilan yang bisa kita raih. Berikut ini adalah tips yang membantu kita untuk bisa berselancar di era Millenial.

1. Never Settle
Jangan pernah merasa puas atau merasa nyaman dengan hasil yang sudah dicapai. Lihatlah pesaing kita yang lebih baik dan jadikan mereka sebagai alat untuk mendorong kita berbuat lebih baik lagi. Bahkan jika kita sudah menjadi yang terbaik pun berupayalah untuk tetap terus mencari standar yang lebih tinggi.

2. Stay foolish stay hungry
Tetaplah merasa bodoh karena semakin kita tahu biasanya akan muncul kesadaran bahwa semakin banyak yang kita belum tahu. Setiap waktu muncul buku-buku baru, ilmu-ilmu baru, strategi-strategi baru. Pada saat yang sama ilmu-ilmu lama akan usang dan tidak terpakai lagi. Jangan menutup diri untuk mempelajari sesuatu yang baru, bahkan sesuatu yang kita tidak suka akan hal itu.

3. Gunakan semua sumber daya
Hari ini begitu banyak sumber daya yang kita bisa gunakan terutama dalam bentuk akses informasi. Informasi dan pengetahuan apa pun yang kita inginkan bisa didapat dengan lebih mudah daripada masa sebelum era internet sekarang ini. Siapa yang mampu menggunakan dengan baik semua sumber daya itu maka dia yang akan lebih berdaya dan berpotensi unggul. Maka gunakanlah semua sumber daya itu sebanyak-banyaknya.

4. Faster than a second
Arena persaingan semakin luas dan banyak. Baik individu atau perusahaan semuanya saling berlomba-lomba menjadi yang terdepan. Salah satu kunci utama menjadi yang terdepan adalah kecepatan. Dulu dibutuhkan waktu lebih dari 2 jam bahkan sampai 1 hari untuk kita memesan tiket kereta api. Sekarang cukup klik laman pembelian tiket online dan bisa selesai hanya 10 menit saja. Jika kita bergerak lambat, maka lihat saja akan ada banyak yang lain yang siap melibas.

5. Bangun Jaringan
Karena dunia saat ini sudah seperti desa kecil, semua terhubung dengan mudah dan terasa dekat. Koneksi antar manusia satu sama lain semakin kompleks. Hubungan kedekatan bukan lagi hanya kekerabatan tetapi juga pengetahuan dan informasi penting. Maka membangun dan menjaga hubungan atau jaringan seluas-luasnya menjadi kekuatan tersendiri untuk berselancara di Era Millenial ini.

Published in Artikel
Halaman 1 dari 2