Rabu, 11 Juli 2018 17:03

Robot Pembuat Kursi

Written by  cica nurlatifah
Rate this item
(0 votes)

Para peneliti di Singapura berencana untuk mengembangkan printer 3D onsite "smart" berdasarkan teknologi yang dipasang di dua robot yang dapat membuat furnitur flat pack dalam waktu singkat.

Tim di Nanyang Technological University (NTU) sangat memukau ketika mereka menggunakan kamera 3D dan sepasang robot industri yang dilengkapi dengan grippers dan sensor kekuatan untuk membangun kursi Ikea dalam waktu sekitar 20 menit, hanya 5 hingga 10 menit lebih lama daripada yang dikerjakan manusia.

Sepasang robot itu mampu mengenali bagian-bagian kursi yang berserakan di berbagai lokasi di lantai, robot mencari cara untuk mengambil bagian-bagian kursi teersebut, kemudian memasangnya bersama tanpa menyebabkan kerusakan. Nanyang Technology University sekarang berencana untuk menggunakan teknologi yang sama untuk meningkatkan kemampuan robot industri enam-sumbu yang sedang dikembangkan untuk mencetak struktur beton di lokasi konstruksi.

Peneliti utama Quang-Cuong Pham mengatakan idenya menggunakan teknologi yang ia kembangkan adalahuntuk memungkinkan pencetakan 3D di lokasi konstruksi, di mana kondisinya kurang dapat diprediksi oleh manusia.

Dampaknya lebih cepat sesuai yang diharapkan dalam pembangunan di luar lokasi. Dan penggunaan robot yang merakit komponen prefabrikasi di pabrik. Nanyang Technology University saat ini bekerja dengan perusahaan manufaktur untuk mengembangkan robot yang dapat melakukan tugas yang tidak dapat diprediksi, seperti memegang, mengelem atau mengelas bagian-bagian posisi dalam dan arah yang berbeda, jauh dari jalur perakitan konvensional.

Robot yang digunakan untuk membangun kursi “Stefan” Ikea senilai 18 pound atau setara Rp 342.252,90 memiliki peralatan yang sudah ada di pasaran, namun memiliki perangkat lunak yang canggih, terkait dengan persepsi dan gerak, memungkinkan mereka untuk bertindak dengan kecerdasan yang lebih besar daripada robot industri biasa.

"Persepsi diperlukan secara tepat untuk menemukan bagian-bagian kursi, dan perencanaan gerakan sangat penting," Ujar asisten profesor Pham. Dengan sistem robot yang ada, kamu harus mengajarkan robot untuk melakukan gerakan tertentu, tetapi di sini bagian kursi dapat berada di posisi apa pun dan setiap kali gerakan yang berbeda harus dilakukan. Lengan robot juga harus bisa menghindari rintangan dari lengan robot lainnya.

Robot mensintesis pembelajaran melalui kombinasi instruksi yang diajarkan dan algoritma yang kompleks. Insinyur memasukkan urutan tindakan, diterjemahkan dari manual perakitan Ikea untuk kursi, robot kemudian mencari gerakan yang tepat untuk menyelesaikan tindakan tersebut, berdasarkan apa yang mereka lihat di kamera 3D.

"Ini seperti memberikan instruksi pada anak untuk berjalan dari satu kamar ke kamar lain di apartemen," ujar Pham.

Inovasi juga diperlukan untuk interaksi antara robot dan bagian-bagian kursi. Grippers menggabungkan sensor gaya yang mampu merasakan gaya antara pin kayu pada satu bagian dan permukaan bagian lain untuk mendeteksi lubang dan memasukkannya. Meskipun robot mengambil lebih dari 20 menit untuk membangun kursi, lebih dari separuh waktu dihabiskan untuk bergerak merencanakan eksekusi tersebut.

Read 86 times Last modified on Rabu, 11 Juli 2018 17:09