Jumat, 13 April 2018 05:41

Apakah Teknologi Dapat Merusak Produktivitas ?

Written by  Laila Nafilah Mahasiswi STTNF
Rate this item
(0 votes)

Sekarang eranya sudah serba teknologi. Walaupun ada kemungkinan teknologi akan meningkatkan produktifitas tetapi bisa saja teknologi memiliki efek negatif yang justru akan merusak pertumbuhan produktivitas dan mengurangi kesejahteraan dengan cara lainnya juga.

Dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan produktivitas di negara maju mengalami stagnasi. Di negara maju kemajuan teknologi diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan pertumbuhan ekonomi.

Martin Feldstein dari Harvard berpendapat bahwa pertumbuhan produktivitas sebenarnya lebih tinggi dari yang kita sadari dilihat dari pengukuran statistik pemerintah. Namun seiring waktu, ia menegaskan, terdapat kesalahan dalam pengukuran ini.Robert Gordon dari Northwestern University juga berpendapat bahwa inovasi saat ini di bidang-bidang seperti teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah tidak dapat diharapkan memiliki hasil ekonomi sebesar masa lalu.

Mungkin saja bidang TIK dan teknologi tidak hanya sedikit membantu dalam meningkatkan produktivitas dari pada inovasi di  masa lalu tetapi teknologi  juga benar-benar memiliki efek samping negatif yang melemahkan produktivitas dan pertumbuhan PDB.

Hal yang tampak jelas dari efek negatif teknologi adalah gangguan teknologi. Dengan teknologi menuntut kita untuk belajar keterampilan baru, beradaptasi dengan sistem baru dan harus mengubah perilaku kita. Sementara iterasi software atau hardware menawarkan kapasitas, efisiensi atau kinerja yang lebih banyak.

Sifat dari teknologi digital saat ini juga menimbulkan tantangan keamanan. Spam, virus, serangan cyber, dan jenis pelanggaran keamanan lainnya dapat memberlakukan biaya utama pada bisnis dan rumah tangga.

Selain itu smartphone juga telah membentuk pikiran orang-orang muda menjadi kecanduan video game dan bermedia sosial.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, aktivitas komputer rekreasi menjelaskan tentang penurunan pasokan tenaga kerja di antara pria usia 21 hingga 30. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa laptop di kelas memperlambat belajar siswa. Selain itu, smartphone juga merusak keamanan fisik dalam beberapa konteks.

Di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration melaporkan terdapat 3.477 orang tewas dan 391.000 terluka dalam kecelakaan kendaraan bermotor yang melibatkan pengemudi yang terganggu pada tahun 2015, dengan teks menjadi penyebab terbesar, terutama di kalangan kaum muda.

Di luar efek negatif dari teknologi baru pada produktivitas, ada juga risiko bahwa teknologi dapat merusak kualitas hidup orang. Hanya sedikit orang yang memiliki perasaan positif tentang telepon otomatis yang telah mengganggu banyak kehidupan kita.

Teknologi mungkin memiliki potensi peningkatan produktivitas. Sejarawan seperti Paul David dan pakar teknologi seperti Erik Brynjolfsson, Daniel Rock, dan Chad Syverson berpendapat bahwa selalu ada terobosan besar seperti mesin uap, listrik, atau mobil untuk menghasilkan keuntungan ekonomi bersih, karena bisnis, bangunan, dan infrastruktur perlu dikonfigurasi ulang. Agaknya hal yang sama akan terjadi dengan teknologi terbaru.

Tetapi ini bukan alasan untuk mengabaikan konsekuensi negatif dari inovasi baru. Sekelompok Technologists dari Silicon Valley telah memperingatkan, “Teknologi membajak pikiran dan masyarakat kita.” Kita harus mengambil kembali kendali, memastikan bahwa kita tidak hanya membuat dunia kita “lebih pintar,” tetapi juga memastikan kita pintar tentang bagaimana kita menggunakan teknologi.

Sumber: project-syndicate.org

Read 390 times Last modified on Minggu, 15 April 2018 20:46