Wednesday, 20 September 2017 13:27

Berdakwah Melalui Media Informasi

Dakwah secara harfiyah artinya ajakan atau seruan, yaitu ajakan ke jalan Allah SWT. Dakwah berasal dari kata da'a-yad'u-da'wah yang artinya mengajak atau menyeru.
Secara istilah, dakwah bermakna ajakan untuk memahami, mempercayai (mengimani), dan mengamalkan ajaran Islam. Serta mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran (amar ma'ruf nahyi munkar)
"Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka ke (jalan) Rabb-mu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb". [QS. Al Qashshash:87].
Di zaman yang modern ini, dakwah bukan hanya suatu kegiatan yang berada di masjid, mushola, saung dan taklim. Tetapi sudah menggunakan berbagai teknologi canggih yang di kemas kedalam media informasi. Seperti melalui Internet , TV , radio dan sebagainya .
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau di tanya tentang hukum berdakwah menggunakan media informasi, lalu menjawabnya:
Saya memandang wajib menggunakan sarana-sarana informasi dalam berdakwah kepada Allah Azza wa Jalla, karena hal itu termasuk yang dapat menegakkan hujjah. Dan saya memandang bahwa sarana-sarana informasi itu dapat digunakan dalam berdakwah kepada Allah Azza wa Jalla dengan berbagai cara, dengan arti :
Kita dapat membuat rubrik dakwah kepada tauhid, rubrik dakwah kepada aqidah yang berkaitan dengan Asma Allah dan Sifat-Nya. Rubrik dakwah kepada pengikhlasan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla di mana hendaknya seseorang tidak tunduk kepada penguasa atau kepada yang lebih besar dari-Nya dan yang semacamnya, rubrik fiqih seperti masalah ibadah dan mu’amalah. Dengan kala lain, hendaknya dakwah itu luas dan mencakupi banyak hal.
Dalam berdakwah, seharusnya perkara-perkara atau materi-materi ini tidak terlalu berat sehingga terkesan membosankan bagi subjek dari tujuan dakwah. Sebaiknya diisi dengan sesuatu yang menarik, sehingga membuat mereka tertarik, agar pesan dakwah tetap tersampaikan dan mereka dapat mengambil manfaatnya. Namun, dengan syarat rubrik tersebut tidak diganti dengan sesuatu yang dapat menyesatkan atau merusak akhlak.
Jika meninggalkan dan tidak ikut serta penggunaan media informasi tersebut dapat menjadi penyebab ditinggalkannya kemungkaran, maka media tersebut sebaiknya ditinggalkan.
Adapun jika langkah ini tidak bermanfaat, bahkan justru akan semakin memperkeruh keadaan, di mana konten-konten yang terdapat pada media tersebut digunakan untuk menyebarkan keburukan yang lebih besar dan banyak, maka wajibnya memanfaatkan kesempatan ini dan menyebarkan dakwah ke jalan Allah Azza wa Jalla melalui media.
[Disalin dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyah Dhawabith wa Taujihat, edisi Indonesia Panduan Kebangkitan Islam, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerjemah Muhammad Ihsan Zainudin, Penerbit Darul Haq]
Mengutip dari artikel yang ditulis oleh Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc tentang “Adab berdakwah” hal yang perlu di perhatikan, diantaranya :
1. NIAT , karna niat itu lebih penting dari amal sholeh itu sendiri. Yahya bin Abi Katsir berkata, “Pelajarilah tentang niat, karena ia lebih penting dari amal.” (Jami Al Ulum wal Hikam, hal 18). Maka, hendaknya dilakukan dengan ikhlas; ber-mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan niat riya, pamer, ingin dipuji, atau dapat jempol banyak dan lain-lain.
2. Memastikan bahwa pesan, ilmu atau nasehat itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah; terdapat dalil yang mendukungnya dari Al Qur’an, Sunnah dan perkataan para sahabat. Standar ilmiah bisa dirangkum dengan ungkapan: “shahih secara riwayat dan benar secara istinbath“.
3. Menjaga amanah ilmiah. Hendaknya selalu berusaha mencantumkan sumber dari mana ilmu atau faidah itu kita dapatkan. “Orang yang mengaku-ngaku memiliki (al mutasybbi’) dengan sesuatu yang tidak dimilikinya, maka ia seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (HR Bukhari Muslim).
4. Tidak bersinggungan dengan Syubhat hal ini dilakukan agar tidak muncul sebuah perdebatan yang tidak bermanfaat
5. Menjaga akhlak mulia . Hendak lah kita tetap memperhatikan tutur kata yang sopan apa yang kita tuliskan atau apa yang kita sampaikan di media informasi.
6. Mempertimbangan maslahat dan mafsadat serta tepat sasaran
7. Tidak mudah berfatwa karna Fatwa memiliki sebuah kehormatan dan tidak boleh dilakukan oleh orang sembarangan .
-Semoga Bermanfaat-

Editor : Hbb/Uml

Published in Artikel

Tahukah kamu? Bahwa LDK SENADA Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT NF) akan mengadakan acara yang sangat istimewa. Apa sih acaranya? Acaranya adalah KOPI singkatan dari Kajian dan Obrolan Penuh Inspirasi.

Nah, kajian ini akan diakan di Masjid Balaikota Depok, pada hari Minggu tanggal 30 April 2017. Dan tahukah kamu siapa yang akan menjadi pengisi acara kajian ini? Yaah bener bangeet! Yang mengisi kajian kali ini adalah Ustad Hanan Attaki, Lc. Kajian ini mengambil tema tentang “JANGAN SALAH FOKUS MENYIKAPI CINTA” yang isinya kegalauan muda mudi saat ini tentang Hakikat CINTA. Mereka terlena akan kecintaannya terhadap seseorang yang dia cinta, dan tanpa disadari dia telah melupakan kecintaannya terhadap Sang Pencipta-Nya (Allah swt & Rosul).

Dan tahukah kamu? Ustad Hanan Attaki, Lc lahir di Aceh pada tanggal 31 Desember 1981. Usai menamatkan sekolahnya di Pondok Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh, pada tahun 2000, beliau melanjutkan petualangan ilmunya ke Universitas al-Azhar-Mesir. Di sana beliau menekuni Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir Al-Qur’an hingga memperoleh gelar licence (Lc) pada tahun 2004. Pengalamannya mengenal Al-Qur’an secara lebih dekat diawali pada usia kanak-kanak. Terakhir beliau berhasil menjadi Qori terbaik versi Fajar TV, Kairo 2005, dan mengisi acara tilawah Al-Qur’an. “Min Ajmalis Soth” di dua Channel (Fajar Tv & Iqro’ Tv). Selama di Kairo,beliau juga pernah aktif sebagai pemred buletin “Salsabila” yang diterbitkan oleh kelompok studi Al-Qur'an dan Ilmu-Ilmu Islam. Kelompok ini dibimbing langsung oleh beberapa tokoh Ikhwanul Muslimin. Sejak kembali dari Negeri “Seribu Menara”, Hanan Attaki bersama isteri dan putri pertamanya (Aisyah) tinggal di Bandung. Di kota inilah beliau mulai terjun langsung dalam dunia dakwah, sebagai direktur Rumah Qur’an Salman-ITB, pengajar Jendela Hati (JH) dan STQ Habiburrahman. Itulah sedikit profil Ustad Hanan Attaki, Lc.

Nah, karena isi kajiannya yang sangat menginspirasi dan penuh motivasi bagi pendengarnya dikabarkan ada 700an jama'ah yang akan hadir diacara ini.

Dan untuk pertama kalinya SENADA LDK Kampus STT NF akan mengadakan acara sebesar ini dan antusias masyarakat yang luar biasa, membuat Panitia menutup pendaftaran secara online untuk sementara dikarenakan Area Masjid di Balaikota Depok yang tidak memungkinkan dan untuk memastikan peserta yang akan mendaftarkan diri di tempat.

Sekian sekilas informasi kegiatan SENADA yang saya dapat sampaikan. Jangan lupa hadir Minggu, 30 April 2017 Di Masjid Balaikota Depok, Sampai ketemu di acara KOPI nanti :-)

Published in Kegiatan Kampus
Thursday, 21 January 2016 00:00

Rapat Kerja LDK Senada STT NF

IMG 20160120 151712 copy

LDK SENADA STT NF mengadakan Rapat Kerja untuk kepengurusan baru periode 2016 pada Rabu (20/1). Rapat kerja diselenggarakan di kampus B STT NF, dimulai pukul 14.30 hingga 22.00 WIB. Agenda rapat membahas dan menyelaraskan program-program dari tiap departemen dan divisi di LDK SENADA. Rapat dipimpin langsung Ketua LDK SENADA yang baru saja dilantik, Muhammad Natsir.

"Rapat ini dihadiri hampir seluruh pengurus LDK SENADA. Periode ini tercatat jumlah pengurus LDK SENADA, sebanyak 35 orang. Mereka tersebar di enam departemen dan divisi," jelas Natsir.

Rapat diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Arif Munandar (Kepala Departemen Syi'ar) dan dilanjutkan dengan pembacaan mimpi besar LDK SENADA. Hal ini dilakukan agar seluruh pengurus LDK SENADA menghayati dan memegang teguh mimpi LDK SENADA untuk terus berkembang dari tahun ke tahun.

Acara inti adalah pemaparan program-program dari tiap departemen dan divisi. Pada periode ini, struktur LDK SENADA terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, Divisi Dana dan Usaha, Divisi Mentari, Departemen Syiar, Departemen Kaderisasi dan Pembinaan, Departemen Media dan Eksternal, dan Departemen Kemuslimahan.

Setelah masing-masing Kepala Departemen dan Kepala Divisi memaparkan program-programnya selama satu tahun kepengurusan, acara istirahat, sholat, dan makan bersama. Acara dilanjutkan pada pukul 20.00 WIB membahas timeline program untuk satu tahun kepengurusan. Pembahasan cukup detail dan banyaknya pertimbangan dari segi waktu, konten, dan acara-acara kampus membuat rapat berlangsung lama. Rapat Kerja LDK SENADA berakhir pukul 22.00 WIB. Hasil Rapat Kerja akan diperbaiki kembali oleh BPH SENADA dan diumumkan secara resmi pada akhir Januari 2016.

Selepas Rapat Kerja LDK SENADA, Muhammad Habib, Staf Departemen Syiar, menyampaikan harapannya, "Semoga setelah Rapat Kerja ini, program-program SENADA dapat berjalan sukses. Apabila ada kekurangan, bisa menjadi perbaikan untuk selanjutnya. Sukses SENADA 2016!".

Pesan selanjutnya dari mantan Ketua LDK SENADA 2015, Hendra Aditiyawijaya, yang saat ini berperan sebagai Dewan Pertimbangan SENADA. "Dakwah kampus adalah fase penyiapan sumber daya manusia agar dapat berafiliasi terhadap Islam, dan akhirnya berkontribusi untuk mendukung terwujudnya Indonesia madani. Mahasiswa sebagai taget dakwah kampus memiliki peran dan karakter beragam, sehingga pendekatan yang dilakukan SENADA tidak boleh monoton. Perlu inovasi dari waktu ke waktu," ujar Hendra. [HAW]

Published in Pojok Mahasiswa