Wednesday, 20 September 2017 13:27

Berdakwah Melalui Media Informasi

Dakwah secara harfiyah artinya ajakan atau seruan, yaitu ajakan ke jalan Allah SWT. Dakwah berasal dari kata da'a-yad'u-da'wah yang artinya mengajak atau menyeru.
Secara istilah, dakwah bermakna ajakan untuk memahami, mempercayai (mengimani), dan mengamalkan ajaran Islam. Serta mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemunkaran (amar ma'ruf nahyi munkar)
"Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka ke (jalan) Rabb-mu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb". [QS. Al Qashshash:87].
Di zaman yang modern ini, dakwah bukan hanya suatu kegiatan yang berada di masjid, mushola, saung dan taklim. Tetapi sudah menggunakan berbagai teknologi canggih yang di kemas kedalam media informasi. Seperti melalui Internet , TV , radio dan sebagainya .
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau di tanya tentang hukum berdakwah menggunakan media informasi, lalu menjawabnya:
Saya memandang wajib menggunakan sarana-sarana informasi dalam berdakwah kepada Allah Azza wa Jalla, karena hal itu termasuk yang dapat menegakkan hujjah. Dan saya memandang bahwa sarana-sarana informasi itu dapat digunakan dalam berdakwah kepada Allah Azza wa Jalla dengan berbagai cara, dengan arti :
Kita dapat membuat rubrik dakwah kepada tauhid, rubrik dakwah kepada aqidah yang berkaitan dengan Asma Allah dan Sifat-Nya. Rubrik dakwah kepada pengikhlasan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla di mana hendaknya seseorang tidak tunduk kepada penguasa atau kepada yang lebih besar dari-Nya dan yang semacamnya, rubrik fiqih seperti masalah ibadah dan mu’amalah. Dengan kala lain, hendaknya dakwah itu luas dan mencakupi banyak hal.
Dalam berdakwah, seharusnya perkara-perkara atau materi-materi ini tidak terlalu berat sehingga terkesan membosankan bagi subjek dari tujuan dakwah. Sebaiknya diisi dengan sesuatu yang menarik, sehingga membuat mereka tertarik, agar pesan dakwah tetap tersampaikan dan mereka dapat mengambil manfaatnya. Namun, dengan syarat rubrik tersebut tidak diganti dengan sesuatu yang dapat menyesatkan atau merusak akhlak.
Jika meninggalkan dan tidak ikut serta penggunaan media informasi tersebut dapat menjadi penyebab ditinggalkannya kemungkaran, maka media tersebut sebaiknya ditinggalkan.
Adapun jika langkah ini tidak bermanfaat, bahkan justru akan semakin memperkeruh keadaan, di mana konten-konten yang terdapat pada media tersebut digunakan untuk menyebarkan keburukan yang lebih besar dan banyak, maka wajibnya memanfaatkan kesempatan ini dan menyebarkan dakwah ke jalan Allah Azza wa Jalla melalui media.
[Disalin dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyah Dhawabith wa Taujihat, edisi Indonesia Panduan Kebangkitan Islam, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerjemah Muhammad Ihsan Zainudin, Penerbit Darul Haq]
Mengutip dari artikel yang ditulis oleh Abu Khalid Resa Gunarsa, Lc tentang “Adab berdakwah” hal yang perlu di perhatikan, diantaranya :
1. NIAT , karna niat itu lebih penting dari amal sholeh itu sendiri. Yahya bin Abi Katsir berkata, “Pelajarilah tentang niat, karena ia lebih penting dari amal.” (Jami Al Ulum wal Hikam, hal 18). Maka, hendaknya dilakukan dengan ikhlas; ber-mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan niat riya, pamer, ingin dipuji, atau dapat jempol banyak dan lain-lain.
2. Memastikan bahwa pesan, ilmu atau nasehat itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah; terdapat dalil yang mendukungnya dari Al Qur’an, Sunnah dan perkataan para sahabat. Standar ilmiah bisa dirangkum dengan ungkapan: “shahih secara riwayat dan benar secara istinbath“.
3. Menjaga amanah ilmiah. Hendaknya selalu berusaha mencantumkan sumber dari mana ilmu atau faidah itu kita dapatkan. “Orang yang mengaku-ngaku memiliki (al mutasybbi’) dengan sesuatu yang tidak dimilikinya, maka ia seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (HR Bukhari Muslim).
4. Tidak bersinggungan dengan Syubhat hal ini dilakukan agar tidak muncul sebuah perdebatan yang tidak bermanfaat
5. Menjaga akhlak mulia . Hendak lah kita tetap memperhatikan tutur kata yang sopan apa yang kita tuliskan atau apa yang kita sampaikan di media informasi.
6. Mempertimbangan maslahat dan mafsadat serta tepat sasaran
7. Tidak mudah berfatwa karna Fatwa memiliki sebuah kehormatan dan tidak boleh dilakukan oleh orang sembarangan .
-Semoga Bermanfaat-

Editor : Hbb/Uml

Published in Artikel

Musabaqah Tilawatil Qur'an Mahasiswa Nasional memasuki hari yang menentukan pada Selasa (4/8) di kampus Universitas Indonesia. Pada hari ketiga itu mahasiswa STT NF yang tampil adalah Abdilah Syukur di cabang tilawatil Qur'an. Ia merupakan wakil terakhir dari delegasi yang dikirim STT NF karena peserta lain sudah tampil sebelumnya.

Persiapan matang dilakukan Abdilah jelang penampilannya di ajang MTQMN. Saat mampir di kampus B STT NF, Abdillah tak banyak membuang waktu, ia langsung berlatih yang dipandu Anwar Musyadad yang juga merupakan Staf di STT NF. Abdilah yang sudah berpengalaman mengikuti MTQ di tingkat kecamatan, merasakan lompatan besar untuk bertanding di tingkat nasional.

"Ini merupakan kesempatan besar bagi saya yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Persiapan saya tidak boleh setengah-setengah demi membawa nama kampus. Doa dan restu dari orangtua menambah motivasi saya untuk berlaga di ajang ini," ungkap Abdillah.

Saat pengundian nomor urut tampil, Abdilah mendapat giliran nomor 7. "Alhamdulillah bisa dapat nomer 7, jadi saya bisa melihat penampilan para peserta lain terlebih dahulu dan tidak menunggu giliran terlalu lama," cetusnya.

Pada saat di atas panggung Abdilah tampil mengesankan, dengan suara merdu dan bacaan yang jelas. Ia mendapatkan respons positif dari para penonton yang berkumpul di sekitar danau UI. Lokasi lomba di halaman perpustakaan UI memang merupakan tantangan tersendiri bagi peserta yang demam panggung. Terdengar sayup-sayup suara tepuk tangan dari beberapa penonton saat Abdillah turun panggung.

Anwar Musyadad mengaku bangga dengan penampilan Abdillah yang dinilainya sangat baik. "Saya bersyukur dengan kemampuan yang ia miliki. Semoga hasil yang diberikan juri nanti memuaskan dan Abdilah bisa melaju ke babak selanjutnya," Anwar berharap. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Wednesday, 05 August 2015 00:00

Penampilan Mahasiswa STT NF di MTQMN XIV 2015

Setelah mengikuti acara pembukaan MTQMN pada Jum'at dan Sabtu, delegasi STT NF segera mendapatkan jadwal untuk tampil pada hari Ahad (2/8). Di hari pertama yang tampil adalah Ummul Sidiqoh pada cabang tilawatil Qur'an. Sedangkan satu peserta lagi yang akan turun di cabang yang sama, yaitu Abdillah Syukur baru akan tampil pada Selasa (4/8).

Penampilan Ummul bisa dikatakan cukup lumayan untuk persiapan yang terbatas dan pengalaman yang masih sangat minim di ajang tingkat nasional. Ketika ditanya kendala yang dialami, ia menyatakan masalah mental yang harus berhadapan dengan para peserta lain. Mereka sudah sangat berpengalaman dalam mengikuti ajang MTQ.

"Saat di bawah panggung semua lancar saja, namun ketika berada di atas panggung ada sedikit ketegangan. Tapi, alhamdulillah semua berjalan lancar. Saya tidak berfikir menang atau kalah, yang terpenting bagi diri saya adalah untuk mengasah mental dan kemampuan saya dalam membaca Qur'an," ungkap Ummul.

Di hari kedua, Senin (3/8), dua wakil STT NF yang turun di cabang Hifzhil Qur'an yaitu Berry Susanto dan Zahra Qurrota Aini tampil pada waktu yang hampir bersamaan. Berry memilih untuk menghafal juz 1, sedangkan Zahra memilih juz 30. Dalam pengundian nomer urut Berry mendapatkan nomor 113, sementara Zahra nomor 138.

Berry yang maju terlebih dahulu terlihat lancar di awal ketika juri membaca ayat, langsung dilanjutkan olehnya. Namun di tengah ada sedikit keraguan untuk melanjutkan dan alhasil juri pun mengkoreksi bacaan Berry. Pada soal kedua tidak ada masalah semua lancar dari awal hingga akhir.

"Ini pengalaman pertama bagi saya dalam mengikuti ajang MTQ dan langsung turun pada ajang nasional membuat saya gugup dan sangat sulit melawan rasa itu," ujar Berry. "Persiapan saya sudah sangat matang sejak dua bulan lalu, namun faktor non teknis yang berperan pada hari ini. Saya masih penasaran dan berharap bisa mengikuti ajang seperti ini lagi di lain waktu," lanjutnya.

Saatnya giliran Zahra, hampir sama dengan Berry yang bermasalah dengan rasa gugup ketika di awal, hingga membuat kesalahan pada soal pertama. Namun pada soal kedua semua berjalan lancar. "Sama seperti Berry yang mengalami kesulitan di awal, ternyata saya juga mengalami hal serupa. Masalah mental ini harus segera saya benahi untuk mengikuti ajang lain yang bisa saya ikuti," Zahra menerangkan.

David Wahyu dari Bagian Kemahasiswaan STT NF mengakui persiapan mental para mahasiswa ini akan menjadi evaluasi untuk masa akan datang. "Ke depan kami akan memperhatikan juga masalah mental untuk menghadapi pertandingan berkelas nasional seperti ini. Dalam persiapan kami kemarin berfokus pada hal teknis hingga melupakan persiapan non teknis. Tentu saja itu akan menjadi bahan evaluasi untuk segera diperbaiki," jelas David. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Musabaqah Tilawatil Qur'an untuk Mahasiswa tingkat Nasional resmi dibuka oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met, di kampus Universitas Indonesia, Depok, pada Sabtu (1/8). Acara pembukaan MTQMN berlangsung di gedung Balairung UI yang megah. Dengan dibukanya acara tersebut berarti dimulainya rangkaian lomba MTQ mahasiswa tingkat nasional. Jumlah peserta yang mengikuti lomba ini mencapai 1863 dari 168 kampus seluruh Indonesia.

STT NF merupakan salah satu kampus yang berpartisipasi dalam rangkaian acara ini, dengan mengirimkan delegasi untuk dua cabang dari 12 cabang yang diperlombakan, yaitu Hifzhil Quran dan Tilawatil Quran. David Wahyu dari Bagian Kemahasiswaan mengatakan: " Tahun ini merupakan tahun pertama bagi STT NF mengikuti ajang MTQ Nasional. Kami mengirim delegasi untuk mengikuti dua cabang yang diperlombakan karena untuk saat ini kami merasa baru dua cabang itu yang sudah siap".

David mengaku kurangnya persiapan menjadi kendala untuk delegasi STT NF mengikuti ajang ini, namun tidak menyurutkan langkah untuk maju terus dan berjuang membawa nama STT NF dan juga sebagai syiar islam. "Kami juga tidak menentukan target muluk untuk mahasiswa yang berpartisipasi dalam ajang ini. Yang terpenting, mereka berani dan tampil lepas karena menang atau kalah bukan ukuran," ujar David.

Pada hari Jum'at sebelumnya dilaksanakan pawai taaruf sore hari di lingkungan kampus Universitas Indonesia sebagai salah satu rangkaian acara yang diikuti oleh peserta beserta official. Sedangkan malam harinya diadakan malam taaruf (Keakraban Kafilah) dan pelantikan hakim (juri) di gedung Dibaleka lantai 10 Balaikota Depok. Acara ini juga dihadiri oleh Walikota Depok, Nurmahmudi Ismail.

Acara dua tahunan yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 7 Agustus itu juga menyajikan berbagai macam hiburan seperti pameran, bazar, tabligh akbar, bedah buku dan banyak lagi acara lain yang disiapkan penyelenggara. Catat tanggal dan waktunya untuk memeriahkan ajang MTQ Mahasiswa Nasional sebagai sarana syiar Islam generasi muda. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Waktu pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XIV yang diselenggarakan di kampus Universitas Indonesia kini tinggal menghitung hari. Tercatat 167 perguruan tinggi yang akan mengikuti lomba. Acara akbar ini akan berlangsung tanggal 1-8 Agustus 2015.

MTQMN terdiri dari serangkaian kegiatan lomba membaca, menghafal, men-syQur'an, serta berbagai jenis lomba mengenai kandungan Al-Qur'an. Tahun ini, tema yang diusung adalah "Membentuk Mahasiswa yang Beriman, Bertakwa, dan Berakhlakul Karimah Menyongsong Indonesia Emas".

STT NF sebagai sekolah tinggi teknologi yang berlandaskan karakter Islami dalam program pembinaannya tak mau ketinggalan untuk ambil bagian dalam lomba ini. STT NF akan mengirimkan 4 orang peserta dalam MTQMN XIV. Delegasi mahasiswa yang akan melaju adalah:

1. Cabang Tilawah :
    Umul Sidikoh (SI semester 2) dan Dilah Abdillah Syukur (TI semester 6)

2. Cabang Hifdzil 1 Juz
    Berry Susanto (SI semester 4) dan Zahra Qurota Aini (TI Semester 4)

Delegasi akan ditemani oleh dua orang pendamping, yaitu David Wismanindra (Bagian Kemahasiswaan STT NF) dan Hendra Aditiyawijaya (Ketua Delegasi dan Ketua LD

LDK SENADA STT NF sebagai inisiator mahasiswa untuk mengikuti MTQMN XIV, bekerja sama dengan Kemahasiswaan STT NF, berupaya untuk mempersiapkan peserta mahasiswa dengan sebaik mungkin. Pada Selasa siang, 28 Juli 2015, diadakan gladi resik peserta untuk menghadapi perlombaan di hari-H nanti.

Hendra selaku ketua LDK SENADA mengatakan: "Kami berharap dengan adanya momentum MTQMN 2015, dapat memotivasi mahasiswa STT NF yang lain untuk berani dan percaya diri tampil dalam ajang-ajang perlombaan tingkat Nasional. Kami percaya mahasiswa STT NF bisa dan memiliki potensi untuk tampil yang terbaik di ajang lomba lainnya, khususnya MTQMN yang sebentar lagi akan berlangsung."

Terakhir, Hendra berharap, apa yang LDK SENADA lakukan saat ini dapat semakin menginspirasi mahasiswa lain untuk menjadi peserta delegasi MTQMN di tahun-tahun selanjutnya. Sesuai visi dan misi kampus, yaitu "Melahirkan generasi mahasiswa yang bertakwa dan berkarakter Islami." (Hendra)

Published in Pojok Mahasiswa

LDK SENADA STT NF mengadakan acara MENTARI (Mari Tingkatkan Amal Melalui Berbagi) pada hari Ahad (5/7) di Musholla Nurul Fikri. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama SENADA STT NF dengan DPN (Dana Pemuda Nusantara), Laznas BSM dan BEM STT NF sebagai salah satu rangkaian acara Pelangi Ramadhan 2015. Acara ini menghadirkan 52 orang Laskar Langit, sebutan untuk anak yatim asuhan Yayasan Yatim, Masjid Al Ikhwan Jakarta.

MENTARI diadakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa STT NF kepada anak-anak Laskar Langit yang ada di sekitar kampus STT NF. Selain itu, kegiatan ini pun sebagai jembatan antara donatur yang ingin berbagi keberkahan di bulan Ramadhan dengan anak-anak yatim-piatu yang ada di sekitar kampus.

Dimeriahkan pula dengan sederatan acara, yaitu games hafalan Qur'an, Tausiyah oleh Ustadz Fahmi (salah satu personil Nasyid ArRuhul Jadid), dan pemutaran video. Haji Nandi, selaku ketua Yayasan Yatim, Masjid Al Ikhwan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada mahasiswa STT Nurul Fikri yang sudah berbagi bersama anak-anak yatim yang ada di yayasannya. Selain itu, Haji Nandi juga berharap, "Setelah acara ini mahasiswa STT dapat berkontribusi juga dalam membina anak-anak yatim melalui kegiatan belajar dan mengaji."

Ustadz Fahmi selaku pemateri juga menyampaikan rasa bangganya kepada mahasiswa STT Nurul Fikri. "Terutama kepada SENADA dan BEM STT yang sudah mau berbagi dan berkontribusi untuk masyarakat yang ada di sekitar kampus. Hal ini adalah peluang bagi mahasiswa untuk menebar manfaat selagi masih muda," ungkap Ustadz Fahmi.

Setelah acara MENTARI ini, rangkaian Pelangi Ramadhan 2015 ditutup dengan kegiatan Takjil on The Street yang akan diadakan pada hari Selasa , (7/7) di sekitar jalan Lenteng Agung Raya. Semoga amal ibadah dan aksi sosial kita diridhai Allah Ta'ala. (Hendra Aditiyawijaya)

Published in Pojok Mahasiswa
Monday, 06 July 2015 00:00

Buka Puasa Bersama STT NF

Guna mempererat tali silaturahim di kalangan dosen dan karyawan, STT NF mengadakan acara Ifthor Jama'i atau buka puasa bersama pada Jum'at (3/7). Acara yang berlangsung di auditorium Kampus B STT NF tersebut dihadiri oleh seluruh karyawan STT NF yang datang dari berbagai Satuan Kerja, Biro dan Unit Bisnis. Ifthor jamai adalah program rutin setiap tahun yang diadakan oleh bagian SDM, biasanya acara diselenggarakan di pertengahan bulan Ramadhan.

Acara dibuka dengan pembacaan tilawah oleh Anwar Musyadad, Staff Kemahasiswaan STT NF. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua STT NF, Drs. Rusmanto, MM. Dalam sambutannya, Rusmanto menyampaikan permohonan maaf menjelang hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah dan memohon doa dari seluruh karyawan agar rencana STT NF menjadi sebuah Universitas dalam lima tahun ke depan berjalan dengan lancar. "Kita akan mulai dengan membuka berbagai jurusan, kira-kira akan ada 10 jurusan baru. Saya berpesan bila ada anak, saudara, tetangga yang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan, pilihkanlah perguruan tinggi terbaik. Jangan lupa tawarkan untuk masuk ke STT NF sebagai pilihan untuk berkuliah agar langkah kita menuju universitas akan semakin mudah," ujar Rusmanto.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini diadakan lomba kebersihan ruangan yang ada di Kampus A maupun Kampus B STT NF. Menurut Ahadiyat selaku Manajer SDM, lomba ini diadakan sebagai upaya mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang menegaskan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Untuk tahun ini yang mendapatkan penghargaan sebagai "The Best Clean Room" adalah unit Pusat Studi Teknologi Informasi (PSTI). Penghargaan yang diberikan berupa plakat bergilir dan diterima langsung oleh Direktur PSTI Taufan Widyapratama ST.

Memasuki acara inti, yaitu berupa tausiah dari Ustad Mujahid Nur Islami, yang mengangkat tema "4 Pertanyaan untuk Manusia pada Hari Kiamat". Pertama-tama, narasumber memberikan gambaran berupa video tentang betapa dahsyatnya kehancuran dunia kala hari kiamat datang. Akan datang api yang menyapu manusia dari arah Yaman, lalu air laut semua ditumpahkan, gunung-gunung akan beterbangan seperti kapas dan seluruh penemuan teknologi manusia pada saat itu akan tidak berfungsi.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad: "Telah bersabda Rasulullah Saw.Belum beranjak telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat hal. Tentang umur, ke mana dihabiskan, tentang tubuh ke mana dipakai, tentang harta dari mana didapat dan ke mana dimanfa'atkan, serta tentang Ilmu ke mana diamalkan." (HR. Ahmad)

Merujuk hadist tersebut, pembicara berpesan bahwa kita sebagai manusia harus bijak dalam menggunakan Usia, Jasad, Harta dan Ilmu kita, karena semua hanya sementara dan waktu kita di dunia tidaklah lama. Yang abadi dan kekal adalah di akhirat nanti. Sudah siapkah kita menjawab dan mempertanggung jawabkan empat pertanyaan tersebut? (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Friday, 19 June 2015 00:00

STT NF Menyambut Ramadhan

Demi menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 hijriyah, STT NF menyelenggarakan acara Tarhib Ramadhan di auditorium Kampus B, pada hari jumat (12/6) lalu. Selain menyambut Ramadhan, Tarhib sekaligus sebagai sarana untuk bersilaturahim di antara segenap sivitas akademika STT NF, dengan saling bermaaf-maafan. Mochamad Idris selaku Bagian Kepegawaian STT NF mengatakan, "Ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan tiap tahun saat menjelang Ramadhan. Tujuannya, untuk pembinaan dan motivasi bagi para staf dan juga sebagai ajang silaturahim."

Acara dibuka dengan pembacaan tilawah al-Quran oleh Ikbar, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua STT NF Drs. Rusmanto, MM. Dalam sambutannya Rusmanto menekankan agar segenap karyawan STT NF, "Lebih meningkatkan kinerja dan bersabar dalam bekerja. Disamping itu, harus tetap semangat dalam membangun kampus tercinta untuk mencapai cita-cita menjadi salah satu Universitas terkemuka pada masa akan datang."

Dalam tarhib itu, STT NF mengundang penceramah, Ustadz Sukeri Abdilah, MBA yang membahas tema "Meraih Sukses Ramadhan dengan Kerja Keras dan Doa". Ustadz Sukeri mengatakan, "Bila ingin meraih sukses, maka kita harus ikhlas menjalani semua tantangan. Insha Allah akan dicukupkan rejekinya oleh Allah Swt. Sukses itu tidak bergantung atau berstandar pada materi tertentu, tetapi sukses dalam kapasitas spiritual adalah bagaimana keberkahan Allah senantiasa mengiringi kita."

Selain Tarhib Ramadhan, Bagian Kepegawaian STT NF juga memiliki beberapa program yang akan dijalankan pada bulan Ramadhan sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Diawali dengan kultum ba'da sholat Zuhur di mushola Kampus A dan B. Sebagai pengisi materi kultum adalah dari staf dan dosen STT NF sendiri. Ada pula program santunan untuk anak yatim yang dikelola oleh Grup A dan B staf STT NF. Pada akhir Ramadhan akan diadakan buka puasa bersama sekaligus bermaafan jelang Idul Fitri.

Bagian Kepegawaian berharap dengan program-program di bulan Ramadhan, seluruh staf STT NF dapat beribadah dengan khusyu dan juga tetap produktif, meskipun dalam keadaan berpuasa. Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Monday, 18 May 2015 00:00

Tabzir, Kufur Nikmat kah Kita?

Tabzir menurut bahasa arab disebut bazzara, yubazziru, tabziran yang artinya menggunakan atau membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu atau disebut boros. Secara istilah boros yang dimaksudkan Tabzir adalah mempergunakan sesuatu secara berlebih lebihan dengan tidak mempertimbangkan kadar kecukupan sehingga menimbulkan kesia-siaan .

Firman allah :

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (Q.S. Al –Isra [17]: 26 )

Allah swt telah memberikan kita nikmat yang sangat berlimpah dan tak terhitung jumlahnya, Allah juga telah memerintahkan hambanya untuk bersyukur atas nikmat yang telah di berikan. Tidak sedikit dalam ayat Alqur'an yang mengajarkan kepada kita untuk bersyukur dan juga sebaliknya ada banyak ayat dari Alqur'an yang mengecam orang-orang yang kufur akan nikmat yang sudah di berikan.

Bentuk syukur terbesar adalah memanfaatkan nikmat Allah yang begitu banyak secara tepat dan berguna bagi orang lain dan syukur yang terendah ialah cukup dengan ucapan lisan. Allah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menunaikan kewajiban terkait dengan harta yang dikuasainya, yaitu memenuhi hak keluarga terdekat, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Islam juga mengajarkan pada umatnya untuk memiliki kepedulian sosial sebagai dasar terciptanya keharmonisan bermasyarakat.

Allah telah melarang kaum muslimin untuk mencari kekayaan dengan cara yang batil dan juga melarang membelanjakan harta yang ia punya secara boros. Boros merupakan prilaku syetan yang harus kita hindari sebagai kaum muslimin dalam berbagi situasi dan keadaan.

Sikap boros akan menimbulkan kesengsaraan di dunia dan akhirat kelak. Adapun persamaan syetan dengan pemborosan adalah sama-sama ingkar terhadap nikmat Allah swt. Orang yang di limpahkan harta kekayaan harus di gunakan di jalan yang di ridhoi Allah swt.

Jadi, gunakan harta yang kita punya untuk kepentingan yang di benarkan dalam agama dan juga tidak melebihi batas apa yang kita butuhkan karna harta yang kita punya akan di pertanggung jawabakan di akhirat kelak. (Muhammad Habib)

Published in Kisah dan Curhat
Thursday, 09 April 2015 00:00

Musyawarah Umum LDK STT NF

Lembaga Dakwah Kampus STT NF mengadakan musyawarah umum guna meresmikan berdirinya SENADA (Semarak Indahnya Dakwah) pada Senin (6/4) di Kampus B, Jalan Lenteng Agung. Lembaga ini rencana akan diluncurkan ke publik dalam waktu dekat, Acara persiapan dihadiri mahasiswa, termasuk DPM dan BEM STT NF. Sambutan dari mahasiswa cukup antusias, terlihat dari animo mahasiswa yang hadir.

Hendra selaku Ketua LDK SENADA menjelaskan, "SENADA akan segera diluncurkan. Pengurus akan mensosialisasikan program kerja yang disepakati selama satu tahun masa bakti. Dalam musyawarah ini, mahasiswa berhak berpendapat tentang program yang sudah dijelaskan." Apakah mahasiswa menyetujui atau menolak program kerja, pengurus LDK mempersilahkan kepada para anggota apabila ingin menambahkan program yang akan dilaksanakan.

Dalam musyawarah tersebut para peserta mengemukakan pendapatnya masing-masing, dan terjadi diskusi yang menarik mengenai program kerja yang akan dijalankan pada masa kepengurusan.

Husna, mahasiswi semester 2 mengaku senang dengan adanya musyawarah ini. "Saya sangat senang dengan musyawarah yang dilaksanakan SENADA. Saya jadi lebih tahu, apa itu SENADA dan apa saja program kerja selama satu tahun? Saya juga bisa menyampaikan pendapat dan bertanya seputar dakwah dalam kampus," ujar Husna.

Ternyata banyak program yang akan dijalankan LDK, terutama SENADA Corpporation. Di situ mahasiswa diperbolehkan joint untuk berbisnis mengembangkan jiwa wirausaha dalam kampus. Itu menarik perhatian Husna untuk bergabung di divisi korporasi, sambil mengembangkan bisnis yang saat ini sudah dijalaninya sendiri.

SENADA mengundang seluruh sivitas akademika STT NF untuk dapat hadir dalam acara Grand Launching pada tanggal 26 April 2015. Selain Grand Launching, penyelenggara juga menyiapkan acara lain yang tak kalah menariknya, yakni TalkShow. Akan disediakan door prize menarik bagi yang beruntung. (Suranto)

Published in Pojok Mahasiswa
Page 1 of 2