Utilitas Linux praktis ini akan menyimpan segala sesuatu kejadian yang Anda simpan ke clipboard. Item yang dipilih untuk ditonjolkan adalah Manajer Clipboard. Bagi Anda yang tidak mengenal manajer clipboard, ini adalah program kecil yang berjalan di belakang dan menyimpan semua kejadian yang disimpan ke clipboard. Kedengarannya memang sederhana, tapi kemungkinan akan meningkatkan produktivitas dari yang Anda harapkan sebelumnya. Ini juga sangat berguna saat menyalin sesuatu, biasanya akan menyadari sesuatu itu berarti ketika Anda telah kehilangan hal-hal yang memang di butuhkan.

Fitur yang digunakan

Saat memilih manajer clipboard, ada beberapa item yang harus dimiliki dan beberapa item yang bagus untuk dimiliki. Pertama, Anda harus memilih manajer clipboard yang terintegrasi dengan lingkungan desktop, shell, dan toolkit pilihan Anda. Integrasi ini akan menghasilkan pengalaman yang jauh lebih mudah. Anda juga harus memastikan program-program pengecualian, karena Anda tidak ingin kata sandi dan informasi sensitif lainnya tersimpan. Fitur lain yang harus digunakan adalah kemampuan untuk mengendalikan dari command line, scriptablity, adanya shortcut keyboard, dan fungsi pencarian.

Manajer Clipboard yang perlu dipertimbangkan untuk digunakan

Meski bukan daftar yang lengkap, berikut beberapa pilihan Manajer Clipboard yang bisa Anda gunakan, diantaranya :

1. Diodon : Terintegrasi baik dengan Unity dan GNOME, termasuk indikator applet yang bagus
2. CopyQ : Manajer clipboard lanjutan yang menerapkan cross platform
3. GPaste : Berbasis GTK + 3 dan terintegrasi baik dengan GNOME
4. Klipper : Pilihan yang bagus untuk pengguna KDE
5. Clipman : Pilihan ringan bagi mereka yang lebih memilih XFCE
6. Parcellite : Pilihan "fitur dasar yang sederhana" , sederhana bagi mereka yang menyukai kesederhanaan.

- Semoga Bermanfaat -

Published in Artikel

Ping berfungsi untuk menguji konektivitas pada sebuah perangkat. Ping adalah sebuah tool yang memungkinkan Anda untuk mencoba apakah perangkat yang Anda gunakan terhubung dengan internet, sebuah komputer atau dengan perangkat jaringan lainnya.

Perintah ini akan mengirim sebuah paket data berukuran kecil ke sebuah alamat IP atau sebuah URL yang spesifik, kemudian jika paket data tersebut diterima, kemudian paket data tersebut akan dikirim kembali ke perangkat semula untuk menandakan bahwa perangkat tersebut terhubung dengan internet atau perangkat lainnya.

Ping juga memungkinkan Anda untuk melakukan uji coba kecepatan dari koneksi internet yang Anda gunakan dengan melakukan ping ke sebuah server spesifik. Anda akan mengetahui berapa kecepatan dari koneksi internet Anda dari seberapa lama paket tersebut akan terkirim dan diterima kembali. Semakin lama paket tersebut terkirim dan diterima kembali, semakin lambat koneksi internet yang Anda gunakan.

Secara default hasil yang dikeluarkan dari perintah ping ini adalah baris-baris teks yang memuat informasi dari hasil proses ping tersebut. Jika Anda merasa bosan dengan hasil keluaran tersebut, Anda bisa menggunakan sebuah tool yang mengeluarkan data hasil proses ping dalam bentuk grafis bernama Gping.

Gping sebuah tool open source yang bisa mencetak hasil keluaran dari perintah ping dalam format grafis di Terminal Linux. Gping bekerja sama seperti ping pada umumnya yang bisa Anda gunakan untuk melakukan ping ke sebuah alamat IP atau URL, namun data hasil dari proses ping tersebut divisualisasikan dalam bentuk grafis, sehingga membuat Anda lebih mudah melihat hasil dari proses ping.

Cara Install Gping di Linux Menggunakan Snap

Gping tersedia dan bisa digunakan untuk berbagai sistem operasi seperti Windows, MacOS, dan Linux. Pada Linux Anda bisa menginstallnya dari Snap package yang sudah tersedia Snap.

Buka Terminal pada Linux Anda dengan menekan kombinasi keyboard CTRL + ALT + T atau buka Terminal melalui menu aplikasi.

Kemudian masukkan perintah berikut pada Terminal untuk mengunduh dan memasang Gping pada perangkat Anda dengan menggunakan Snap :

sudo snap install gping && sudo snap connect gping:network-observe

Tunggu unduhan dan pemasangan Gping hingga selesai dan pastikan berhasil tanpa ada masalah. Jika proses pemasangan selesai, Anda dapat menggunakan Gping untuk menguji konektivitas dengan memasukkan perintah berikut pada Terminal :

gping

Jika Anda hanya memasukkan perintah Gping seperti diatas tanpa memasukkan tujuan proses ping secara spesifik, secara default Gping akan melakukan ping ke alamat Google.

Untuk melakukan ping ke alamat yang spesfik, Anda bisa melakukannya dengan menambahkan alamat IP atau URL yang lebih spesifik seperti berikut :

gping www.nurulfikri.ac.id

Published in Artikel

Meskipun kita tak pernah bersinggungan dengan dunia programming, tapi setiap aspek dalam hidup kekinian tak pernah lepas dari itu. Smartphone yang kita pakai, komputer yang kita geluti tiap hari, halaman-halaman web yang kita buka, semua itu adalah hasil dari programming. Sangat fundamental perannya di zaman digital seperti sekarang ini, dan kita akan tetap bersinggungan meskipun tidak langsung terjun ke dalamnya.

Tentu saja semua hal-hal besar dan penting itu tidak tercipta sendiri. Ada orang-orang di balik itu yang berusaha keras dengan kemampuannya untuk membuat peradaban dunia terus berkembang. Sekarang ini mungkin ada jutaan programmer di seluruh dunia. Namun, yang paling dianggap punya pengaruh besar hanyalah beberapa gelintir orang saja. Mereka bukan hanya programmer, tapi founder dari bahasa programming. Istilahnya, merekalah dewa para programmer.

Jadi, siapa saja para dewa ini yang sudah membuat dunia makin maju? Ketahui lewat ulasan berikut.

1. Dennis Ritchie, Profesor Pencipta Bahasa C yang Top

Kalau boleh dibilang, Bahasa C adalah emaknya para programming language sekarang ini. Memang tidak serta merta mencaplok, tapi kebanyakan bahasa pemrograman sangat terpengaruh dari C. Bahasa C dibuat di tahun 1972, tapi hari ini masih dipakai di banyak sekali hal. Mulai dari software-software, sistem operasi dan lain sebagainya. Dennis Ritchie adalah orang yang ada di balik Bahasa C ini. Pria ini memang ilmuwan komputer yang sangar dan kiprahnya mendunia. Ia bahkan pernah mendapatkan berbagai macam penghargaan, seperti Turing Award di tahun 1983 atau National Medal of Technology dari presiden AS di tahun 1999.

2. Linus Torvalds, Si Pencipta Linux yang Sangar

Selain Windows dan MacOS, Linux adalah salah satu sistem operasi paling terkenal di dunia. Bahkan jika dibandingkan dengan dua OS tadi, Linux punya kelebihan, yakni legalitas. Ya, ketika dua yang lainnya berbayar, Linux datang dengan gratis. Bahkan tak masalah bagi siapa pun untuk mengembangkan dan mendistribusikan hasil kembangannya tersebut.

Ini adalah sebuah revolusi yang besar tentu saja, dan pria di balik ide gila itu adalah Linus Torvalds, sang kreator. Pria ini yang menciptakan kernel atau inti dari Linux. Kemudian berawal dari situ, Linux bisa dikembangkan ke banyak hal. Smartphone Android yang kamu pegang sekarang, itu pun adalah hasil ekspansi dari kernel Linux.

3. Bjarne Stroustrup, Pencipta Bahasa C++ yang Bikin Pusing

Dari banyak bahasa pemrograman paling susah, C++ adalah salah satunya. Ya, ia berisi baris-baris kode yang beda dari yang lain. Meskipun begitu, bahasa ini tetap salah satu yang paling populer sekarang. Banyak produk yang dihasilkan dari C++, misalnya untuk sistem operasi, software-software dan lain sebagainya.

Nah, jika kamu penasaran dengan siapa sosok di balik bahasa pemrograman susah ini, ia adalah Bjarne Stroustrup. Seorang ahli komputer asal Denmark. Tak hanya menciptakan, Bjarne juga mengembangkan bahasa satu ini. Saat ini Bjarne adalah seorang profesor di salah satu kampus di Texas, AS.

4. Tim Berners-Lee, Pria yang Mampu Menghubungkan Dunia

Nama satu ini mungkin cukup asing di telinga, padahal kiprahnya begitu hebat. Bahkan kita mungkin hampir setiap hari bersinggungan dengan hasil karyanya. Ya, Tim Berners-Lee adalah kreator dari Hypertext Transfer Protocol alias HTTP. Bagi yang tak tahu, protokol inilah yang memungkinkan kita untuk berinternet ria.
Melalui temuannya di tahun 1989 ini, Lee sukses membuat dunia terhubung satu sama lain. Ibaratnya, ia menciptakan jembatan bagi semua orang untuk menyeberang. Seumpama HTTP tidak pernah tercipta mungkin komunikasi via internet tidak akan semudah hari ini.

5. Guido van Rossum, Pegawai Google yang Top

Pria satu ini awalnya hanyalah programer biasa, tapi kesukaannya terhadap dunia itu benar-benar besar. Hingga akhirnya ia sukses menjadi salah satu pegawai Google, dan makin berjalannya waktu, kiprahnya di perusahaannya Larry Page itu makin diapresiasi dan ia menjadi sosok penting. Tak hanya bikin Google makin besar, Rossum juga menciptakan bahasa pemrogramannya sendiri bernama Python.

Python adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer hari ini, dan sudah banyak produk gila yang tercipta dari itu. Tak hanya Python, Rossum juga menciptakan Mondrian, sebuah sistem yang fungsinya untuk me-review baris-baris kode. Sekarang ini Rossum bekerja untuk Dropbox.

Inilah para dewa programmer yang hasil karyanya luar biasa. Tak hanya sebagai user, orang-orang ini adalah kreator dari bahasa pemrograman yang dipakai oleh jutaan orang. Sampai kapan pun kiprah orang-orang ini takkan pernah tergantikan. Pasalnya, apa yang mereka ciptakan benar-benar sangat fundamental.

Published in Artikel
Monday, 22 May 2017 05:02

Mengenal Sistem Operasi Tizen

Baru-baru ini dikabarkan smartphone asal Korea yaitu samsung telah memakai sistem operasi ini dalam seri Samsung Z3. Selama ini smartphone samsung selalu menggunakan Sistem Operasi besutan Google (Android), dari mulai hp midend sampai highend nya. Tizen merupakan sebuah singkatan yang berarti “The OS of Everthing” sesuai dengan singkatannya. Tizen tidak hanya untuk perangkat Android saja, tapi juga untuk menjalankan SMART TV, Smart Camera, Smart Home dan masih banyak lagi perangkat pintar lainnya.

Pada dasarnya Sistem Operasi Tizen ini masih sama menggunakan Kernel Linux. Secara tampilan hampir sama meskipun ada yang mengklaim bahwa Sistem Operasi Tizen ini lebih ringan di bandingkan Android. Samsung bekerja sama dengan Intel untuk mengembangkan sistem operasi tizen. Sebelum munculnya Sistem Operasi Tizen. Intel bersama nokia mengembangkan Sistem Operasi Meego. Namun karena nokia sudah terlanjur suka dengan windows maka Sistem Operasi Meego tidak jadi digunakan. Samsung diam-diam memiliki Sistem Operasi sendiri bernama BADA. Singkat cerita Samsung bekerja sama dengan Linux Foundation dan Intel untuk mengembangkan sistem operasi dari penggabungan Meego dan BADA. Dari penggabungan tersebut lahir lah BADA.

Kesimpulannya adalah bahwa sistem operasi tizen masih sama menggunakan source dari linux. Sehingga produsen hardware dapat merubah ataupun menambahkan fitur-fitur unik seperti yang mereka inginkan. Dari segi kelebihan, beredar rumor bahwa tizen menggunakan HTML 5 bagi content creator bakalan lebih cepat dalam pengembangan sebuah Aplikasi, Web Framework serta lebih murah dalam pengeluaran biaya.

Published in Artikel
Friday, 28 April 2017 05:51

Fedora

Fedora menampilkan Gnome 3.22.2 menunjukkan overview.png Fedora 25 Workstation dengan GNOME 3.22.2 Pengembang Fedora Project (disponsori oleh Red Hat) Keluarga OS mirip Unix. Keadaan kerja saat ini Sumber model Open Source Rilis awal 6 November 2003; 13 tahun yang lalu Rilis terbaru 25 / 22 November 2016; 4 bulan lalu Target pemasaran Desktop, Workstation, Server, Cloud Update metode DNF (PackageKit).


Paket pengelola RPM Platform i686, x86-64, ARM-hfp, ARM AArch64, PPC64, PPC64le, IBM Z, MIPS-64el, MIPS-el, RISC-V Kernel type Monolithic (Linux) Userland GNU. Antarmuka pengguna default GNOME Lisensi Berbagai lisensi perangkat lunak bebas, ditambah file firmware proprietary didahului oleh Red Hat Linux Situs resmi getfedora.org. Fedora (sebelumnya Fedora Core) adalah sebuah sistem operasi yang berbasis pada kernel Linux, yang dikembangkan oleh Proyek Fedora yang didukung oleh masyarakat dan disponsori oleh Red Hat. Fedora berisi perangkat lunak yang didistribusikan di bawah lisensi sumber terbuka dan gratis dan bertujuan untuk berada di ujung tombak teknologi tersebut.


Pada Februari 2016, Fedora memiliki sekitar 1,2 juta pengguna, termasuk Linus Torvalds, pencipta kernel Linux. Fedora memiliki reputasi untuk berfokus pada inovasi, mengintegrasikan teknologi baru sejak dini dan bekerja sama dengan komunitas Linux hulu. Membuat perubahan di hulu dan bukan secara khusus di Fedora memastikan bahwa perubahan tersebut tersedia untuk semua distribusi Linux.

Fedora memiliki siklus hidup yang relatif singkat versi X hanya didukung sampai 1 bulan setelah versi X + 2 dilepaskan dan dengan sekitar 6 bulan antara kebanyakan versi, yang berarti versi Fedora biasanya didukung setidaknya selama 13 bulan, mungkin lebih lama. Pengguna Fedora dapat meng-upgrade dari versi ke versi tanpa menginstal ulang.

Lingkungan desktop default di Fedora adalah GNOME dan antarmuka pengguna default adalah GNOME Shell. Lingkungan desktop lainnya, termasuk KDE Plasma, Xfce, LXDE, MATE dan Cinnamon, tersedia dan dapat diinstal.

Manajemen paket
Fedora menggunakan sistem manajemen paket RPM. Flatpak juga didukung secara default, dan dukungan untuk boot Ubuntu juga bisa ditambahkan. Fedora menggunakan RPM Delta saat mengupdate paket yang terinstal. RPM Delta berisi perbedaan antara versi lama dan baru dari sebuah paket. Ini berarti bahwa hanya perubahan antara paket yang terinstal dan yang baru didownload mengurangi lalu lintas jaringan dan konsumsi bandwidth.

Keamanan
Keamanan sangat penting di Fedora dengan satu fitur keamanan khusus yaitu Security-Enhanced Linux, yang menerapkan berbagai kebijakan keamanan, termasuk kontrol akses wajib, yang diadopsi oleh Fedora sejak awal. Fedora menyediakan pembungkus pengerasan, dan melakukan pengerasan untuk semua paketnya dengan menggunakan fitur kompilator seperti executable posisi-independen (PIE).

Perangkat lunak
Fedora hadir dengan beragam perangkat lunak seperti LibreOffice dan Firefox. Perangkat lunak tambahan tersedia dari repositori perangkat lunak dan dapat diinstal menggunakan manajer paket DNF atau Perangkat Lunak GNOME.

Software GNOME, manajer paket default Fedora front-end
Selain itu, repositori ekstra dapat ditambahkan ke sistem, sehingga perangkat lunak yang tidak tersedia di Fedora dapat diinstal dengan lebih mudah. Perangkat lunak yang tidak tersedia melalui repositori Fedora resmi, entah karena tidak memenuhi definisi perangkat lunak bebas Fedora atau karena distribusinya mungkin melanggar hukum AS, dapat diinstal menggunakan repositori pihak ketiga. Repositori pihak ketiga yang populer mencakup penyimpanan gratis dan non-bebas RPM Fusion. Fedora juga menyediakan pengguna sistem build yang mudah digunakan untuk membuat repositori mereka sendiri yang disebut Copr.

Proyek Fedora mengelola repositori Paket Ekstra untuk Enterprise Linux (EPEL).

Published in Artikel

Aplikasi WhatsApp kini dikenal sebagai software messenger terpopuler. Hampir setiap berkenalan dengan orang baru atau bertemu kawan lama, Anda pun akan diminta untuk memberikan nomor WhatsApp. Berkomunikasi lewat messenger yang satu ini memang sangat ringkas. Bisa melalui chatting, panggilan suara, ataupun video.

Tidak hanya itu, penggunaan WhatsApp pun dipermudah dengan peluncuran fitur web WhatsApp. Fitur ini memungkinkan pengguna WhatsApp untuk menjalankan akun miliknya via komputer. Hanya saja, pihak WhatsApp tidak menyediakan fitur tersebut untuk beragam platform. Mereka hanya memberikan fitur tersebut kepada pengguna Windows dan Mac. Dengan kondisi seperti itu, mereka yang tidak menggunakan kedua sistem operasi tersebut pun harus gigit jari.

Termasuk di antaranya adalah Linux. Namun, dengan sedikit trik pintar, Anda ternyata bisa menjalankan WhatsApp lewat komputer Linux. Penasaran, kan? Simak langkah-langkahnya di bawah ini. Langkah awal adalah dengan menjalankan Aplikasi Browser Google Chrome. Selanjutnya, bisa menuju ke webstore dan mengunduh ekstensi WhatsChrome. Ekstensi ini memungkinkan pengguna komputer selain Mac dan Windows untuk menjalankan WhatsApp via Chrome. Selanjutnya, Anda tinggal melakukan scanning kode QR untuk bisa menjalankan Aplikasi WhatsApp di komputer Linux. Beragam fitur pun bisa Anda nikmati ketika menggunakan ekstensi ini.

Termasuk di antaranya adalah panggilan suara, video, ataupun chatting biasa. Tidak ketinggalan, Anda juga dapat mengirimkan berbagai jenis file lewat WhatsApp yang dibuka via Linux ini. Selain memanfaatkan keberadaan aplikasi Google Chrome, langkah serupa juga bisa Anda lakukan dengan menggunakan browser Mozilla Firefox. Hanya saja, Anda membutuhkan ekstensi yang berbeda.

Bagi para pengguna browser Firefox di Linux, dapat mengunduh ekstensi yang bernama Messenger for WhatsApp. Fitur yang dimiliki oleh ekstensi ini pun tidak begitu jauh berbeda dengan WhatsChrome. Sebagai tambahan, ekstensi ini juga memberikan informasi jumlah pesan yang belum terbaca.

Nah, bagaimana? Dengan trik pintar di atas, para pengguna Linux ataupun sistem operasi lain pun tetap bisa menggunakan WhatsApp secara bebas di komputer. Kuncinya adalah, keberadaan browser Google Chrome dan Mozilla Firefox. Selamat mencoba, ya!

Published in Artikel
Monday, 10 April 2017 01:21

Red Hat (Open Source)

Red Hat, Inc adalah perusahaan perangkat lunak multinasional Amerika yang menyediakan produk perangkat lunak Open Source untuk komunitas perusahaan. Didirikan pada tahun 1993, Red Hat memiliki kantor pusat perusahaan di Raleigh, North Carolina, dengan kantor satelit di seluruh dunia. Red Hat telah menjadi terkait untuk sebagian besar dengan sistem operasi enterprise Red Hat Enterprise Linux dan dengan akuisisi open source penjual perusahaan middleware JBoss. Red Hat juga menawarkan Red Hat Virtualisasi (RHV), sebuah produk perusahaan virtualisasi. Red Hat menyediakan penyimpanan, platform sistem operasi, middleware, aplikasi, produk manajemen, dukungan, pelatihan, dan layanan konsultasi.

 

Red Hat menciptakan, memelihara, dan memberikan kontribusi untuk banyak proyek perangkat lunak open source. Telah mengakuisisi beberapa codebases software produk eksklusif melalui merger dan akuisisi perusahaan dan telah merilis perangkat lunak tersebut di bawah lisensi open source. Pada tahun 1993, Bob Young dimasukkan bisnis katalog yang menjual Linux dan Unix aksesoris perangkat lunak ACC Corporation. Pada tahun 1994, Marc Ewing membuat distribusi sendiri Linux, yang bernama Red Hat Linux. Ewing telah mengenakan Cornell University lacrosse topi merah, yang diberikan kepadanya oleh kakeknya, saat menghadiri Carnegie Mellon University Ewing merilis perangkat lunak pada bulan Oktober, dan dikenal sebagai rilis Halloween. Bob Young membeli bisnis Ewing pada tahun 1995,  dan keduanya bergabung menjadi Red Hat Software, dengan Young menjabat sebagai chief executive officer (CEO).

 

Red Hat go public pada 11 Agustus 1999, mencapai terbesar kedelapan dari hari pertama dalam sejarah Wall Street. Matthew Szulik menggantikan Bob Young sebagai CEO pada bulan Desember tahun itu. Bob Young melanjutkan untuk menemukan cetak secara online pada permintaan dan perusahaan penerbitan diri, Lulu pada tahun 2002. Sebelum IPO, Red Hat telah menerima sejumlah dana dari Joyce Young, bibi dari pendiri Bob Young. Ketika Red Hat go public, dia menguangkan saham cukup untuk menutup investasi awal, kemudian meninggalkan saham yang tersisa untuk berlama-lama, "untuk bersenang-senang". Laba atas investasi begitu besar sehingga, dengan Januari 2000 dia adalah seorang jutawan, yang memungkinkan dirinya untuk menyumbangkan US $ 29 juta kepada Yayasan Hamilton Komunitas di Juni 2000.

Pada tanggal 15 November 1999, Red Hat mengakuisisi Cygnus Solutions. Cygnus memberikan dukungan komersial untuk perangkat lunak bebas dan pengelola bertempat produk perangkat lunak GNU seperti GNU Debugger dan GNU Binutils. Salah satu pendiri Cygnus, Michael Tiemann, menjadi petugas teknis kepala Red Hat dan pada tahun 2008 wakil presiden urusan open source. Kemudian Red Hat mengakuisisi WireSpeed, C2Net dan neraka Kitchen Systems. Pada bulan Februari 2000, InfoWorld diberikan Red Hat keempat berturut-turut "Sistem Operasi Produk of the Year" penghargaan untuk Red Hat Linux 6.1. Red Hat mengakuisisi Perencanaan Technologies, Inc pada tahun 2001 dan AOL iPlanet direktori dan sertifikat-server software pada tahun 2004.

Red Hat memindahkan kantor pusatnya dari Durham ke North Carolina State University Centennial Campus di Raleigh, North Carolina pada Februari 2002. Pada bulan berikutnya Red Hat memperkenalkan Red Hat Linux Advanced Server, kemudian berganti nama menjadi Red Hat Enterprise Linux (RHEL ). Dell, IBM, HP dan Oracle Corporation mengumumkan dukungan mereka atas platform tersebut.
Pada bulan Desember 2005, CIO Insight majalah dilakukan tahunan "Penjual Nilai Survey", di mana Red Hat peringkat # 1 dalam nilai untuk tahun kedua berturut-turut. Saham Red Hat menjadi bagian dari NASDAQ-100 pada tanggal 19 Desember 2005.

Red Hat mengakuisisi penyedia middleware open source JBoss pada tanggal 5 Juni 2006, dan JBoss menjadi sebuah divisi dari Red Hat. Pada tanggal 18 September 2006, Red Hat merilis Red Hat Application Stack, yang terintegrasi teknologi JBoss dan yang disertifikasi oleh vendor perangkat lunak lainnya yang terkenal. Pada tanggal 12 Desember 2006, saham Red Hat pindah dari perdagangan di NASDAQ ke Bursa Efek New York (RHT). Pada tahun 2007 Red Hat mengakuisisi MetaMatrix dan membuat kesepakatan dengan Exadel untuk mendistribusikan perangkat lunak.

Pada tanggal 15 Maret 2007, Red Hat merilis Red Hat Enterprise Linux 5, dan pada bulan Juni diperoleh Mobicents. Pada tanggal 13 Maret 2008, Red Hat mengakuisisi Amentra, penyedia layanan integrasi sistem untuk arsitektur berorientasi layanan, manajemen proses bisnis, pengembangan sistem dan layanan data perusahaan. Pada tanggal 27 Juli 2009, Red Hat digantikan CIT Group dalam indeks 500 saham Standard dan Poor, indeks diversifikasi dari 500 perusahaan terkemuka dari ekonomi AS. Hal ini dilaporkan sebagai tonggak utama untuk Linux.

Pada tanggal 15 Desember 2009, dilaporkan bahwa Red Hat akan membayar US $ 8,8 juta untuk menyelesaikan gugatan class action terkait dengan penyajian kembali hasil keuangan dari Juli 2004. Gugatan telah tertunda di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur North Carolina. Red Hat mencapai kesepakatan penyelesaian yang diusulkan dan mencatat biaya satu kali dari US $ 8,8 juta untuk kuartal yang berakhir 30 November.

Pada tanggal 10 Januari 2011, Red Hat mengumumkan bahwa mereka akan memperluas kantor pusat di dua fase, menambahkan 540 karyawan untuk operasi Raleigh, dan investasi lebih dari US $ 109 juta. Negara bagian North Carolina menawarkan hingga US $ 15 juta di insentif. Tahap kedua melibatkan "ekspansi ke teknologi baru seperti perangkat lunak visualisasi dan cloud teknologi korban".

Pada tanggal 25 Agustus 2011 Red Hat mengumumkan akan memindahkan sekitar 600 karyawan dari N.C. Negara Centennial Campus ke Dua Progress Plaza di pusat kota. Sebuah upacara pemotongan pita diadakan 24 Juni 2013, di re-branded Red Hat Headquarters.

Pada tahun 2012, Red Hat menjadi 1 miliar dolar perusahaan open source pertama, mencapai US $ 1,13 miliar dalam pendapatan tahunan selama tahun fiskal.

Pada tanggal 16 Oktober 2015, Red Hat mengumumkan akuisisi otomatisasi IT startup Ansible, dikabarkan untuk sekitar US $ 100 juta.

Demikian Pengenalan Red Hat, Semoga bermanfaat.

Published in Artikel
Friday, 07 April 2017 02:41

Pengenalan Open Source (OS Linux)

Open Source merupakan suatu istilah yang tidak asing lagi dimata dan telinga para pelaksana teknologi informasi masa kini. Dimana ini digunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan sehari- hari dengan mengembangkan teknologi era millenium. Namun demikian, masih banyak diantara masyarakat kita yang belum mengenal dan mengetahui tentang Open Source. Tak bisa disangkal bahwa Open Source telah semakin berkembang dan maju dengan sangat pesat dari tahun ketahun. Hal ini terbukti, makin banyak kalangan yang menggunakan software ini untuk melakukan kegiatan sehari- hari. Namun diantara sekian banyak Open Source yang ada saat ini, ternyata masih ada juga Open Source yang tidak Full Freeware sehingga masyarakat harus membayar licensenya agar dapat menggunakan software tersebut.


Free Open Source software adalah suatu istilah yang digunakan untuk software yang membebaskan source kodenya dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja serta dapat merepair berbagai macam kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Yang menjadi ciri khas dari Open Source Software ini adalah kita dapat memperolehnya secara gratis dengan cara mendownload di Internet tanpa harus membayar Licensenya, atau bisa juga didapatkan di lembaga-lembaga teknologi informasi resmi baik di Pemerintahan maupun Swasta seperti : LEMBAGA PUSAT TEKNOLOGI DAN INFORMASI UGM atau lebih dikenal dengan sebutan PPTIK UGM.


Manfaat open source :
• Open source membebaskan kita dari biaya lisensi karena ia bersifat GNU/GPL (General Public License) yang justru membolehkan kita untuk menggunakan, mempelajari dan memodifikasi serta menyebarluaskan untuk umum. Apalagi untuk sebuah perusahaan besar yang juga menggunakan resource besar. Penggunaan software yang terlalu banyak pasti juga akan menambah biaya/cost yang besar hanya untuk membeli software
• Dengan menggunakan open source kita dapat mengurangi tingkat pembajakan software berlisensi yang bisa merugikan vendor software dan merupakan beban moral bagi para pengguna software bajakan (crack).
• Open source yang bersifat terbuka dan dapat kita pelajari source codenya bisa kita jadikan referensi, khususnya bagi seseorang yang bergelut dengan dunia IT.


Adapun keuntungan dari penggunaan Open Source, antara lain :
1. Lisensi Gratis, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan untuk pembelian lisensi Software.
2. Keberadaan Bug/Error dapat segera terdeteksi dan diperbaiki karena Software tersebut dikembangkan oleh banyak orang ataupun pemakai.
3. Banyaknya tenaga (SDM) untuk mengerjakan & mengembakan proyek Open Source, karena biasanya proyek Open Source menarik banyak developer.
4. Pengguna dapat langsung ikut serta dalam pengembangan Program, karena pengguna memiliki source code.
5. Software dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari pengguna tanpa menyalahi EULA.
6. Cross Platform dan Kompatible.
7. Legal, dan tidak melanggar undang-undang hak cipta serta aman dari razia penggunaan dan pembajakan Software illegal.
Dan kekurangan dari Open Source ini, antara lain :
1. Memunculkan celah awal ketika sumbe code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
2. Masalah yang berhubungan dengan intelektual property.
3. Kurangnya Sumber Daya Manusia yang dapat menggunakan dan memanfaatkan Open Source.
4. Tidak adanya perlindungan terhadap HAKI.
5. Perkembangan Software tergantug dari sekumpulam manusia itu sendiri.
6. Tidak ada garansi dari pengembangan, sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
7. Kesulitan dalam mengetahui status project : Tidak banyak iklan bagi Open Source Software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.

OS LINUX
OS LINUX ( Operating System LINUX ) merupakan salah satu program Open Source yang bisa didapatkan secara gratis di Internet dengan cara mendownload. OS LINUX adalah salah satu Operating System yang ada di muka bumi ini selain WINDOWS dan OS MAX.
OS LINUX merupakan OS yang tahan banting dan bukan pecundang ataupun kacangan, dimana semuanya sudah dirancang sedemikian rupa oleh para penggemarnya sehingga akan dapat memaksimalkan kinerjanya. LINUX merupakan Operating System yang tidak mengenal VIRUS atau berbagai program semacamnya yang dapat merugikan orang lain dengan merusak data usernya. Beda halnya dengan Windows yang dapat dengan mudah ditembus oleh virus sehingga harus menggunakan Anti Virus yang selalu di Update agar dapat menjaga dirinya.
LINUX senantiasa hidup mandiri tanpa adanya ketergantungan dengan Anti Virus apapun sehingga kinerja LINUX cukup cepat karena Operating Systemnya tidak dibebani dengan berbagai macam program berat yang dapat memperlambat kinerjanya.

Dengan penjelasan diatas maka tidak salah lagi jika kita menaruh harapan yang sangat besar pada Open Source Software sebagai platform alternatif yang bisa kita fungsikan pada semua komputer kita. Penggunaan Open Source di Indonesia juga akan dapat meminimalisir pemakaian software berlicense secara ilegal sehingga bangsa kita ini akan dikenal sebagai negara bebas sofware bajakan yaitu dengan ikut serta mengembangkan Open Source.

Published in Artikel
Wednesday, 29 March 2017 02:13

Distro Linux Terbaik Untuk Para Programmer

Seorang programmer memerlukan platform yang baik untuk mengerjakan project project mereka. Salah satu platform yang terbaik bagi para programmer ialah GNU/Linux. GNU/Linux sendiri merupakan sistem operasi yang open source yang dapat diterima di berbagai kalangan, namun permasalahnya sangat banyak distribusi linux. Khususnya bagi para programmer masih bimbang dalam menentukan distro linux yang akan digunakan. Ada beberapa distro yang terbaik bagi para programmer, kita akan lihat dan bahas satu per satu.
1. UBUNTU
Ubuntu memberikan 3 alasan tersendiri bagi para programmer mengapa harus menggunakan Ubuntu. Pertama Ubuntu telah berkembang sejak lama dan sudah menjadi distro linux yang populer, dan Ubuntu mendapatkan dukungan yang maksimal dari berbagai vendor. Kedua Ubuntu memberikan dukungan selama 5 Tahun kedepan atau istilahnya LTS (Long Term Support), ubuntu akan memfasilitasi stabilitas selama masa LTS, sehingga Ubuntu dapat diandalkan dan memberikan konsistensi yang baik. Ketiga Ubuntu memiliki desktop environtment yang sangat nyaman yaitu Unity. Unity memiliki antarmuka yang sederhana serta unity memiliki dashbord yang sangat mudah dijangkau dan diakses.
2. OPENSUSE
OPENSUSE adalah salah satu distro yang paling canggih dan memiliki komunitas yang besar dan kuat, serta memiliki komunitas yang profesional. OPENSUSE sangat cocok bagi seorang programmer atau developer karena stabilitas dan repositori yang besar terpelihara sangat baik. Bahkan banyak perusahaan menggunakan OPENSUSE sebagai server mereka.
3. FEDORA
Linux torvalds sendiri menggunakan Fedora. Apakah butuh alasan yang lain? Fedora adalah sistem operasi yang ringan, dan ini merupakan hal yang sangat cocok dan nyaman bagi para programmer. Alasan utama menggunakan Fedora karena ada hal yang lebih dari sekedar packet manager atau desktop environtment yaitu Fedora Orthodox Advocate Open Source, jadi semua yang ada didalam sistem operasi Fedora adalah open source sehingga tidak ada proprietary software. Jika anda seorang penggemar open source, fedora sangat cocok bagi anda untuk menjadikan Fedora sebagai sistem operasi untuk programming.
4. Arch Linux
Arch Linux adalah salah satu sistem operasi yang mengutamakan kesabaran dalam menset-upnya, tapi itu bukan menjadi masalah. Arch Linux hanya membawa kernel dan packet manager saja bahkan tidak ada grafis. Ada harus membangun dari awal seluruh seluruh komponen yang anda dan mengatur setting sendiri. Ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi para programmer bagaimana caranya mengelola suatu sistem operasi dari awal. Arch Linux dikenal karena Repository yang selalu update walaupun harus mensetting sendiri. Kemudian kelebihan dari Arch Linux adalah info debugging dan instruksi yang selalu didokumentasikan, jadi setiap masalah yang didapatkan akan mudah diperbaiki dengan petunjuk yang sudah ada. Mungkin para programmer pemula masih kesulitan dalam menggunakan Arch Linux, tapi ini akan sangat berguna nantinya bagaimana membangun suatu aplikasi dari awal, dan di Arch Linux lah tempat yang tepat untuk mempelajarinya.

Published in Artikel
Thursday, 29 December 2016 01:50

Biografi Linus Benedict Torvalds

Linus Benedict Torvalds atau yang lebih dikenal Linus Torvalds lahir di Helsinki, Finlandia pada 28 Desember 1969. Ia merupakan perintis pengembangan Linux. Linux sendiri merupakan sistem operasi yang kini banyak digunakan masyarakat dunia bahkan kode sumber untuk Linux saat ini sudah mencapai 9 Milyar baris. Awal keberhasilan Linus berawal saat ia membagikan kode sumber dari sistem operasi yang diciptakannya, hal ini ia lakukan ketika masih duduk di bangku kuliah, kode sumber tersebut ia bagikan pada teman-temannya hingga tak disangka yang dilakukannya mendatangkan keberhasilan dan manfaat bagi dunia IT saat ini.

Saat ini Linux banyak digunakan sebagai sistem operasi yang ditanam pada kernel PC, hand phone, gadget, robot, hingga pesawat ulang alik buatan NASA. Karyanya kini telah merubah dunia, bahkan sebagai salah satu media pembelajaran bagi masyarakat dunia, media pencerdas bangsa di seluruh dunia dan sarana untuk berbagi. Inilah yang menarik dari Linus Torvalds, ia tak pernah mengkampanyekan karyanya namun yang ia lakukan hanyalah berbagi. Kesederhanaan Linus inilah yang menjadi motivasi kuat bagi para pecinta Linux atau yang lebih dikenal sebagai Linuxer hingga setiap kata yang diucapkannya bagaikan “sabda” dalam dunia komputer khususnya pecinta open source.

Linus termasuk sosok yang sederhana dibalik kebesaran karyanya, ia bahkan hanya mengenakan T-Shirt dan sandal sepatu kesayangannya ketika mengahadiri suatu konferensi IT. Tak hanya itu, ia sering kali menyempatkan diri untuk bersepeda menuruni bukit tempat tinggalnya dan menikmati secangkir minuman di pedesaan.

Tak hanya sederhana, kebesaran dan ketulusan hati Linus sungguh luar biasa, hal ini dapat dilihat dari sikapnya ketika mengahadapi programmer BSD yang menyerukan bahwa BSD lebih baik dibandingkan Linux. Bahkan Linus tak segan mengenakan baju bertuliskan BSD yang disodorkan programmer BSD pada saat Linus sedang berpidato dalam konferensi IT. Linus merupakan sosok yang memberi contoh positif bagi dunia, ia menjadi inspirasi bagi BSD, Solaris,Suse, Java hingga Adobe membebaskan kode sumber mereka. Sekali lagi, Linux tak pernah peduli apakah karyanya akan disatukan dengan produk proprietary atau free namun yang ia lakukan hanyalah untuk berbagi.

Published in Artikel
Page 1 of 7